Berbagi Cinta : Penyesalan

Berbagi Cinta : Penyesalan
Part 41 : Siapa Lelaki Itu?


__ADS_3


Tidak bisakah kamu berdamai dengan hatimu Bella...


Suara yang entah dari mana datangnya berbisik lirih ke hatinya.


"Baiklah aku akan berdamai dengan hatiku!" Gunam Bella.


Bella masih menginginkan Brian! Tapi siapa yang akan menjamin lelaki bedebah itu tidak akan mengulangi perbuatan bodohnya dan menjeratnya dalam rasa sakit yang teramat sangat?


Bella juga merasakan kebencian itu teramat hebat, tetapi dia tidak bisa untuk tidak perduli kepada lelaki yang sudah hampir enam bulan menjadi suaminya itu.


Waktu yang terbilang singkat untuk sebuah penghianatan.


Dia bahkan sempat berfikir bahwa dirinya bisa merubah Brian menjadi pribadi yang lebih baik. Namun kini dia paham akan satu hal. Perubahan yang sebenarnya bukanlah dari orang lain, tetapi keinginan murni dari dalam hati.


Koridor kantor terasa begitu panjang, berjalan di sana membuatnya sedikit sesak.


Tiba-tiba ponselnya berdering...


Panggilan masuk dari Calvin.


"Ibu sampai di mana?"


"Maaf Calvin aku baru sampai di lobby depan! Aku akan segera bergegas, sebaiknya kalian memesan makan siang terlebih dahulu!"


"Ibu mau makan siang apa?"


"Apa saja! Aku menyukai semuanya!"

__ADS_1


Kemudian panggilan itu berakhir.


Karena letak restoran hanya berseberangan jalan dengan kantornya, Bella hanya membutuhkan waktu sekitar sepuluh menit untuk tiba di sana.


Bella memasuki restoran itu, seorang pelayan menyapa dan mempersilahkannya masuk.


Dari kejauhan Bella bisa melihat wajah Calvin, menyadari kehadiran atasannya. Calvin melambaikan tangan dan menyuruh Bella untuk segera menghampirinya.


"Maaf karena membuat anda menunggu terlalu lama!" Itulah kata pertama yang terlontar dari bibirnya. Ada semacam perasaan bersalah, dia yang meminta untuk bertemu siang ini terapi dia malah datang terlambat.


Rekan Calvin mendorong kursinya, berdiri dan menoleh ke arah Bella "Tidak masalah! Silahkan duduk!"


Bella melihat wajah lelaki di depannya itu.


Deg...deg...deg....


Jantungnya tiba-tiba berdetak cepat, dadanya terasa sesak, wajahnya mulai memanas.


"Dasar bedebah!"


Orang-orang di sekeliling memperhatikan, dan kini tiga orang itu menjadi pusat perhatian.


Calvin juga tidak kalah terkejutnya, dia heran kenapa atasannya tiba-tiba marah dan sedih saat melihat kakak sepupunya.


"Aku baru berencana mencarimu sore ini! Ternyata kamu yang terlebih dahulu menemukanku!" Sambil meraih tubuh Bella yang terlihat sedikit mungil di hadapan lelaki itu, membenamkan wajah yang beruraian air mata itu ke dalam dada bidangnya.


"Ah....ternyata mereka saling mengenal, lantas hubungan semacam apa yang terjalin di antara mereka? Kenapa atasannya terlihat sedikit di luar kendali!" Gunam Calvin.


Lelaki itu membisikkan sesuatu di telinga Bella "Haruskah kita mencari tempat yang lebih nyaman?"

__ADS_1


"Biarkan aku seperti ini! Sebentar lagi!" Jawab Bella.


"Baiklah!" Kata lelaki itu sambil mengelus kepala Bella dengan lembut.


Bella terkejut, dia tidak menyangka dengan pertemuan ini! Dan dia tidak perduli dengan pandangan aneh dari orang-orang di sekitarnya.


Dia hanya ingin seperti ini, sebentar saja....terbuai dalam kehangatan yang dulu sempat dia rasakan.


Tanpa melepas pelukannya, Bella mendongak ke atas, dilihatnya wajah itu....wajah yang nyaris tidak berubah sedikitpun.


"Aku akan membunuhmu!" Berbicara setengah berbisik namun masih mampu tertangkap oleh indra pendengaran Calvin.


Lawan bicaranya hanya tertawa gemas mendengar ancaman dari mulut Bella.


Bella masih seperti yang dulu, setidaknya itulah yang dia pikirkan saat ini.


Melihat Bella seperti itu, Calvin menjadi sangat yakin hubungan mereka pastilah sangat sepesial.


***


Tanpa mereka sadari sedari tadi sepasang mata memperhatikan kedekatan mereka dari jauh, antara penasaran dan rasa cemburu yang berkecamuk menjadi satu.


Siapakah orang yang bersama Bella itu?


Ini pertama kalinya dirinya melihat Bella sedekat itu dengan lelaki lain, selain dia, Gabriel dan Alnord?


Dadanya bergidik ngilu...


Tapi pantaskah dia marah saat Bella memeluk erat lelaki lain tepat dihadapannya?

__ADS_1


Dirinya sekarang bahkan tidak pantas untuk bahagia.


__ADS_2