
Pintu terbuka...
Pemandangan tidak biasa terpampang di depannya, kemudian dia masuk dan berkata "Ada tamu?" Tanpa menunggu jawaban lelaki itu melangkahkan kakinya ke arah pantry. Membuka makanan yang baru saja di bawanya dan menatanya di atas piring "Makanlah! Kalian bisa makan berdua, aku sengaja membeli dua karena biasanya Ibu hamil makan lumayan lahap. "Apa masih ada bahan-bahan makanan?" Sekali lagi Brian tidak benar-benar bertanya karena detik berikutnya dia sudah memeriksa isi dalam lemari pendingin dan mendapati tidak ada satu bahan makanan pun di sana. Hemmm...aneh! Dera menghabiskan banyak uang tetapi membiarkan lemari pendingin kosong. Kemudian dia teringat sesuatu di masa lalu "Kita tidak akan tahu apa yang akan terjadi, jadi penting untuk menyetok bahan makanan. Lagi pula ini hanya untuk satu bulan!" Itulah jawaban Bella kala dia bertanya kenapa berbelanja sebanyak itu.
Brian kemudian berjalan kembali ke arah depan dan berkata "Aku akan ke luar untuk membeli bahan makanan! Ada hal yang kamu inginkan?" Kemudian dia melirik ke arah meja "Kamu tidak mengambilkan minum untuk temanmu?" Kemudian berlalu pergi dan membuat gelak tawa di mulut lelaki yang sedari tadi duduk dengan santainya "Kamu mengkhawatirkan sesuatu yang tidak perlu, lihatlah! Lelaki itu tidak sedikitpun menaruh cinta untukmu!"
"Omong kosong! Kamu tidak lihat apa yang baru saja dia lakukan?" Lelaki itu beranjak dari duduknya dan berjalan ke arah pantry "Baiklah aku akan makan makanan pemberianmu Brian!"
__ADS_1
"Hei...kamu mengabaikanku?"
"Ayo makan! Brian sudah susah payah menyiapkan ini!" Duduk dan kemudian menyantap makanan yang terhidang.
"Ambilkan aku minum!" Perintahnya kemudian dan wanita itu menurut, saat Dera duduk lelaki itu kembali melanjutkan kata-katanya "Dia tidak menyukaimu Dera! Itu sengaja dia lakukan! Menyibukkan diri, dia sedang menghindarimu dengan cara yang tidak paling mencolok! Lagi pula tidak ada lelaki yang tenang saat melihat wanitanya dengan lelaki lain. Dan kamu bisa melihat ketenangan di wajah lelaki itu saat melihatku ada di sini!"
***
"Aaargh! Sial! Dion sialan!" Itulah umpatan yang ke luar dari mulutnya, sebab sudah lima tempat yang dia kunjungi dan dia belum juga menemukan Dion. Apakah bawahannya sengaja menyembunyikan keberadaan Dion? Ah...tidak mungkin!
__ADS_1
Dan komplit sudah kelelahannya, hari telah menjelang gelap dan dia belum menemukan si bedebah sialan itu. Teleponnya lagi-lagi di abaikan.
Akhirnya dengan lunglai dia mengendara menuju sebuah tempat hiburan malam, sebuah lounge yang terletak di sebuah hotel bintang lima. Bella memesan tempat khusus, dia ingin merilekskan tubuhnya. Seharian berkendara ternyata tidak mudah. Seorang pelayan muda mengantarkannya ke ruangan miliknya, namun saat melewati sebuah pintu lain yang sedikit terbuka sayup-sayup dia mendengar suara yang amat di kenalnya. Bella berhenti sesaat "Mari Nona!" Kata pelayan itu kemudian, sebab Bella telah berdiri terlalu lama di sana. Sejenak dia membatu, apa benar suara yang di dengarnya adalah milik Dion, jika tidak dia akan menanggung malu jika terus menerobos masuk ke dalam ruangan tersebut. Akhirnya dia menurut saat pelayan itu kembali mengajaknya untuk pergi dari tempat itu, namun baru beberapa langkah Bella kembali berbalik arah, mendorong pintu tadi dan mendapati pemandangan yang sangat menyilaukan mata. Ada tiga orang lelaki dalam ruangan itu dan salah satunya adalah Dion! Tetapi bukan itu yang membuat Bella terperangah, masing-masing teman Dion hanya ditemani satu orang wanita namun sahabatnya itu di kelilingi empat wanita yang semuanya bertubuh bagus, cantik dan berpakaian minim. Saat Bella mendorong pintu tersebut semua orang di dalamnya terkejut tidak terkecuali Dion. Detik berikutnya salah satu teman Dion berkata "Nona cantik mau ikut bergabung?" Bukannya menjawab Bella berjalan dengan cepat menghampiri Dion dan menghujani tubuh itu dengan banyak pukulan tidak perduli rintihan Dion dan pandangan aneh dari orang-orang di sekelilingnya. "Wah...wah...wah...sepertinya kamu baru saja melakukan sebuah kesalahan besar Dion!" Yang satu lagi juga berkata "Ha...ha...ha...bukankah lebih baik jika Nona cantik duduk dulu dan jelaskan apa yang terjadi!"
Setelah merasa puas menghujani Dion dengan pukulan wanita itu berdiri membatu sambil mengatur nafas "Dasar bedebah! Aku mencarimu kemana-mana seharian dan kamu duduk santai di sini!" Bella berteriak cukup keras hingga membuat Dion mengernyitkan alisnya "Dan bagus! Dua hari yang lalu kamu memintaku untuk menikahimu dan sekarang kamu dikelilingi begitu banyak wanita cantik, ckckckckc!!!"
Dion tersenyum, tersenyum lebar! Apa kini Bella tengah cemburu kepadanya?
"Benarkah Dion? Kamu meminta Nona cantik ini menikahimu? Bukankah kamu yang seharusnya menikahinya? Apa kamu sudah ternodai olehnya?" Kemudian tawa itu kembali meledak memenuhi ruangan.
__ADS_1
Sejenak Bella sadar dia baru saja mempermalukan dirinya sendiri.