
Bella berlari dengan panik, melewati lorong-lorong rumah sakit yang gelap dan menakutkan...
Ketakutan tiba-tiba menyeruak ke dalam hati, membuat air matanya mengalir begitu saja.
Disudut lorong persis di depan sebuah ruang ICU, Ibunya nampak duduk dengan resah.
Bella berdiri mematung.....dihapusnya air mata yang sedari tadi mengalir.
Sial....
Air mata itu terus saja jatuh di luar kesadarannya.
Dihapusnya lagi dengan cepat air mata itu, menarik nafas dalam dan berjalan setengah berlari menghampiri Ibunya.
"Bella!" Itulah kata pertama yang ke luar dari bibir Ibunya, saat melihat kedatangan anak semata wayangnya.
"Bagaimana kondisi Ayah?"
"Ayah pasti baik-baik saja!" Dengan senyum yang terlihat dipaksakan.
Dipeluknya wanita itu dengan erat....air matanya kembali berusaha menembus gerbang pertahanannya.
"Jangan mengangis Bella....jangan menangis!!!" Rintihnya dalam hati.
Di sisi lain Agatha juga berusaha sekeras tenaga untuk tidak menangis....dia berusaha setenang mungkin....ya....semua akan baik-baik saja...setidaknya kalimat itu membuatnya menjadi lebih baik, dan dia berharap Bella juga tidak perlu terlalu mencemaskan keadaan Ayahnya.
Dua orang itu sama-sama berusaha terlihat kuat, berharap ketenangan itu menguatkan yang lainnya...
***
Di ruang perawatan...
Bella duduk di sisi tempat tidur, memandangi wajah Ayahnya yang masih belum sadarkan diri.
Wajah tua yang mulai mengeriput.....bagaimana bisa dia melupakan kesehatan lelaki tua itu???
Kini air matanya benar-benar tidak bisa terbendung lagi, mengalir begitu saja, bersusul-susulan.....
Sementara itu Agatha terlihat duduk dengan khusuk, mulutnya sedari tadi tidak henti-hentinya berdoa...dia ingin kesembuhan untuk suaminya, dia ingin lelaki keras kepala itu segera tersadar.
Bella masih dengan tangisannya, menunduk....berusaha sebisa mungkin tidak menimbulkan suara.
Tiba-tiba sebuah sentuhan mendarat di kepalanya.
"Ayah baik-baik saja!"
Suara parau itu malah membuat tangisan Bella membabi buta, diraihnya tangan Alnord. diciumnya berulang kali tangan renta itu...
__ADS_1
Mengetahui suaminya sudah sadar, Agatha berjalan menghampiri suaminya dan tersenyum.
Dielusnya rambut lelaki itu "Aku tahu kamu tidak akan tega meninggalkan kami seperti ini, jadi lekaslah pulih dan ayo kita pulang!"
Alnord tersenyum....
Dalam hati dia bersyukur....terimakasih telah mengijinkanku kembali kepada mereka.
***
Di sisi lain.....
Di ruang kerja Brian.
"Apa yang membawamu kesini!"
Bukannya menjawab, lawan bicaranya malah melemparkan sebuah amplop besar berwarna coklat.
Penasaran dengan apa isi di dalamnya, dengan cepat Brian meraih amplop itu dan membukanya....
Raut wajah Brian seketika berubah, darahnya mulai mendidih.
"Apa yang kamu inginkan?" Bertanya dengan emosi yang tertahan.
"Kamu tahu apa yang aku inginkan!"
***
Kini Brian tengah duduk sendiri, menikmati segelas kenikmatan yamg membuatnya sejenak terbebas dari pikiran buruknya.
Otaknya benar-benar kelu....
Kenapa segalanya terasa begitu rumit??
Jelas!!
Dia tidak bisa merelakan apa yang sekarang dimilikinya....sebuah kehidupan sederhana yang membuat hatinya bahagia...tidak bisakah Tuhan sekali ini saja...membiarkannya hidup tenang.
Ternyata memilih untuk menjadi orang baik tidak semudah yang dia pikirkan...
Bukankah kini Tuhan terlihat sedang mempermainkannya???
Diteguknya lagi minuman dalam gelas ditangannya sampai habis.
"Berikan aku satu gelas lagi!"
Dengan cekatan tangan bartender menambahkan potongan es batu didalam gelas kaca, dan kemudian menuangkan whisky dalam gelas itu.
Minuman sudah ditangan Brian, sekali lagi dicecapnya minuman itu...
__ADS_1
Ponselnya bergetar.
Bella....
"Aaaaarrrgh!!! Maaf Bella biarkan aku sendiri dulu!" Lantas menaruh kembali ponselnya dalam saku celananya.
Kata-kata tamu tadi siang masih melekat dalam pikirannya, apa yang harus dia lakukan saat ini.
Tiba-tiba dia menjadi linglung...
Dua orang wanita cantik menghampiri Brian, berbalut busana seksi. Hingga memperlihatkan lekuk-lekuk ditubuhnya.
Berbicara dengan tatapan yang menggoda "Kami boleh duduk di sini?"
Dipandanginya wanita itu...."Ahhhhh.....!!!! Tidak bisakah aku duduk dengan tenang!" Gunam Brian dalam hati.
"Silahkan!"
Saat dua wanita cantik itu duduk, Brian lantas berdiri. Mengeluarkan kartu kreditnya dan membayar tagihan. Lantas berlalu meninggalkan dua wanita itu.
Kini Brian tengah berada di dalam mobilnya.
Dia tidak ingin pulang malam ini.
Tetapi kondisinya tidak memungkinkan untuk menyetir.
Haruskah dia memanggil supir pengganti???
Tidak....
Tidak...
Dia akan tidur seperti ini, sampai kondisinya membaik.
Lantas Brian menurunkan sedikit kursinya dan memejamkan mata...
Sayup-sayup terdengar suara merdu John Mayer, You're Gonna Live Forever in Me....
A great big bang and dinosaurs
Fiery raining meteors
It all ends unfortunately
But you're gonna live forever in me…...
.....suara itu mulai menghilang, berganti sebuah dengkuran lembut.
Dia benar-benar terlelap....dalam ketakutan yang sangat....
__ADS_1
Akankah dia bisa melewati musim ini? Musim yang dipenuhi panas terik dan genangan hujan...