Berbagi Cinta : Penyesalan

Berbagi Cinta : Penyesalan
Part 55 : Penyesalan Dion


__ADS_3


Meskipun sebenarnya Bella tidak terlalu menginginkannya tetapi tetap saja pikirannya tidak bisa sepenuhnya berhenti berfikir.


Kemana gerangan kalung yang di beli Brian tempo hari?


Jika bukan untuk dirinya lantas untuk siapa dia membeli kalung itu?


Apakah asisten rumah tangganya sudah mengembalikan barang itu kepada Brian?


Ah...tidak...tidak mungkin! Tidak mungkin wanita paruh baya itu bersikap seperti itu dan tidak mungkin juga Brian membeli kalung itu untuk wanita lain.


Ah...bukankah ini sudah mendekati tanggal ulang tahunnya.


Melihat desain dan bahan yang dipakai, kalung itu pastilah berharga ratusan milyar.


Brian mungkin menyiapkan barang istimewa itu untuk hari yang istimewa juga.


***


Sudah cukup lama Bella tidak menghabiskan waktu bersama Dera, dan sore nanti dia berencana untuk mengunjungi Dera di tempat kerjanya.


Dan karena suaminya berkata akan pulang larut hari ini, sepertinya dia tidak perlu meminta ijin. Toh dia yang akan sampai dulu di rumah malam ini. Dia tahu betul bagaimana suaminya, lelaki itu selalu bekerja dengan totalitas, pantang pulang sebelum pekerjaannya terselesaikan. Jarang sekali Bella mendapati suaminya mengerjakan pekerjaan kantor di rumah. Hanya sesekali, jika itu sangat mendesak atau jika salah satu dari bawahannya tidak sengaja melakukan sebuah kesalahan.


Hari berlangsung sangat cepat, pagi telah berganti menjadi sore. Cahaya di langit yang semula terang, perlahan-lahan telah berganti menjadi warna kuning kemerah-merahan.


Mobil Bella melintasi jalanan beraspal yang cukup padat. Jika begini Bella tidak akan sempat bertemu dengan Dera di tempat kerjanya. Akhirnya wanita itu mengambil inisiatif, Bella tidak datang ke klinik Dera melainkan langsung berkendara menuju apartemen sederhana milik sahabatnya itu. Di perjalanan tidak lupa Bella membeli dua box ayam pedas dan original, dia juga tidak melupakan soju. Malam ini akan menjadi malam yang panjang dan menyenangkan bagi mereka.


***


Mobil Bella kini telah terparkir di basement, saat Bella hendak keluar tanpa sadar Bella mendapati dua pasang kekasih yang tengah bercumbu persis di mobil sebelah Bella. Kaca mobil yang terbuka membuat Bella mampu melihat dengan jelas "Astaga itu Dera! Siapa lelaki itu!" Kini Bella menutup kaca mobilnya dan duduk dengan sedikit merunduk dan menyembunyikan wajahnya, dia tidak ingin Dera memergokinya dan momen romantis sahabatnya itu berakhir berantakan.

__ADS_1


Bella menerka-nerka siapa lelaki yang tengah bergulat dengan sahabatnya itu, dari belakang tubuh lelaki itu nampak begitu familiar baginya. Namun jelas bisa dipastikan jika itu bukan Ryon.


Apakah kini sahabatnya telah memiliki kekasih baru.


"Ah...dasar wanita sialan!"


Pintu mobil sebelah Bella dibuka, dan dengan cepat Bella menunduk menyembunyikan tubuhnya.


Kini Dera dan kekasihnya telah naik ke atas, mungkin setelah ini Dera akan kembali bergelut dalam gairah yang membara.


Bella sedikit menyesal, memandangi ayam dan soju yang tergeletak di jok sebelahnya. Harusnya dia memberi kabar terlebih dahulu. Bagaimana mungkin dia bisa menghabiskan ayam goreng itu sendirian.


Otak liciknya kini mengingat seseorang yang mungkin bisa menghabiskan ayam itu, ya...orang itu adalah Dion. Secepat kilat mobil Bella melaju menuju apartemen mewah Dion.


Ting....tong...ting...tong...


Bella membunyikan bel, sambil menunggu si tuan rumah membukakan pintu.


Pemandangan yang mengagumkan "Bisakah kamu mengenakan pakaianmu terlebih dahulu?" Tanpa menunggu untuk dipersilahkan, Bella sudah terlebih dahulu masuk. Meninggalkan Dion yang masih membatu di sisi pintu.


Ada wanita seperti itu?


Jelas-jelas Dion buru-buru membuka pintu untuk Bella, karena tidak ingin membuatnya menunggu terlalu lama dan lihatlah reaksi wanita itu, Dion malah dikritik.


Dion menutup pintu, kemudian berjalan ke ruang ganti dan mengganti pakaiannya dengan setelan kaos hitam polos dan celana hitam pendek.


"Kamu tidak takut Brian marah?"


"Dia sedang bekerja!" Sambil menyuapkan ayam ke dalam mulutnya, kemudian wanita itu melanjutkan ucapannya dengan mulut penuh ayam "Ayo bantu aku menghabiskan ini!" Dua box ayam itu kini telah berpindah ke piring dan kemudian meletakkannya di ruang tengah.


"Nyalakan TVnya!" Perintah Bella dan seperti biasa Dion menurut dengan patuh.

__ADS_1


"Duduklah!" Itulah kata yang terucap saat Bella melihat Dion masih saja berdiri mematung memperhatikan dirinya, kini tangan Bella beralih meraih botol soju di sebelahnya, karena dorongan rasa panas di tenggorokannya.


Secepat kilat Dion meraih botol itu "Kamu harus menyetir pulangnya!" Bella merengut, kini kebebasannya juga direnggut oleh sahabat terbaiknya.


"Berikan!"


"Tidak!"


"Dion....!" Memanggil dengan nada yang sedikit merajuk.


"Aku memang tidak menyukai Brian, tapi aku setuju jika kamu harus hidup lebih sehat! Cepat habiskan ayammu dan setelah itu kamu boleh pulang!"


"Cih!!! Menyebalkan!" Tutur Bella dengan mulut yang penuh dengan ayam.


Dion lantas membawa dua botol soju itu ke belakang kemudian kembali lagi dengan satu botol air mineral dingin.


"Ini minumlah!"


"Apa enaknya makan ayam dengan air putih!" Ujar Bella menggerutu kesal.


Bukannya menanggapi ocehan Bella, Dion hanya tersenyum. Kemudian duduk di sofa, persis di belakang Bella yang tengah duduk di atas lantai.


Melihat Bella makan dengan lahap, meskipun dengan mulut yang merenggut kesal. Tetap menjadi pemandangan indah bagi Dion, dulu juga selalu seperti itu. Selalu bersama-sama.


Kini dia hanya bisa menyesali perbuatannya, andai saja dia tidak menghilang dan berhenti memberi kabar kepada Bella. Tentu pernikahan itu tidak akan pernah terjadi, dia bisa pastikan itu.


Tapi sekarang apa yang bisa dia lalukan?


Bahkan Bellanya ternyata juga sangat mencintai lelaki itu.


Jika sudah seperti ini, satu hal yang bisa dia lakukan adalah dengan selalu mendukung apapun keinginan Bella, meskipun keinginan itu bertentangan dengan hatinya. Tidak masalah terluka...karena luka itu toh akan baik-baik saja saat melihat wanita yang dicintainya hidup dengan bahagia.

__ADS_1


__ADS_2