
"Bella!" Brian tidak kalah terkejutnya dengan wanita itu, tapi pukulan Bella kian lama kian menyakitkan.
"Bella!!!" Calvin memanggil dengan meraih tangan Bella, mencoba menghentikan Bella yang mulai membabi-buta.
"Mereka sedang syuting untuk keperluan iklan!" Sambil menunjuk orang-orang disekeliling mereka.
Bella mengalihkan pandangannya....
"Maaf...maaf!" Ucap Bella sambil membungkukkan badan dan menahan malu yang teramat sangat.
"Maaf Brian! Apa itu sakit?" Mengelus-elus tubuh Brian yang terkena serangannya.
"Tidak, aku tidak apa-apa! Maaf mengatakan ini, bisakah kita berhenti 10 menit?" Kata Brian kepada para staf dan dijawab anggukan oleh mereka.
***
"Ah....wajahku! Apa kamu memanjangkan kuku-kukumu untuk mencakar?" Keluh Brian kepada Bella.
"Untuk saat-saat darurat!" Sambil menyeringai ke arah Brian.
"Jika dipikir-pikir kapan kalian menjadi sedekat ini, hey Calvin kenapa kamu memanggilnya dengan sebutan Bella dan apa itu tadi? Kenapa kamu memegang-megang tangan istriku?"
"Sejak tiga hari yang lalu!" Jawab Calvin dengan wajah tertunduk.
"Berhenti memarahinya! Aku yang memintanya berbicara informal kepadaku! Lagi pula kemana saja kamu selama tiga hari ini? Kenapa ponselmu tidak aktif? Dan jangan salahkan aku jika aku datang dan tiba-tiba menghajarmu! Siapa yang bisa tenang melihat pemandangan seperti tadi?"
Brian tersenyum.
"Kenapa tersenyum? Kamu terlihat sangat menakutkan!"
"Aku senang?"
"Apa?? Kamu senang setelah aku memarahimu?"
"Aku senang karena kamu mengkhawatirkanku dan cemburu kepadaku! Apakah aku satu tingkat lebih berarti di hatimu?"
"Tidak! Masih ada di tempat yang sama! Jangan lakukan iklan itu! Suruh orang lain yang melakukannya!" Sambil berlalu pergi.
"Modelnya tiba-tiba membatalkan janji dan ini harus secepatnya!"
Tapi Bella benar-benar tidak perduli.
"Calvin!"
"Ya Tuan muda!"
"Bisakah kamu membintangi iklan tersebut?"
"Saya tidak bisa!"
"Kenapa? Aku akan memberimu 2 kali lipat?"
__ADS_1
Calvin menggeleng.
"3 kali lipat?"
"Tidak!"
"5 kali lipat?"
"Tidak!"
"Astaga!!"
"Calvin!" Bella kembali "Bisakah kamu menggantikan Brian untuk iklan itu, kamu tahu bukan Brian lelaki seperti apa? Hemmmm....!!"
"Baiklah! Aku akan melakukannya!" Jawab Calvin dengan senyum manisnya.
Pandangan Brian bergonta-ganti melihat Calvin dan Bella, ada apa dengan mereka???
"Hey...!!! Semudah itu kamu menerima permintaan Bella?" Melangkah pergi, kemudian kembali lagi "Setelah iklan selesai, kamu saya pecat!"
"Tuan muda!!!"
"Tidak masalah Calvin, kamu sangat handal dalam mengemudi, kamu bisa menjadi supir pribadiku jika mau!" Sambil tersenyum menggemaskan.
"Bella!" Berteriak dan kemudian menarik tangan istrinya.
"Lakukan dengan baik atau aku benar-benar memecatmu!"
"Ya! Dan aku akan menghukummu setelah ini!"
"Benarkah? Aku menantikannya!"
"Kita mau kemana?"
"Ke hotel!"
"Bagaimana dengan makan siang?"
"Tidak ada!"
"Bagaimana dengan berkeliling?"
"Tidak!"
"Lantas apa yang akan kita lakukan di hotel?"
"Menghukummu!"
"Brian!" Berteriak keras, tetapi lelaki itu tidak bergeming sedikitpun.
"Masuk!"
Bella menurut, pintu dibanting cukup keras oleh Brian.
__ADS_1
Bella tersenyum "Dia cemburu?" Bergunam.
***
Bella berdiri di samping jendela, langit di luar cukup terik, cuaca semakin tidak menentu...terkadang panas terik, esoknya bisa mendung atau bahkan hujan.
Suhu di ruangan cukup sejuk! Pendingin ruangan bekerja dengan semestinya.
Brian nampak berganti pakaian, dia hanya mengenakan celana pendek dengan motif bunga dan kaus putih polos.
Lelakinya terlihat mengagumkan.
Dilihatnya lelaki itu "Kenapa dia terlihat sangat sempurna dengan pakaian seperti itu?" Bergunam.
"Apakah kamu nyaman dengan pakaian itu?"
"Tidak! Apa aku boleh meminjam pakaianmu?"
"Tidak!"
"Kenapa pelit sekali? Waktu di rumah Papa kamu membiarkanku memakai apapun!"
"Hanya ada satu! Nanti biar aku belikan, tunggu sampai agak sorean!"
Bella berjalan mendekati lemari pakaian Brian, benar saja! Hanya ada satu kemeja tersisa.
Bella mengambil kemeja itu dan pergi ke kamar mandi.
Mandi di siang hari sangat menyegarkan dan Bella keluar kembali dengan kemeja super besar milik Brian.
"Astaga! Wanita ini!" Berkata lirih.
"Apa yang kamu lakukan?"
"Melihat perkembangan masalah!"
"Apa masalahnya tidak kunjung terselesaikan? Berapa lama lagi kamu akan tinggal disini?"
"Masalahnya sudah hampir terselesaikan, tapi masalah lain mulai muncul!"
"Apa itu?" Bella penasaran dan mendekati Brian, mencoba melihat tablet yang sedari tadi dipegangnya.
"Seorang wanita cantik dengan rambut basah, wajah tanpa riasan dan baju yang tidak selayaknya terus saja memprovokasiku! Apa yang harus aku lakukan?" Menatap ke arah Bella.
"Astaga!! Aku berpikir tentang hal serius yang mungkin terjadi!"
"Apa kamu menganggap masalah ini tidak serius?" Mendekatkan wajahnya ke arah Bella.
Gleg...
Bella menelan ludah sendiri.
Apakah dia siap untuk ini?
__ADS_1