Berbagi Cinta : Penyesalan

Berbagi Cinta : Penyesalan
Part 47 : Seseorang Dari Masa Lalu


__ADS_3


Hari telah melarut ketika mobil Brian meluncur dengan mulusnya di jalanan yang cukup lenggang, lelaki itu mengendara dengan perlahan, sesekali matanya melirik ke arah Bella lantas tersenyum dengan manisnya.


Senyum yang memunculkan banyak pertanyaan konyol dipikirannya, senyum yang bahkan tidak seharusnya dia berikan. Apa sebenarnya yang lelaki itu inginkan?


Bella memberanikan diri...


"Brian!"


"Hemmm....!" Melirik sekilas ke arah Bella sambil tersenyum, kemudian kembali menatap ke depan. Ke arah jalan yang akan mereka lalui.


Hening....


"Ada apa sayang? Katakan!"


"Maaf!"


"Untuk apa?"


"Kemarin malam aku tidak tidur di rumah Dera, aku mengunjungi Dion karena berniat untuk memberitahukan hal penting, kemudian kami terlibat dalam percakapan kecil, hingga tanpa terasa kami menandaskan banyak bir dan kemudian kami tumbang. Tertidur hingga pagi hari! Itulah alasanku datang terlambat pagi tadi!"


Brian meraih tangan Bella dan meremas jemarinya "Aku percaya padamu!"


Bella menatap Brian "Dengan memberikan sedikit kebohongan kepada Dera?"


"Aku hanya ingin tahu kebenarannya saja!" Jawab Brian dengan lirih, dengan senyum getir yang dipaksakan.


Bella kelu....


Kesunyian kembali menyergap mereka dengan kuasanya, hanya terdengar suara lirih Bruno Major yang sedari tadi mengalun di pengeras suara.


Wherever you are is where I call home


'Cause we're just you and me


We drink and laugh and dance 'til three


I have everything I need when I'm with you alone


Home is where we stay all night


No roof above our starry sky


I'd lie here 'til the day I die


***


"Aaargh!"


Bella menggeliat, badannya terasa remuk. Mimpi-mimpi aneh terus saja bergentayangan dalam tidurnya.


Sekitar pukul empat dini hari barulah dia bisa tidur dengan nyenyak.


Disibakkannya selimut yang menutupi tubuhnya, Brian sudah tidak ada disampingnya.


Rasa haus merongrong kerongkongannya, dengan setengah kesadaran Bella beranjak dari ranjang menuju ke dapur.


Saat Bella keluar kamar, aroma masakan menyeruak memenuhi rongga hidungnya.


Dan Brian terlihat tengah sibuk bergelut dengan kompor yang menyala, dengan cekatan lelaki itu memotong sayuran dan sesekali membalik makanan yang tengah ia goreng.


Bella menghampiri lemari pendingin, matanya tidak lepas pada pantry yang super berantakan. Bukankah akan memakan banyak waktu untuk membersihkan kekacauan ini?

__ADS_1


Seperti mengerti apa yang Bella pikirkan "Tenang saja aku akan membereskan semua kekacauan ini! Duduklah di ruang makan! Ini tidak akan membutuhkan waktu lama!"


Sebuah anggukan singkat, kemudian Bella menenggak segelas air dingin yang baru saja dituangnya.


Dingin....


Kesejukan membasahi kerongkongannya.


"Kenapa kamu selalu minum air dingin?"


Bella diam saja...


Satu gelas ternyata tidak mampu menyembuhkan dahaganya. Bella menuang satu gelas lagi kemudian membawanya ke ruang makan. Duduk di sana, memandangi Brian dengan seksama.


Pria itu terlihat satu tingkat lebih keren.


***


"Apa yang akan kamu lakukan hari ini?" Tanya Brian memulai percakapan sambil memasukkan makanan ke dalam mulutnya.


"Mengunjungi Ayah!"


"Ide yang bagus!"


"Kamu mau ikut?"


"Tentu!"


"Bagaimana dengan kekacauan itu?" Bertanya sambil menunjuk ke arah dapur.


"Ah...aku hampir melupakannya! Aku akan menyelesaikannya dengan cepat!"


"Aku akan membantu!"


"Baiklah kalau begitu! Aku akan duduk dengan santai sambil menikmati segelas es americano!" Seraya beranjak dari tempatnya menuju ke pantry, kemudian membuat apa yang diinginkannya.


***


Sekitar pukul 13.00 siang Brian dan Bella sudah berada di kediaman mewah keluarga Alnord.


"Bagaimana dengan perawatan Ayah?"


"Ayah melakukannya!"


"Bagaimana dengan obat Ayah!"


"Ayah meminumnya dengan teratur!"


"Bagaimana....!"


"Stop...stop Bella! Berhenti bertanya ini itu dan menghawatirkan Ayah! Kenapa kamu tidak menghawatirkan diri kamu sendiri?"


"Aku...kenapa aku?"


"Sudah berapa lama kamu menikah? Apa kamu tidak berniat memberikan kami cucu?"


"Astaga!!! Memangnya Ayah pikir anak bisa di minta? Aku melakukan yang terbaik, tetapi Tuhan belum memberikannya. Bukankah kita hanya perlu bersabar?"


"Berhenti membuat alasan! Kapan kalian akan berlibur berdua?"


"Kenapa malah membahas masalah liburan?"


"Kalian butuh quality time!"

__ADS_1


"Berhenti mencemaskan kami Ayah! Kami selalu melakukan itu setiap saat!"


Dan dua orang, Ayah dan anak itu saling berdebat!


Brian dan Agatha hanya senyum-senyum melihat kelakuan mereka.


Berbicara setengah berbisik "Sepertinya Bella terlihat lebih cerewet?"


"Ha...ha...ha...apa terlihat seperti itu Bu?"


"He em!"


"Mungkin karena aku pemalas, jadi dia selalu mengomel dan mengoceh terus kepadaku!"


"Kamu pasti jengah?"


"Aku menyukainya!"


"Ah....kamu jangan bergurau Brian?"


"Tidak Ibu, sungguh Brian menyukai Bella yang seperti itu. Bukankah itu wujud dari cinta kasihnya?"


"Syukurlah jika kamu berpikiran seperti itu Brian, Ibu senang mendengarnya!"


Pertengkaran sengit itu akhirnya berakhir, setelah Brian datang dan memeluk Bella dari belakang.


"Aku lapar!" Bella menoleh kebelakang.


Deg...deg...deg...


Hatinya kembali bergemuruh, dan wajahnya terasa memanas.


Jelas-jelas Brian sudah makan sesaat sebelum ke sini! Apa dia ingin melerai perselisihan Ayah dan anak ini?


"Kamu benar-benar lapar?" berbisik di telinga Brian.


"Hemmm!"


"Duduklah, sementara aku menyiapkannya!"


"Iya!"


***


Ponsel Dera berbunyi....


"Bella bisakah kamu untuk tidak mengabaikan ponselmu?"


"Aaah....Ibu!" Rintih Bella seraya beranjak dari kursinya.


"Duduklah! Biar aku yang mengambilkannya untukmu!" Ucap Brian, menahan Bella untuk berdiri. Dan kini lelaki itu telah berlalu meninggalkan makanan di piringnya. Dan kembali setelah beberapa saat dengan ponsel di tangannya.


"Nomor tidak dikenal!"


"Angkat saja, siapa tahu penting!" Ucap Brian.


"Halo....dengan Bella ada yang bisa saya bantu?"


Suara di ujung sana.....


Sangat familiar di telinganya.


Apa yang membuat orang itu kini mengingat dirinya???

__ADS_1


__ADS_2