Berbagi Cinta : Penyesalan

Berbagi Cinta : Penyesalan
Part 72 : Lelaki Itu Kembali


__ADS_3


Suasana cukup hening beberapa saat sampai kemudian Brian berkata "Baiklah ayo kita menikah!" Dan sebuah senyuman mengembang di bibir manis Dera "Akhirnya sebentar lagi...ya sebentar lagi kamu akan memiliki Ayah nak!" Gunamnya seraya mengelus perut buncitnya.


"Kapan?"


"Secepatnya! Aku pulang dulu!" Kemudian bangkit dari duduknya dan hendak berlalu, namun suara Dera menahannya "Kenapa tidak tidur saja di sini?" Brian menghela nafas "Maaf ada yang harus aku kerjakan!" Kemudian dia menepis tangan yang sedari tadi memegangi lengannya dan berlalu pergi.


Sepertinya musim lagi-lagi tidak memihak lelaki itu.


***


Akhirnya acara sakral itu akan dilaksanakan sebentar lagi, namun hanya akan diadakan secara sederhana di kediaman Gabriel. Lelaki tua itu menolak dengan keras adanya sebuah pesta meriah "Jika ingin menikah lakukan saja secara sederhana!" Dan mau tidak mau Dera menuruti permintaan itu, tetapi Dera tetap kekeh untuk membuat sebuah gaun "Ayo kita membuat baju!"


"Lakukanlah sesuka hatimu!" Ucap Brian kemudian.


***


Siang ini Bella nyaris tersedak saat tengah menenggak es americano miliknya sambil melihat beberapa gambar untuk edisi musim panas yang akan datang. Dia nyaris tidak percaya dengan apa yang dilihatnya, melihat wanita itu muncul di tempat kerjanya sambil menyunggingkan senyum manis tanpa rasa berdosa sedikitpun.


"Apa yang kamu lakukan di sini?"

__ADS_1


"Lama tidak bertemu Bell, bagaimana kabarmu? Kamu terlihat semakin langsing!"


Wah...


Dunia pasti sudah benar-benar gila!


"Seperti yang terlihat, sangat sibuk! Jadi jika tidak penting lebih baik kamu pulang saja."


"Hemmm...apa itu? Aku sangat kecewa mendengarnya!" Ucapnya seraya merogoh sesuatu dari dalam tasnya "Pekan depan aku dan Brian akan menikah, hanya sederhana tapi aku harap kamu bisa hadir di sana!" Kemudian menaruh sebuah undangan di atas meja kerjanya.


"Ah...selamat! Aku usahakan untuk datang, duduklah! Kamu mau minum kopi?"


Jika ingin berbicara tentang seberapa tebal muka Dera, bisa dipastikan wajah itu lebih tebal dari kulit badak atau kalau tidak pastilah dia sangat bebal. Astaga!!! Bagaimana mungkin? Ah...apa dia gila? Mengundang mantan istri suaminya sendiri. Apa dia punya niat terselubung? Misal ingin membeberkan kebahagiaannya dan membuatnya cemburu? Ya...ya...ya...kamu berhasil Dera, bisa dikatakan saat ini Bella tengah patah hati, patah hati di tempat yang sama dengan orang yang sama pula.


"Kamu pasti senang mempunyai suami yang sangat perhatian!"


"Mmmm....apa kamu bisa membantuku? Acara pernikahannya berlangsung sebentar lagi. Jadi kami tidak sempat memesan baju di desainer ternama, kamu tahu bukan itu membutuhkan waktu yang lama. Jadi apa kamu mau membuatkan baju untukku dan Brian?"


Wah....kesabaran Bella hampir habis, hampir saja dia menyiram wanita itu dengan sisa es americano miliknya "Banyak pesanan yang harus kami kerjakan!"


"Yah...sayang sekali! Padahal aku pernah mendengar janji seseorang yang ingin membuatkan baju pernikahan untukku!"

__ADS_1


Saat itu, saat Dera dan Bella masih menjadi teman, saat Bella belum tahu bahwa Dera adalah penjelmaan seorang iblis, Bella pernah berjanji untuk membuatkan baju pengantin untuknya. Dan sekarang janji itu ditagih.


Sangat ironis...


