
"Kita sudah sampai, turunlah!" Kata Bella sambil menatap suaminya, lelaki itu lantas melepas sabuk pengamannya. Mengambil bekal makan siangnya dan turun dari mobil.
"Terimakasih, hati-hati dijalan!" Wanita itu hanya tersenyum menanggapi ucapan tulus Brian.
Wanita itu bukannya menancap gas dan berlalu pergi, malah sebaliknya. Melepaskan sabuk pengaman dan keluar dari dalam mobil.
"Mau kemana?"
Sekarang Brian paham kenapa wanita itu tidak pergi, di ujung sana seorang lelaki paruh baya tengah menunggunya dengan senyum yang merekah di wajah.
Brian setengah berlari mengejar wanitanya, kemudian dua sejoli itu berjalan hampir beriringan.
"Apa yang membawamu kemari sepagi ini sayang?" Bertanya kepada menantunya.
Bella menghambur kepelukan lelaki itu.
"Bella mengantar Brian Pa!"
"Benarkah? Karena sudah di sini, ayo sekalian masuk!"
"Tapi Pa....!" Belum juga menyelesaikan kata-katanya, Gabriel sudah menarik tangan Bella.
"Jangan menolak!"
Tiga orang itu akhirnya berjalan beriringan memasuki lobi, semua karyawan yang melihat kedatangan mereka seraya menundukkan badan memberi hormat.
Seorang lelaki tampan bertubuh atletis setengah berlari menghampiri mereka bertiga "Tuan muda kita hampir terlambat! Mari kita berangkat sekarang, saya sudah menyiapkan semua berkasnya!" Berbicara penuh hormat dengan nafas yang masih kembang-kempis.
"Brian pergi dulu ya Pa!"
"Kamu akan meninggalkan istrimu?"
"Tapi ini pertemuan penting Pa, karena ini Bella mengantar Brian berangkat kerja!"
"Pergilah!" Kata Bella kepada Brian.
"Aku pergi!" Sambil berlalu meninggalkan dua orang terkasihnya itu.
"Brian!" Panggil Gabriel setengah menghardik.
__ADS_1
Memalingkan wajah ke belakang "Iya Pa!"
"Kamu akan pergi begitu saja?"
Sejenak Brian terdiam, kemudian dia tahu apa yang sedang Papanya bicarakan. Setengah berlari menghampiri wanitanya.
"Cup!"
Sebuah ciuman mendarat di pipi Bella, wajah wanita itu seketika memerah.
Dielusnya rambut Bella perlahan "Aku pergi! Tinggallah di sini! Kita bisa makan siang bersama nanti!"
"Ya!"
Kemudian Brian pergi dengan asisten pribadinya.
"Papa akan memberikan tour singkat untukmu!"
"Apa Papa tidak sibuk?"
"Tidak!"
***
Kini wanita itu tengah berada dalam perjalanan menuju butiknya.
"Haaaahhh....sudah sangat lama!" Saat wanita itu keluar mobil.
Bella melangkahkan kaki memasuki butik, sontak beberapa pegawainya menyapa dengan ramah. Mereka mungkin berfikir bahwa Bella adalah seorang pelanggan.
Setelah cukup berbasa-basi, Bella memasuki ruang kerjanya.
"Aaaaarrrgh....kenapa aku seperti kehilangan keahlianku???" Menggerutu pelan di depan layar monitornya, tak kala belum ada satupun desain yang mampu dia buat. Ini sudah hampir satu setengah jam dia duduk di depan desktopnya.
Tok...tok..tok...
"Masuk!"
Seseorang masuk dengan secangkir minuman ditangannya, lantas meletakkan minuman yang masih mengepul itu di atas meja.
"Terimakasih!" Ucap Bella kepada karyawannya.
__ADS_1
Diambilnya cangkir berisi kopi panas itu, ditiupnya perlahan...bersiap untuk menyeruput.
Dreeeettt....dreeeettt.....dreeeettt....
Diraihnya ponsel diatas meja itu.
"Halo!"
"Bukankah kita berjanji untuk makan siang bersama?"
"Tidak ada yang bisa aku lakukan di sana, jadi aku memutuskan untuk ke butik."
"Tapi kita tetap harus makan siang bersama!"
Kembali terdengar suara pintu diketuk.
"Masuk!"
Bella hampir ternganga, lelaki yang masih berbicara dengannya ditelepon sudah berdiri di ambang pintu, menenteng sesuatu sementara tangan sebelahnya masih memegang ponsel sambil tersenyum kearahnya.
"Aku datang!" Memasuki ruangan Bella dan mulai mengeluarkan bawaannya dan menyusunnya di atas meja.
Serasa hati Bella diguyur segayung air dingin, menyejukkan....melihat pemandangan yang baru pertama kalinya dia saksikan.
Hampir saja senyum merekah dari bibirnya, sesaat dia mulai tersadar kembali....ada yang salah dengan dirinya.
"Kenapa datang?"
"Untuk menagih janji! Kemarilah! Ayo kita makan bersama!"
Bella beranjak dari kursi kerjanya, menghampiri Brian dan duduk tepat disampingnya.
"Maaf aku belum tahu makanan apa yang kamu suka! Aku membelikanmu daging asam manis dan jjangjjangmyeon. Lain kali kita bisa makan yang kamu suka! Selamat menikmati!" Seraya menyodorkan makanan kearah Bella.
"Bagaimana denganmu?"
Lantas Brian mengeluarkan sesuatu dari tas yang tadi dibawanya. Bekal makan siangnya..
"Mmmmm.....dia membawanya hingga kesini!" Sambil menatap tanpa berkedip.
"Kenapa kamu melihat seperti itu? Ini punyaku! Aku tidak akan berbagi!" Sambil menggeserkan bekal makan siangnya, seolah menjauhkan itu dari pandangan Bella.
__ADS_1
Kali ini Bella benar-benar tidak mampu menahan senyumnya, Brian terlihat sangat menggemaskan. Dan Bella menyukainya.