Berbagi Cinta : Penyesalan

Berbagi Cinta : Penyesalan
Part 37 : Sisi Menakutkan Dari Bella


__ADS_3


Brian sempat berfikir bahwa dia sudah cukup mengenal istrinya...namun ternyata tidak. Beberapa menit terakhir dia baru saja melihat hal lain dalam diri wanita itu.


Dan kini dia kembali dikagetkan oleh kepiawaian Bella saat mengendarai mobil, wanita itu mengebut di jalanan yang masih cukup ramai. Dan Brian sedikit kewalahan mengimbangi Bella.


Awalnya Brian berfikir bahwa istrinya akan pergi ke apartemen Claire, namun nyatanya tidak....


***


Bella tahu dia harus kemana!


Kini mobilnya sudah terparkir di halaman parkir sebuah Bar.


Sebelum keluar mobil, Bella mencopot jaket yang dari tadi dikenakannya.


Tubuh seksinya terpampang jelas, sebuah Mini skirt ketat dan sebuah Tope Top berwarna hitam dengan bahan mengkilap.


Pintu mobil terbuka, sepasang kaki ramping dengan heels yang cukup tinggi. Bella membiarkan rambutnya terurai.


Memasuki Bar...


Kali ini Bella memang sengaja ingin menonjolkan diri dan menjadi pusat perhatian, benar saja....puluhan pasang mata melihat kearahnya dengan letupan gairah yang sulit ditebak.


Mmmmm....apa yang dicarinya sudah ketemu, Bella berjalan menghampiri Claire yang tengah bergelayut manja dengan seorang lelaki.


Bella mendekat....


Sadar akan kehadiran orang ketiga, dua sejoli itu menghentikan aktifitasnya.


Kini pandangan lelaki itu tertuju padanya.


Bella mendekati lelaki itu "Aku boleh berbicara dengannya?" Bertanya seraya menunjuk ke arah Claire.


"Of course!" Kata lelaki itu.


Dengan cepat Bella mengambil sebotol whisky di atas meja dan menyiramkannya pada tubuh Claire.


Wanita itu menjerit "You're crazy?"


"Yes i am crazy!" Bella menjambak rambut Claire dengan keras dan wanita itu kini kembali berteriak, wajah-wajah di sana memandang penuh penasaran.


"Dayn help me!" Claire mencoba meminta bantuan kepada kekasihnya.


Lelaki itu mencoba menghentikan perbuatan arogan Bella, namun di detik berikutnya lelaki itu jatuh terjengkang oleh tendangan kaki Bella.

__ADS_1


Dari jauh Brian melihat, kini dia kembali menghela nafas....istrinya selama ini benar-benar berlagak polos.


"Aaarrrgh!" Kata Dayn sambil meringis kesakitan.


"Berikan foto itu!" Bella berbicara dengan lantang dengan tatapan yang begitu tajam.


"Jangan berharap!"


Bella melepaskan cengkeramannya, mendorong tubuh itu hingga terhempas di sofa.


Dengan cepat meraih tas Claire dan menumpahkan semua isinya, Bella meraih ponsel milik Claire.


"Berikan itu padaku!!!" Teriak Claire, Claire terkekeh "Sayangnya foto itu tidak ada di sana!"


"Benarkah?" Sahut Bella sinis "Mungkin di sini ada sesuatu yang bisa menjatuhkanmu!"


"Aaaargh....sialan!!! Berikan ponsel itu!" Mencoba merebut ponsel miliknya, namun Bella tidak kalah gesitnya.


Berbisik pelan di telinga Claire "Datanglah padaku dan berikan semua fotonya atau kita berdua akan hancur sama-sama!"


Paham akan situasinya saat ini, Bella menundukkan badan "Maaf karena membuat keributan ini, sebagai gantinya saya akan mentraktir kalian semua malam ini!" Dan di sambut oleh sorak mereka.


Brian menghela nafas, pertarungan benar-benar berakhir.


"Bella awas!!" Teriak Brian sambil berlari mencoba menyelamatkan wanitanya.


Namun terlambat...Claire sudah melakukan aksinya. Memukul Bella dengan sebotol Whisky kosong.


Prank!!!


Botol pecah...


Pecahannya berserakan di lantai.


Darah segar mengucur dari kepala Bella.


Bella berbalik badan.


Wanita itu tersenyum terkekeh.


Bella ikut tersenyum.


"Sepertinya dia tidak paham bagaimana situasinya saat ini, kamu dalam masalah j*lang!" Gunam Bella.


Sebuah tinju melayang di hidung Claire "Aaaahhh....hidungku!" Detik berikutnya hidung itu mengeluarkan darah sebelum akhirnya dia jatuh terkapar.

__ADS_1


Orang-orang hanya melongo melihat pertunjukan itu...kemudian mereka bersorak.


Bella memegang pelipisnya.


Basah....


Darah...


Kepalanya kini mulai pening.


Brian datang memapah Bella.


Memanggil pelayan dan membayar semua tagihan sebelum akhirnya mereka pergi meninggalkan tempat itu.


***


Di bilik rumah sakit.


"Anda tidak perlu cemas, ini hanya luka luar, kami telah menjahit dan mengobati lukanya. Anda bisa mengambil obatnya!" Kata dokter kepada Brian.


"Syukurlah....terimakasih dokter!" Kata Brian.


"Ya...sama-sama!"


***


"Kamu bisa berjalan?"


"Hemmm!"


"Apa itu sakit?"


"Lumayan!"


"Kenapa kamu berbuat senekat itu?"


Astaga Bella menjadi gerah, kenapa lelaki keren itu kini berubah menjadi seorang penakut.


"Ayo pulang!"


"Aku akan memapahmu!"


"Jika kamu berani menemui Claire, aku akan mematahkan kakimu dengan tanganku sendiri!"


"Tidak akan!"

__ADS_1


__ADS_2