Berbagi Cinta : Penyesalan

Berbagi Cinta : Penyesalan
Part 80 : Pergilah Dari Hidupku


__ADS_3


Setelah berkemas Bella mulai berkendara, jalanan masih begitu lenggang siang ini. Setelah hampir 40 menit lamanya sampailah dia, sosok yang amat dikenalnya telah berada di sana. Melihat Bella datang lelaki itu lantas berdiri dan menebarkan senyuman manis.


Dan...ah...lagi-lagi senyum itu membuatnya melumer, seperti balok es batu di tengah terik.


Namun toh dia hanya diam saja, wajahnya nyaris sedingin es. Meskipun kini hatinya berdentang tidak karuan.


"Kamu sudah datang?" Kata lelaki itu sambil tetap tersenyum manis.


Lantas Bella duduk "Baiklah langsung saya ke intinya!"


"Bukankah sebaiknya kita memesan makanan dulu? Kamu belum makan siang kan?"


Bella menatap Brian dalam...


Kebencian kini mulai kembali merambati hatinya, selalu seperti itu! Seolah kebencian dan cintanya bertumpuk menjadi satu.


Untuk apa kini lelaki itu memberikan begitu banyak perhatian kepadanya, perhatian yang jelas-jelas hanya membuatnya semakin terluka...


"Brian kumohon cukup!"


Lelaki itu hanya diam seribu bahasa, dia benar tidak tahu apa yang di maksud oleh wanitanya, apa kali ini dia salah lagi?

__ADS_1


"Bella aku...."


Belum juga menuntaskan ucapannya, Bella telah lebih dulu bersuara.


"Bisakah kamu berhenti?"


Kini air matanya mulai mengambang disudut matanya.


"Kumohon berhentilah memberikan perhatian kepadaku, berhentilah mengirimkan hal-hal yang tidak berguna kepadaku! Ini sangat sulit Brian, sangat sulit...aku berusaha sangat keras untuk melupakanmu tapi kamu selalu datang sesuka hatimu. Bisakah kamu pergi saja dari hidupku? Kumohon jangan pernah memunculkan wajahmu dihadapanku! Jangan pernah! Meskipun cinta itu belum sepenuhnya memudar tetapi kita tidak bisa lagi bersama, aku tidak bisa jika harus terluka lagi! Ayo kita akhiri ini, semoga kamu bisa bahagia dengan kehidupanmu!" Lantas wanita itu beranjak dari duduknya "Aku datang untuk mengembalikan barang-barang pemberianmu!" Kemudian Bella meraih tasnya dan berlalu pergi tanpa memberikan sedikitpun kesempatan bagi Brian untuk berbicara.


Namun dia sadar, dia pantas untuk itu! Meskipun dia tidak pernah merelakan Bella untuk siapapun di dunia ini.


Dan menjauh dari hidup Bella adalah masalah terbesarnya saat ini!


Punggung Bella kini telah melenyap, saat Brian masih terpaku memandangi sisi ruangan yang lenggang. Dia menyewa restoran ini. Karena baginya waktu bersama Bella selalu istimewa...dan dia baru menyadari hal itu sekarang. Saat semuanya sudah tidak bisa dikendalikan.


Hampir dua jam Brian berdiam di tempatnya saat ini, kemudian dengan gontai dia bangkit dan berjalan menuju mobilnya. Kotak-kotak hadiah yang dia kirimkan kepada Bella bertumpuk dengan rapi di depan mobilnya. Hatinya kembali hancur...tidak bisakah jika Bella membuang itu semua??? Setidaknya dia tidak akan terluka seperti ini.


***


"Kamu mau mengajakku kemana?"


Saat Dion menggiringnya dengan mata yang ditutup kain.

__ADS_1


"Bisakah kamu diam? Kamu akan segera tahu!"


Lantas ocehan dan keluhan Bella mulai terdengar, saat wanita itu menyadari jalanan yang kini tengah dia lalui semakin menanjak dan berbatu.


"Sudah sampai, sekarang kamu bisa membuka penutup matamu!"


Bella melakukan hal yang diinginkan Dion, dan...sebuah pemandangan indah terbentang di hadapannya.


Tempat yang sunyi, sebuah tenda, kursi santai, api unggun, aroma daging yang dipanggang, bintang-bintang yang terpendar indah di atas langit, semilir angin yang menyejukkan.


Lantas senyum Bella merekah.


"Siapa yang menyiapkan ini?"


"Tentu saja bukan aku!" Jawabnya sambil tertawa renyah.


"Ayo!" Sambil menggiring Bella menuju perapian.


"Terimakasih!" Ucap Bella kemudian.


Dan hanya dijawab dengan sebuah senyuman yang mengambang di sudut bibir Dion.


Sepertinya kebahagian baru akan segera dimulai.

__ADS_1


__ADS_2