
Usai mandi Brian mengenakan baju yang dipilihkan Bella. Sebuah celana hitam dengan kemeja putih yang dipadukan dengan rompi hitam dan dasi warna senada.
Memandang dirinya di cermin dengan senyum yang merekah disudut bibirnya.
Melangkah ke meja makan, wanita itu masih sibuk dengan aktivitasnya.
Saat menyadari kedatangan suaminya, dia menyudahi aktivitasnya, berjalan ke meja makan.
"Duduklah!" Seraya duduk di bangkunya.
"Selamat makan!" Ucap Brian, kemudian memulai aktivitas sarapan paginya.
"Kamu bangun jam berapa?"
"Entahlah!"
Karena merasa canggung akhirnya Brian memutuskan untuk diam, sampai acara makan berakhir.
Brian beranjak dari duduknya dan mulai membereskan alat-alat makan.
"Biar aku saja! Kamu berangkatlah!"
"Setidaknya aku harus mencuci piring bekas makanku!"
"Lakukan itu besok!" Ke dapur dan kembali dengan tas bekal ditangannya.
"Ini untuk makan siang!" Seraya memberikan tas tersebut kepada Brian. Lelaki itu tertegun beberapa saat, dia merasa terharu dengan kebaikan istrinya.
"Lupakan jika tidak mau membawa bekal!" Sambil menaruh tas bekal di atas meja.
Buru-buru Brian mengambil tas itu "Aku hanya terharu, aku akan membawanya, terimakasih!" Sambil berlalu dari hadapan Bella.
Usai membereskan meja, Bella beralih di dapur. Menyelesaikan pekerjaan yang belum sempat dia selesaikan. Hari ini dia tidak akan ke butik, dia akan menemui Dera, dan pergi ke salon kecantikan untuk memanjakan diri. Jika dipikir-pikir sudah cukup lama dia tidak melakukan perawatan.
Sebuah tangan menyentuh pundaknya, sontak Bella terkejut "Aaaaa.....!" Berbalik badan.
"Astaga!!! Apa yang kamu lakukan?" Melihat Brian yang hanya meringis dihadapannya.
"Ini!" Seraya menyerahkan sebuah Black Card kepada Bella.
Bella mengernyitkan alis, sedikit tidak paham dengan maksud Brian.
Meraih tangan Bella dan meletakkan kartu itu di tangannya "Gunakan untuk keperluan rumah, keperluanmu, gunakan sesukamu!" Berbicara dengan gagap.
"Aku punya uang! Kenapa memberiku ini?"
"Ini kewajibanku!"
Kewajiban??? Mendadak wajah Bella menjadi memerah, ada apa dengan otaknya?? Dia malah memikirkan hal yang lain tentang kewajiban.
"Tidak...tidak...!!! Kita bisa pakai uang masing-masing!"
Raut wajah Brian seketika Berubah, dari cerah menjadi keruh "Baiklah aku akan mengambil ini! Aku akan menghabiskan uangmu!!!" Seraya memasukkan kartu itu kedalam saku celananya.
Kini lelaki itu tersenyum kembali "Kamu tidak bekerja?"
"Tidak!!! Aku akan menghabiskan uang suamiku hari ini!" Mendengar Bella menyebut kata suamiku membuatnya tersenyum malu, menyenangkan, mendengar kata-kata itu.
"Hemmm....habiskanlah uang suamimu!" Sambil tersenyum sumringah.
__ADS_1
Wajah Bella ikut memerah mendengar Brian berkata seperti itu dan di detik berikutnya Bella dan Brian saling beradu pandang, cukup lama...
Dada Brian bergejolak....badannya mulai memanas, wajahnya memerah, ingin sekali diraihnya wanita itu. Tetapi akal sehatnya kembali menghalangi.
Bella masih marah kepadamu Brian!
Bella mungkin tidak ingin jika kamu menyentuhnya!
Akhirnya akal sehat itu memenangkan pertarungan "Aku berangkat dulu!"
"Ya, hati-hati!" Jawab Bella masih dengan wajah yang memerah sedang Brian sudah berlalu dari hadapannya.
"Ada apa denganku???"
***
Bella sedang duduk sambil menikmati secangkir coffelate di ruang kerja sahabatnya.
Dokter cantik itu masih menangani pasiennya.