Bella memanggil asistennya untuk mengukur tubuh Dera, namun wanita itu menolak "Aku ingin kamu yang melakukannya, bagaimanapun juga kamu tetap yang terbaik di sini! Tenang saja aku akan membayar untuk ini!" Bella menyeringai dengan terpaksa, apa sekarang Dera tengah pamer di depannya?


"Untuk Brian kamu pasti hafal bukan dengan ukuran bajunya, aku tidak mungkin membawanya ke sini, dia akan merasa sangat tidak nyaman!"


"Kenapa? Kenapa dia tidak nyaman berada di sini?"


Dera tertawa "Tentu saja dia tidak nyaman memesan baju pernikahan di tempat mantan istrinya!"


"Sayang sekali, padahal bersikap bar-bar dan tidak tahu diri sepertimu jauh lebih baik." Dan jawaban pedas Bella cukup untuk membuat wajah wanita itu merah padam menahan malu.


"Aaaa....atau mungkin dia belum mampu merangkak dari masa lalunya!" Kali ini Bella mampu menangkap amarah dari wajah Dera.


Dan usai berbasa-basi akhirnya wanita sialan itu pergi. Bella mengamuk! Dibantingnya semua benda yang ada di depannya...apa saja! Dan surat undangan itu dengan sekali gerakan telah terbelah menjadi dua, kemudian dia meremasnya dan melemparnya di dalam tong sampah. Dan satu hal yang pasti kertas itu tepat mengenai sasaran.


***


Usai membuat kekacauan di butik milik Bella. Wanita itu berlalu pergi ke pusat perbelanjaan, menunaikan hasrat berbelanjanya. Mengeruk habis uang Brian, namun sayangnya lelaki itu tidak pernah sedikitpun keberatan jika Dera menghabiskan uangnya. Saat sibuk memilih sebuah jam tangan, ketahuilah Dera membeli jam tangan mewah untuk Brian menggunakan uang lelaki tersebut. Sebuah hadiah yang tidak benar- benar bisa disebut hadiah.

__ADS_1


"Bagaimana kabarmu sayang?" Sebuah suara entah dari mana datangnya tiba-tiba membawa Dera kembali ke masa lalu. Masa di mana segalanya terasa indah dan berakhir dengan sangat memilukan. Sejenak dia ragu namun toh akhirnya dia menoleh ke arah suara. Sesosok lelaki dengan wajah yang sangat familiar baginya, tiba-tiba dia membeku. Kakinya tidak dapat di gerakkan, seolah telah menyatu dengan lantai. Lidahnya kelu sampai kemudian lelaki itu mengelus perutnya dan berkata "Apa kamu begitu mencintaiku? Sampai kamu begitu keras kepala mempertahankan anak kita? Kerja bagus sayang! Bukankah anak kita pada akhirnya membawa banyak kentungan buatmu!" Dera menepis tangan itu "Kamu masih punya wajah untuk menemuiku?"


"Tentu saja! Aku pergi untuk mencari pekerjaan yang lebih baik dan saat aku kembali ternyata kamu sudah merencanakan sebuah pernikahan!" Kemudian berbicara pelan di telinga Dera "Aku tidak tahu dari mana kamu memiliki kemampuan menghancurkan rumah tangga seseorang! Tapi kamu benar-benar sangat kejam sayang!" Tiba-tiba larva panas itu mengalir begitu saja. Kejam? Apakah itu kata yang pantas diucapkan olehnya setelah dia pergi dan membawa semua miliknya. "Aku belajar darimu! Jadi kumohon enyahlah dari hadapanku! Dan apa? Pergi untuk mencari pekerjaan lebih baik? Kamu lupa? Kamu membawa semua milikku, termasuk cinta dan kepercayaanku! Apa kamu tahu rasanya menjadi aku? Ditinggal saat hamil dengan semua harta yang dijarah olehmu!" Tangis itu kini pecah meninggalkan semua gengsi dan harga dirinya, orang-orang di sekitar saling pandang dan bergunam. Tapi Dera tidak memperdulikan itu, rasa sakit yang teramat dalam membuatnya hilang kendali. Setidaknya dia mampu meluapkannya kepada orang yang tepat. Dan seperti mengerti lelaki itu menarik Dera dari kerumunan, membimbing wanita dengan perut besar itu keluar menuju mobilnya. Setelah Dera cukup tenang lelaki itu lantas berbicara "Maaf...waktu itu aku salah! Dan aku datang untuk membawamu kembali, ayo kita menikah!"


__ADS_2