
Bella menikmati setiap momen malam ini...termasuk belaian angin dingin yang sesekali menyentuh tubuhnya. Dia lantas menggosok-gosokkan kedua tangannya.
Detik berikutnya Dion melepaskan jaket yang dia kenakan, lantas menyelimutkan jaket tersebut ke tubuh Bella.
"Duduklah didekat perapian!" Namun wanita itu menggelengkan kepalanya.
"Kamu sudah bersusah payah menyiapkan ini setidaknya aku harus melanjutkan memanggang dagingnya!"
"Ha...ha...ha...! Kamu sungguh ingin memanggangnya?"
"Hemm...!" Dengan seutas senyuman yang mengambang disudut bibirnya.
Detik berikutnya tubuh itu telah berpindah, berdiri dibelakang Bella dan mengalungkan kedua tangannya di pinggang ramping itu.
"Dion!!!"
"Diamlah!"
Lantas Bella membiarkan tubuh hangat itu mendekapnya.
"Apakah kamu pernah berpacaran?"
"Kenapa tiba-tiba menanyakan hal itu?"
"Ingin tahu saja!" Jawab Bella datar.
"Tidak pernah!"
Jawaban itu sontak membuat Bella terkejut "Apa kamu Gay?"
"Ha...ha...ha...ha...entahlah! Yang jelas aku belum tertarik dengan wanita manapun."
__ADS_1
"Sepertinya kamu benar-benar memiliki kelainan!" Dan kelakar itu hanya dijawab tawaan oleh Dion.
"Tapi aku pernah jatuh cinta Bella!"
"Benarkah? Dengan siapa? Apa aku mengenalnya?"
"Ha...ha...ha...seseorang, dia sangat cantik...menurutku!"
"Berarti dia tidak benar-benar cantik!"
"Ha..ha..ha..ha...! Bisa jadi, tapi dia sungguh baik, aku menyukainya tapi tidak berani mengungkapkannya!"
"Kenapa?"
"Entahlah!" Dion berhenti sejenak, kemudian dia melanjutkan kata-katanya "Dulu segalanya terasa begitu mudah bagiku, apa saja yang aku inginkan pasti bisa kudapatkan."
"Apa kamu sedang menyombongkan diri?"
Seutas senyum mengambang dibibir Dion "Tidak! Bukan itu...segalanya begitu mudah berkat orang tuaku yang kaya raya!"
"Lantas pantaskah aku berfikir untuk memilikinya? Sukakah dia kepadaku? Aku berusaha meyakinkan diriku...dan aku kembali pada kenyataan bahwa aku tidak pantas untuknya, semua yang kumiliki di dunia ini hanya karena keberuntunganku!"
"Apa itu? Aku pikir hanya aku yang paling mengerti dirimu! Namun lihatlah ini...aku bahkan tidak tahu kalau kamu pernah menyukai seseorang sedalam itu!"
"Apa kamu mau mendengarkan kelanjutanya?"
"Hemmm....katakan semuanya!"
"Lantas aku pergi, menjauh dari bayang-bayang orang tuaku...berusaha memantaskan diri untuknya namun saat aku merasa aku layak untuknya ternyata dia sudah menikah!"
Bella sedikit terkejut dengan pernyataan Dion, lantas wanita itu mengelus lembut punggung tangan Dion.
"Aku kecewa dan sedih namun ada hal lain yang jauh membuatku sedih, karena ternyata pernikahannya tidak berakhir dengan indah!"
__ADS_1
"Apa dia sudah bercerai?"
"Ya!"
Kini Bella membalikkan badannya, menatap dalam kearah Dion lantas tersenyum "Ini waktu untukmu Dion, datanglah padanya!"
"Dia menolakku!"
"Siapa perempuan bedebah yang berani menolakmu?"
"Ha...ha...ha...apa aku pantas untuk dicintai Bella?"
"Tentu!"
"Tapi kenapa kamu tidak melihat sedikitpun kearahku!"
Deg...
"Orang itu adalah kamu Bella..."
"Aku sangat menyukaimu!"
"Sangat...maukah kamu melihat kearahku? Ayo kita berjalan bersama....mungkin diujung sana kita berdua, aku dan kamu bisa menemukan kebahagiaan!"
Bella tidak mampu berkata-kata, namun dia bisa merasakan jantungnya berdetak semakin keras.
Dion lantas mengeluarkan sesuatu dari kantung celananya, sebuah kotak persegi empat warna hitam itu dibukanya dengan perlahan, berjongkok tepat dihadapan Bella "Menikahlah denganku Bella!"
Bella masih belum mampu berbicara, dia tidak bisa menjelaskan perasaan macam apa yang kini tengah berkecamuk dalam hatinya, namun yang pasti. Dia dengan sekarela mengulurkan tangannya dan menit berikutnya cincin itu telah melingkar di jari manisnya.
Sebuah senyuman indah merekah di bibir Dion...ini hal terindah dalam hidupnya. Lantas dia beranjak dari tempatnya memberanikan diri...mendekati wanita didepannya dan menyentuh lembut bibir itu dengan bibirnya. Ini bukan yang pertama, tapi ini pertama kalinya dengan penuh kesadaran Bella merasakan hangatnya hembusan nafas Dion dan l*matan lembutnya...Bella melayang...ditempat yang jauh...tempat yang membuatnya lupa bahwa masih ada Brian yang bersemayan didalam hatinya, membuatnya lupa apa itu luka...dia hanya ingin seperti ini. Melayang bersama Dion dalam remang cahaya dan langit malam yang berhias bintang gemintang.
Pelukan itu semakin erat, l*matan itu semakin panas dan membara dan tanpa mereka sadari seonggok tubuh berdiri kaku dengan linangan air mata yang menganak-pinak disudut matanya....
__ADS_1
Terimakasih untuk semua dukungan kalian 🥰🥰🥰🥰