
"Jangan pergi!" Brian mengulang kembali kata-katanya, berbicara dengan tatapan sesendu langit senja.
Tiba-tiba Bella menjadi gagu! Hanya diam dan tak mampu menolak permintaan itu....ada yang salah dengan dirinya, dengan hatinya, harusnya dia benci melihat lelaki yang kini tengah memegangi tangannya itu. Lelaki yang menatapnya penuh rahasia, tidak ada senyuman di wajah itu....hanya ada ketulusan yang terpampang nyata di wajahnya.
Bella ingin enyah, menepis tangan itu dan berlalu pergi, tetapi hatinya meminta lain. Mata teduh itu menahannya....untuk tetap tinggal.
Dan hatinya seolah mengatakan hal yang sama, tidak ingin berlalu dan ingin tetap ada di sana, di sisih lelaki yang sudah seringkali mengharu biru perasaannya.
Bella tidak berkata, tapi dengan perlahan duduk pada tempatnya semula, tangan itu kini perlahan melepaskannya diiringi senyum yang mengambang disudut bibirnya.
Dibukanya lagi buku ditangannya, mencari-cari halaman terakhir yang tadi dibacanya....tetapi pikirannya tidak ada di situ, melayang jauh...sampai suara lembut Brian menyadarkannya.
"Terimakasih!" Masih dengan senyum yang merekah dibibirnya.
"Untuk apa?" Tanpa sedikitpun melihat lawan bicaranya.
"Untuk tetap disini! Bersamaku!"
Kini pandangan Bella mengarah kepada lelaki disampingnya, dipandanginya wajah itu. Mencoba mencari jawaban dari kebenaran ucapannya barusan.
Namun Bella tidak melihat sedikitpun ada kebohongan di sana.
"Aku tidak akan berbuat lebih, aku hanya ingin tidur disampingmu, setiap hari, aku tidak akan melakukan apapun tanpa persetujuanmu!"
"Tidurlah, aku disini!" Berkata sambil kembali fokus pada bukunya.
Benar saja lelaki itu benar-benar tertidur, tertidur dengan cepat dalam hitungan menit. Meringkuk sambil memeluk erat guling disampingnya. Bella melihat kedamaian di sana. Hatinya mulai luluh....luluh pada kedamaian yang terpampang jelas dihadapannya.
Diambilnya selimut dan ditutupinya tubuh itu.
__ADS_1
"Kenapa dia terlihat manis seperti bocah??" Berkata lirih, selirih semilir angin malam ini.
***
Malam telah berlalu...berganti cahaya terang yang mengintip dibalik langit timur.
Bella menanggalkan selimutnya, diliriknya wajah yang masih tertidur pulas disampingnya.
Masih seteduh semalam....
Kini matanya beralih pada jam weker di atas nakas, pukul 05.30.
"Aaaargh....aku kesiangan!" Bergegas beranjak dari tempat tidurnya, tanpa membasuh muka lantas langsung menuju ke dapur.
Jam telah menunjukkan pukul 06.30, saat dia telah selesai dengan menu sarapan paginya. Menatanya di atas meja dengan rapi.
Menanggalkan celemeknya, berjalan menuju kamar tidur utama.
Lelaki itu masih tertidur pulas, seolah-olah tidak berniat sedikitpun untuk menyudahi mimpi indahnya.
30 menit kemudian dia nampak sudah rapi dengan setelan sebuah Blouse putih dan Miniskirt berwarna merah muda.
Dipandanginya tubuh itu, tubuh yang masih meringkuk dalam lelapnya, berjalan mendekati Brian. Mengelus lembut tubuh dihadapannya.
"Brian....!"
Pemilik nama itu lantas menggeliat, mengerjapkan mata...seutas senyum mengambang di bibir manisnya.
"Kamu tidak bekerja?"
"Pukul berapa sekarang?"
__ADS_1
"Pukul tujuh tepat!"
"Hah!" Dengan sigap lelaki itu beranjak dari ranjangnya, berlari menuju kamar mandi.
Ada pertemuan penting pagi ini dan dia sama sekali tidak boleh terlambat, atau dia harus rela kehilangan jutaan dolar.
Mandi dengan cepat dan bergegas berganti pakaian, menenteng tas kerjanya dan bersiap untuk pergi.
Namun hatinya seolah meminta untuk tinggal saat melihat sarapan pagi yang sudah tersusun rapi di atas meja.
"Dia mungkin bangun pagi sekali untuk menyiapkan itu!" Bergunam dan bergegas ke meja makan, menarik bangku, duduk dan mulai bersiap untuk makan.
"Aku akan mengantarkanmu ke kantor, kamu bisa menyiapkan mobil sementara aku membereskan ini!" Menghampiri Brian dengan dua tas bekal ditangannya.
Brian menurut...beranjak dari tempatnya berdiri.
"Bawa mobilku saja!"
"Ya!" Seraya berjalan ke garasi mobil.
Sepuluh menit kemudian wanita itu sudah keluar rumah, mengunci pintu dan berjalan menuju mobil.
Memasuki mobil "Kamu bisa sarapan!" Sambil menyerahkan kotak bekal sarapan paginya.
"Terimakasih! Kamu tidak sarapan?" Bertanya kepada Bella.
"Aku bisa sarapan nanti!" Seraya mengemudikan mobilnya.
Detik berikutnya sebuah mobil Ferrari 250 GT SWB California meluncur dari halaman sebuah rumah mewah itu menyelusuri jalanan yang cukup padat.
Brian menikmati sarapan paginya sambil sesekali melirik wanita disebelahnya, ada perasaan haru.
__ADS_1
Wanita itu....wanita yang selalu disakitinya. Memperlakukannya dengan sangat baik.Dia bahkan berfikir bahwa dia tidak layak mendapatkan perlakuan seperti itu.
Wanita itu terlalu baik untuknya.