Hampir 1 jam lebih Bella menunggu hingga akhirnya wanita cantik berambut pendek itu memasuki ruangannya.
"Pasien hari ini cukup banyak, sepertinya kita tidak bisa pergi bersama!"
Raut wajah Bella seketika berubah, sudah lama dia tidak bersua dengan sahabatnya itu. Tapi saat dia menyempatkan waktu, Dera malah terjerat dengan pekerjaannya.
"Bagaimana Brian?"
Pertanyaan yang tiba-tiba, yang membuatnya gugup dan bingung harus menjawab apa.
Masa dia harus bilang bahwa dia dip*rkosa oleh Brian, dan meninggalkan sedikit trauma.
"Biasa saja!"
Gleg!!!
"Kenapa harus pertanyaan seperti itu???" Runtuknya dalam hati.
"Melihat ekspresimu sepertinya sudah!" Berbicara sambil tertawa, sontak membuat wajah Bella seperti kepiting rebus.
"Apa dia hebat di ranjang?"
Bangkit dari duduknya "Aku pulang!!!!"
"Yaaaa!!! Kamu!!! Duduk!!!" Teriak Dera, membuat Bella sedikit terkejut.
"Ah....telingaku! Aku ingin bercerita banyak, tapi kamu sibuk! Kita bertemu lain waktu, ok!"
"Tidak bisakah kamu menungguku hingga urusanku selesai?"
"Berapa lagi pasienmu?"
"Mungkin 10!"
"Yaaaa!!!" Sekarang gantian Bella yang berteriak keras, apa sahabatnya gila. Tidak ada yang bisa dilakukannya disini.
"Kamu bisa bermain dengan loly!"
"Astaga!! Sekarang dia menyuruhku bermain dengan kucing kesayangannya!" Bergunam.
"Aku tidak suka bulu kucing!"
__ADS_1
"Jika tidak suka kenapa datang ke dokter hewan?? Disini banyak binatang berbulu?" Setengah berteriak.
"Karena apa lagi? Karena disini ada kamu!!!" Ikut berteriak.
Detik berikutnya dua sahabat itu tertawa bersama.
"Aku akan ke salon, kabari aku jika sudah selesai. Aku akan kesini!"
"Hemmm! Hati-hati....!!!" Jawab Dera tanpa menoleh ke sahabatnya.
***
30 menit kemudian Bella sudah berada di sebuah salon kecantikan, dia memilih perawatan yang paling mahal sambil bergunam "Aku benar-benar akan menghabiskan uangmu!"
Bella melakukan perawatan seluruh tubuh, bahkan sampai Dera selesai dengan pekerjaannya. Dia belum menyelesaikan perawatannya.
***
"Maaf membuatmu menunggu lama!" Sambil mengatur nafasnya.
"Minumlah!' Jawab Dera sambil menyodorkan segelas minuman favorit Bella.
Diteguknya hingga habis minuman itu, kemudian duduk.
"Seharusnya kamu duduk dulu baru minum!"
"Apa itu penting?"
"Jadi apa yang mau kamu ceritakan?"
"Kita pesan makan dulu!"
"Ok baiklah!"
15 menit kemudian makanan tiba di meja mereka.
"Jadi???" Kata Dera sambil menyuapkan sesendok makanan ke mulutnya.
"Bisakah kita makan dulu? Baru setelah itu aku akan cerita!"
"Astaga kamu membuatku menunggu sangat lama!"
"He...he..he...!"
***
Di sisi lain.
"Kamu bisa libur lebih lama jika mau, Papa masih bisa menangani ini sendiri!" Kata Gabriel kepada putranya.
"Tidak Pa, sudah cukup!"
"Ayo kita makan siang bersama!" Ajak Papanya.
"Tidak Pa, Brian sudah membawa bekal makan siang!"
"Bella yang membuatnya?" Berkata sambil tersenyum.
"Iya!" Menjawab dengan senyum yang merekah lebar.
"Jaga dia baik-baik! Papa duluan!" Menepuk-nepuk pundak anaknya seraya berlalu menuju ruang kerjannya.
__ADS_1
Brian sendiri juga berjalan menuju ruang kerjanya, duduk dan mengambil bekal makan siangnya, dibukanya bekal itu.
Senyumnya merekah seketika "Sepertinya sebentar laki aku akan kehilangan tubuh idealku!"