
Berada sedekat ini dengan Brian nyatanya membuat jantungnya tidak aman. Jedag-jedug tidak karuan...pakaiannya juga membuat Bella sedikit risih, rok pendek ketat itu semakin terangkat ke atas dalam posisi duduk seperti ini, Bella merasakan gesekan langsung dengan celana bahan Brian, darahnya ikut berdesir, sepersekian detik dia menikmati posisi seperti ini, membiarkan pikiran liarnya mengembara.
Lantas di menit berikutnya, dia mencoba bangun dari tempat duduk hidupnya.
"Tetaplah disini!" Menahan Bella.
"Ini membuatku tidak nyaman! Aku akan duduk di sana!" Sambil menunjuk sebuah sofa kulit panjang yang berada di ruangan Brian.
"Ah...maaf!" Lantas membiarkan Bella berdiri.
"Aaaaahhhh....!"
Kini jantung Brian yang tidak aman, suara rintihan yang keluar dari mulut Bella jelas membangunkan sesuatu yang lain dalam dirinya.
"Sepertinya rambutku menyangkut!"
Ah...benar saja! Rambut Bella menyangkut di kancing kemeja Brian.
"Jangan bergerak, aku akan membantu melepaskannya!" Jawab Brian.
Bella berdiam pada posisinya, berdiri dengan badan membungkuk.
Pemandangan ganjil tertangkap indra penglihatannya, sesuatu yang menggembung dan berdenyut-denyut tepat dibalik celana Brian, tepat ditengah-tengah selangkangannya.
Mendadak wajah Bella memerah.
"Sudah....sudah terlepas!" Suara Brian mengagetkannya.
"Ya!" Menjawab dengan suara gagap dan wajah memerah.
Sepertinya Brian mengerti sebab perubahan itu "Maaf!"
"Untuk apa?"
__ADS_1
"Aku bisa menahan diri dengan diriku, tapi yang ini benar-benar di luar kendaliku!" Sambil menunjuk bagian dari dirinya.
"Hey!!!!" Membelalakkan mata, bukankah lelaki itu terlalu blak-blakan.
Tersenyum "Itu karena kamu sangat menggoda!"
"Apa semua lelaki melihat dari bentuk tubuh?"
"Ya!"
Bella kembali membelalakkan mata, jika dipikir-pikir wanita Brian terlihat sangat seksi, badannya tinggi dan ramping, betisnya bagus dan dada yang besar, super besar.
Cemburu menguasai dirinya, diraihnya tas dan hendak berlalu pergi.
...tapi tangan itu menahannya "Lelaki menyukai wanita yang seksi, tapi tidak semua wanita seksi membuat jantungnya berdebar!" Berdiri, meraih tubuh Bella dan mendekatkan pada tubuhnya "Dengarlah! Jantungku berdetak cepat, sangat cepat. Berdekatan denganmu membuatku sangat menghawatirkan jantungku!"
Apa itu....???
Lelaki itu membual...???
Apa Bella juga termasuk???
Ya....!!!!
Bella termasuk dari salah satu wanita itu.
Bella melihat ke atas, melihat detail wajah Brian. Mencoba mencari celah dari kebenaran kata-katanya.
Dan...lagi-lagi Bella tidak melihat kebohongan di sana.
"Aku boleh menciummu!" Bella bertanya dengan suara yang begitu lirih.
Tubuh Brian bagai tersengat listrik, tidak mempercayai apa yang baru saja didengarnya "Apa???"
Dengan cepat Bella menarik ujung dasi lelaki dedepannya, merengkuh erat pundak Brian dengan kedua tangannya.
__ADS_1
Cup....
Sebuah ciuman mendarat di bibir Brian.
Bella merasakan tubuhnya mulai memanas, Brian juga merasakan hal yang sama. Tapi Brian masih gagu, masih ragu untuk bertindak lebih jauh, logikanya mulai bekerja "Mungkin ini sebuah jebakan!"
Nafas Bella mulai memburu, didekatkannya lagi bibirnya pada bibir Brian.
Kini matanya mulai terpejam...
Sentuhan lembut itu mulai memburu, Brian masih kaku.
Tapi tidak untuk menit berikutnya...
Sekarang tubuh Brian makin memanas.
Terbakar gelora hebat di jiwanya.
Kini dia terbawa dalam permainan Bella.
L*matan yang makin intens dan makin kalap!
Dua orang itu sudah menyerah rupanya....
Membobol sebuah tembok besar pertahanan masing-masing.
Ruangan yang dingin terasa begitu gerah.
Detik berikutnya Brian menanggalkan dasi yang menjerat lehernya, membuka beberapa kancing kemejanya....
Sepertinya pekerjaan Brian akan kembali tertunda....
Ada hal mendesak yang harus dia lakukan.
Mengikuti permainan Bella, dan menjadi budak wanita itu.
__ADS_1