Berbagi Cinta : Penyesalan

Berbagi Cinta : Penyesalan
Part 58 : Satu Bukti Baru


__ADS_3


Bella tidak bisa bertahan lebih lama, air matanya membuncah begitu saja. Secepatnya dia harus menjauh dari kerumunan, Bella berlari....


Dan....


Bruuuk!!!


Tubuhnya menabrak seseorang.


"Bella!!! Kenapa kamu berlari seperti itu!"


Begitu melihat orang yang dikenalnya, Bella langsung menghambur kepelukan lelaki tersebut "Bawa aku pergi!!!" Berteriak dengan keras dan kini air mata itu telah tumpah ruah membasahi wajahnya.


"Ada apa?" Tanya Dion sambil memegang kedua pundak Bella.


"Bawa aku pergi!" Suara itu kini terdengar sedikit melemah.


Tanpa menunggu jawaban dari Bella, Dion menuntun Bella dan membawa wanita itu ke dalam mobilnya.


Kemudian mobil berjalan dengan perlahan meninggalkan halaman rumah mewah tersebut.


Bella masih dengan tangisnya.


***


Mobil berhenti di sebuah jalanan sepi, entah berapa lama wanita itu menangis menyembunyikan wajahnya dengan kedua tangannya.


Sampai akhirnya berhenti, kemudian menyeka wajah itu dengan tisu yang disodorkan oleh Dion.


"Belikan aku kalung!" Kalimat pertama yang keluar dari mulut wanita itu cukup membuat Dion melongo, lelaki itu kehabisan kata-kata. Hanya karena sebuah kalung??? Bella menangis sampai wajahnya nyaris tidak berbentuk.


"Kalung seperti apa yang kamu inginkan! Ayo kita pergi sekarang! Sepertinya ini belum terlalu larut!"


Bella mengangguk.


Dion tersenyum "Hapus dulu air matamu dengan benar!"

__ADS_1


"Hemmm!" Sambil mengangguk-anggukkan kepalanya.


***


Mobil itu akhirnya kembali merangkak, meninggalkan jalanan sepi dan bergerak terus menuju sebuah tempat pembelanjaan.


"Kalung seperti apa yang kamu inginkan?"


Lantas Bella menunjuk sebuah brand terkenal dan mencari benda yang diinginkannya.


"Maaf Nona barang yang anda cari tidak ada, hanya ada tiga buah yang diproduksi dan semuanya sudah laku terjual. Saya bisa merekomendasikan perhiasan lain yang tidak kalah bagusnya!" Ucap karyawan muda itu dengan sopan.


Bella menggeleng, kemudian menatap ke Dion. Seperti mengerti maksud Bella Dion akhirnya bertanya "Boleh saya tahu siapa saja yang membeli barang itu?"


"Maaf kami tidak bisa memberitahukan informasi tersebut!"


"Bisa saya berbicara dengan managernya?"


"Baik akan saya panggilkan!"


Dan selang berapa saat, datanglah seseorang yang disebut sebagai manager di tempat itu.


Lantas Dion membisikkan kata-kata ke manager tersebut, kemudian orang itu pergi dan kembali dengan sebuah kertas kecil ditangannya seraya berkata.


"Seharusnya anda berkata lebih awal jika menginginkan perhiasan tersebut, saya pasti akan menyimpannya untuk anda!"


"Baik akan saya lakukan lain kali, terimakasih untuk informasinya. Dan tolong bungkuskan satu set perhiasan terbagus disini!"


"Kami punya beberapa koleksi terbaru, jika anda berkenan mari saya antar untuk melihat-lihat terlebih dahulu" Ucap menager toko itu penuh hormat.


Dion melirik ke arah Bella, jangankan untuk memilih perhiasan. Sepertinya gairah hidup wanita tersebut sudah musnah.


"Pilihkan saja yang terbaik menurut anda, saya sedang terburu-buru!"


"Baik! Mohon tunggu sebentar!"


Setelah membayar barang belanjaannya, Dion menggandeng Bella menuju ke tempat parkir.

__ADS_1


Saat didalam mobil Dion membuka kertas kecil itu dan membaca isinya.


"Apa Brian kembali berulah?"


"Apakah kamu bisa dipercaya?"


"Aku adalah bagian lain dari dirimu Bell! Saat kamu sedih ataupun senang aku juga ikut merasakannya!"


"Apa aku boleh memanfaatkanmu?"


"Hemmm...lakukan sesukamu!"


"Siapa saja orang yang membeli perhiasan itu?"


"Brian salah satunya dan dua orang lagi aku tidak mengenalnya!"


"Bisakah kamu carikan informasi tentang orang-orang tersebut dan apakah mereka memiliki hubungan dengan Dera!"


"Dera??? Apa aku tidak salah dengar?"


"Hemmm!"


"Apa aku melewatkan sesuatu?"


Melihat reaksi Bella bisa dipastikan wanita itu tengah enggan berbicara "Lantas sekarang kamu mau pergi ke mana?"


"Pulang!"


"Kamu baik-baik saja jika pulang?"


"Hemmm!"


"Baiklah!" Ucap Dion kemudian mulai mengemudikan mobilnya dengan perlahan.


Otak Dion dipenuhi berbagai macam pertanyaan, sebenarnya untuk siapa Brian membeli kalung tersebut?


Kenapa Bella terlihat sangat terluka?

__ADS_1


Apa hubungan Dera dengan masalah ini?


"Lebih baik diam dan lakukan saja yang terbaik untuk Bella." Gunamnya.


__ADS_2