Berbagi Cinta : Penyesalan

Berbagi Cinta : Penyesalan
Part 64 : Melintasi Waktu


__ADS_3


Baru saja Brian berlalu dari hadapan Dera, usai melemparkan banyak bujukan dan rayuan. Diliriknya lagi barang-barang mewah yang teronggok lesu di sudut sofa, barang yang kembali akan memenuhi ruang kosong di lemari miliknya. Lelaki itu masih tetap saja kekeh pada pendiriannya, mencoba menyingkirkan janin yang kini bersemayam dalam rahimnya "Maaf Bella!" Gunamnya dalam hati.


Flashback


Udara dingin kembali menyetubuhi dirinya tanpa ragu, dia masih duduk teronggok dengan lelehan larva panas yang mengalir tanpa henti disudut matanya. Apa yang kini harus dia lakukan?


"Dasar lelaki sialan yang tidak punya hati!" Runtuknya dalam hati. Dia telah sepenuhnya mempercayakan hatinya pada lelaki itu, berharap sebuah hubungan singkat yang menggelora ini akan menjadi awal yang indah bagi mereka. Dia kembali menggerayangi perutnya yang masih terlihat rata, apa yang harus dia lakukan dengan janin ini? Kemudian tangisnya kembali pecah, mengisi kesunyian di pinggir jalan yang gelap itu. Bis terakhir telah berlalu dan dia tidak tahu dengan cara apa dia akan kembali.

__ADS_1


Sampai akhirnya sebuah cahaya yang menyilaukan datang padanya, sebuah mobil berhenti tepat di depannya, dia hafal betul siapa pemilik mobil itu. Dan dia tetap dalam posisi semula, tidak ada yang perlu dia khawatirkan karena nyatanya hidupnya jauh lebih mengkhawatirkan. Pemilik mobil itu turun dan menghampiri dirinya "Kamu baik-baik saja?" Dia menghentikan tangisnya, menilik kembali pemilik suara itu. Apa yang salah dari hidupnya? Kenapa semua tidak berjalan dengan baik? Dan kenapa selalu dia yang mendapatkan banyak keberuntungan. Lantas pikiran itu terlintas dalam benaknya begitu saja. Kemudian dia meraih tangan itu, tangan yang sedari tadi terulur kearahnya.


***


Brian tidak dalam keadaan baik malam itu, usai perseteruan hebat tadi siang. Apa salahnya menuruti perkataannya? Toh waktu itu dia bisa meninggalkan hobinya untuk menggantikan posisinya di perusahaan. Apa wanita itu berpikir bahwa hidupnya kelak akan berada dalam kesusahan? Apa wanita itu tidak percaya dengan ketulusannya? Sebenarnya seperti apa posisi dirinya di dalam hidup wanita itu. Brian tidak meminta lebih, hanya berharap wanita itu berhenti sejenak. Paling tidak sampai dia dinyatakan hamil. Apa itu berat? Apa dia tidak bisa sedikit berkorban untuknya?


Dengan pikiran kalut dia melangkah meninggalkan rumah dengan mobil pribadinya. Melewati jalanan malam yang sedingin perasaannya, namun tiba-tiba laju mobilnya terhenti. Kala dia mendapati sesosok wanita yang amat dikenalnya. Sebenarnya dia tidak terlalu dekat dengan wanita itu, namun karena dia adalah sahabat baik dari istrinya. Apa salahnya jika dia berhenti dan menghampiri wanita tersebut. Wanita itu tampak duduk berlutut di pinggiran sebuah halte, wajahnya terlihat kusut dan lembab, apakah hujan baru saja menghampirinya? Ah...ternyata Tuhan tidak hanya mengirimkan hujan untuk dirinya, tetapi juga untuk wanita itu. Brian meluluh...hatinya tergerak. Kemudian dia beranjak dari kursi kemudinya dan turun menghampiri wanita tersebut dan berkata pelan "Kamu baik-baik saja?" Sambil mengulurkan tangan kanannya. Tubuh itu diam kaku, hanya matanya yang sedari tadi memandang kearahnya. Mungkin wanita itu sedikit waspada? Bukankah dia harus melihat dengan jelas siapa yang datang? Mungkin kini dia mulai mengenali wajah Brian, karena tangannya kini telah terulur, meraih tangan Brian.


Hangat....itu yang Brian rasakan, karena suhu di luar saat itu mencapai minus lima derajat celsius.

__ADS_1


Saat pelukan itu telah terlepas, Brian membimbing wanita itu ke dalam mobilnya. Kemudian mereka berakhir di sebuah tempat makan, semangkuk sup hangat dan sebotol soju akan menghangatkan tubuh mereka. Wanita itu bercerita tentang banyak hal, dan dia juga menjadi cerewet di detik yang sama. Mereka saling bertukar keluh kesah dan entah apa yang terjadi setelah itu, karena paginya dia terbangun dalam keadaan telanjang di kamar sebuah hotel bersama wanita itu.


***


Kesalahpahaman?


Tentu saja itu yang terjadi...


Namun...

__ADS_1


Entah kenapa kesalahan itu terus berulang, hingga membuat dirinya kini nyaris tidak mampu meninggalkan wanita itu. Ada semacam kekuatan besar yang menariknya masuk lebih dalam...bersama wanita itu Brian serasa memasuki satu dunia baru, dunia yang belum pernah ia jamah sebelumnya.


Apakah itu sebuah cinta?


__ADS_2