Berbagi Cinta : Penyesalan

Berbagi Cinta : Penyesalan
Part 78 : Dia Kembali


__ADS_3


Sekitar pukul sepuluh pagi Bella menepikan mobilnya di sebuah gang sempit, kemudian dia turun dan mengambil semua barang belanjaannya. Total ada sekitar lima kantong besar. Rumah itu terletak cukup jauh dari jalan raya, rumah sederhana yang di kelilingi pagar batu bata yang mulai melumut. Namun ada yang Bella sukai dari rumah itu, halamannya sangat luas dan berbagai tanaman bunga dan sayuran tumbuh di sana. Bella mendorong pagar kayu itu, terdengar berderit memekakkan telinga. Dia bisa langsung melihat seorang pria muda dengan baju lusuh dan sedikit bolong di pundak sebelah kirinya tengah asik bergelut dengan aktifitasnya. Melihat wanita itu datang, pemuda itu hanya menoleh sekilas. Meski dia jelas melihat Bella sedikit kewalahan dengan barang belanjaannya. "Apa yang kamu kerjakan?" Bukan jawaban manis seperti yang Bella harapkan pemuda itu malah melempar jawaban pedas "Apa kamu tidak bisa melihatnya!"


"Astaga! Jika terus seperti itu kamu tidak akan memiliki kekasih sampai tua!"


"Cih!"


Bella memasuki rumah itu, menginjakkan kakinya di lantai kayu. Meskipun tanpa wanita di sini, tapi rumah ini masih layak di sebut rumah, bersih dan juga terawat.


"Kemarilah! Bantu aku!" Dengan sedikit enggan pemuda itu berjalan mendekat "Apa? Sudah aku bilang, berhenti membeli hal-hal yang tidak penting. Apa kamu ingin pamer jika memiliki begitu banyak uang!" Bella tersenyum, bocah ingusan itu kembali lagi mengoceh.


"Duduklah!" Kali ini pemuda itu menurut, menggeser kursi dan duduk di sana.


Dengan cekatan Bella mengambil mangkuk dan menata makanan yang tadi dia beli "Makanlah! Akan lebih baik jika kamu marah saat kenyang!"


Lagi-lagi dia menurut "Sudah aku bilang aku bisa memenuhi kebutuhanku sendiri! Jadi berhenti lakukan ini dan membuatku terbebani!"


"Kamu pikir aku tidak tahu gaji seorang pekerja paruh waktu, kamu bekerja sana-sini bukankah cukup melelahkan? Fokuslah belajar, ambil saja satu pekerjaan paruh waktu. Jika kamu lulus dengan baik, kamu bisa mendapat pekerjaan yang bagus dan membayar semua hutang kamu kepadaku!"

__ADS_1


"Heeemph!" Pemuda itu menghela nafas, baginya percuma melawan keinginan wanita itu, lebih baik dia segera menghabiskan supnya dan bergegas pergi.


"Bagaimana kabar nenek?"


"Jauh lebih baik, berkat kebaikanmu!"


"Berhenti memakan mie instan setiap hari!" Ocehan Bella kembali terdengar kala dia melihat bungkus mie instan bersarang di tempat sampah.


"Ya!"


"Dan berhentilah menipuku!"


"Dan berhentilah memakai pakaian seperti itu Suga!"


"Aku pergi!" Jawabnya kemudian beranjak dari tempat duduknya dan berlalu pergi.


"Hey aku belum selesai berbicara!" Namun secepat kilat pemuda itu telah lenyap dari pandangannya.


***

__ADS_1


Kabar burung kembali terdengar, tentang acara pernikahan anak semata wayang Gabriel yang gagal. Tentu saja berita itu tidak luput dari pendengaran Bella. Sama seperti ketika dia resmi bercerai dengan Brian. Semua olokan dan hujatan mencuat dari segala arah dan membuatnya semakin terpuruk. Bahkan kini bisik-bisik itu juga terdengar di butiknya. Saat dia baru datang dia mendapati segerombolan pekerjannya tengah asik bergunjing hingga tidak menyadari kehadirannya. Namun toh akhirnya dia tidak ambil pusing, berjalan lurus dan langsung masuk ke area kantornya.


Namun kejutan yang tidak kalah hebatnya muncul di siang harinya. Ya...Brian datang tepat saat jam makan siang, kala dia tengah mengunyah cookies coklat dengan mata terpaku pada layar monitornya. Samar-samar terdengar dua orang yang saling berdebat di luar ruangannya, karena merasa terganggu akhirnya dia bangkit dari tempat duduk dan mencari tahu apa yang terjadi.


Lelaki tampan dengan sebuah buket mawar putih di tangannya. Bella mematung....masa lalu itu kembali lagi dan lagi-lagi datang dalam wujud yang sama, mengagumkan! Bella merindukan wajah itu...sungguh!!! Dia menyukai semuanya...semua hal dari lelaki itu. Dia ingin berlari kearahnya.....memeluknya dan merasakan kehangatannya.


"Maaf Bu, saya sudah melarangnya tetapi beliau memaksa untuk masuk!" Dan suara itu kembali menyadarkannya.


"Kenapa kamu ke sini?"


Bella merasakan kekeruhan dalam wajah dengan senyum kaku itu. Kemudian berjalan mendekat seraya memberikan bunga itu kepadanya "Maaf untuk semua hal yang terjadi!"


Maaf....


Setelah sekian banyak penderitaan yang dia berikan, kemudian lelaki itu datang dengan sebuket mawar putih dan permintaan maaf. Apakah itu cukup untuk menebus semua rasa sakitnya?


"Bawa kembali aku tidak membutuhkan itu!"


Namun hal selanjutnya yang terjadi benar di luar dugaannya, lelaki itu bersimpuh di depan Bella menangis terisak memohon pengampunan.

__ADS_1


Dan Bella kembali kelu antara rasa cinta yang masih ada dan luka yang masih menganga...


__ADS_2