
Hujan semalam masih meninggalkan bekas. Basah dan lembab...
Bella terbangun dari tidurnya saat jam sudah menunjukkan pukul 04.00 dini hari.
Matanya kemudian beralih melihat tempat tidur Brian.
Kosong....
Lelakinya belum pulang.
Brian akhir-akhir ini juga terlihat begitu lesu dan tidak bersemangat, hampir setiap hari dia pulang di atas pukul 12 malam bahkan bekerja di hari libur.
Ternyata menggabungkan dua perusahaan bukanlah sesuatu yang mudah. Ya...sudah hampir satu bulan Gabriel dan Alnord rehat dari pekerjaannya, dua perusahaan besar itu kini sepenuhnya menjadi tanggung jawab Brian. Bahkan terkadang Bella berfikir...haruskah mengubur mimpi dan ikut mendampingi suaminya mengurus perusahaan?
Disibakkannya selimut yang menutupi badannya, lantas beranjak dari ranjang dan kemudian membenahi tempat tidur.
Setelah di rasa rapi, wanita itu bergegas ke kamar mandi, suara gemericik terdengar hingga ke luar ruangan.
Air yang dingin membelai tubuhnya dan membuatnya benar-benar terjaga. Dia harus segera bergegas sebelum suaminya datang.
Usai mandi Bella berjalan ke dapur, dilihatnya stok bahan-bahan makanan di lemari pendingin.
"Sepertinya ini sudah waktunya untuk berbelanja!" Gunamnya dalam hati.
Setelah semuanya hampir selesai, sayup-sayup terdengar suara mobil yang memasuki halaman rumahnya.
Ditinggalkannya semua aktifitasnya, kemudian dia bergegas ke ruang depan.
Benar saja, lelaki itu dengan wajah lesunya keluar dari mobil.
Begitu melihat istrinya sontak senyumnya langsung merekah.
Dia berfikir tidak ada yang lebih indah selain wanita itu.
__ADS_1
Bella berjalan menghampiri Brian, diraihnya tas di tangan Brian.
Bella menjinjitkan kakinya, diciumnya lelaki itu.
Cup....
"Aku sudah menyiapkan sarapan!" Lantas dua pasangan itu berjalan beriringan menuju ke dalam rumah.
***
Brian makan sangat perlahan dan hanya memakan setengah dari nasinya.
"Kamu pasti lelah! Aku sudah menyiapkan baju ganti di kamar dan air hangat!"
"Terimakasih sayang, aku ke kamar ya!"
"He em...!"
Bella memasuki kamar setelah membereskan pekerjaannya di dapur, dilihatnya lelaki itu sudah tertidur dengan lelap. Wajahnya yang lelah masih terlihat tampan di mata Bella, dielusnya rambut lelaki itu, diciumnya perlahan keningnya....aroma yang khas menyeruak ke dalam indra penciumannya. Mendadak hatinya menjadi rindu dan kelu...dia bahkan tidak mengingat kapan terakhir kali mereka memadu kasih dan berakhir dengan peluh serta senyum penuh kepuasan.
Bella beringsut dengan perlahan....dia tidak ingin membangunkan lelakinya. Namun tiba-tiba ada yang memegang pergelangan tangannya....
Bella menoleh....
Dilihatnya wajah itu....wajah yang tersenyum manis didepannya "Kamu merindukanku?"
Bella mengangguk....
Lantas lelaki itu beranjak dari tidurnya, menarik tangan Bella "Kemarilah!" Sambil meraih tubuh itu dalam pelukannya.
Hangat....
itulah yang Bella rasakan.
Namun pelukan itu membuatnya semakin bergairah, keinginan yang sempat memadam kini kembali membuncah....
__ADS_1
Dipeluknya semakin erat lelaki itu....matanya kini terpejam...seolah berusaha mencari kenikmatan dalam kebersamaan mereka.
Aroma tubuh Brian....bahkan kini Bella pun menyukainya....jika di pikir-pikir tidak ada satupun yang tidak dia sukai dari lelaki itu...bahkan kini dia berusaha berdamai dengan masa lalu Brian dan mencoba mengenal Brian dari sisi yang lain...sisi yang amat disukai Bella....
Tentang senyumannya....
Kata-katanya....
Rayuannya....
Omelannya....
Sifat kekanak-kanakannya...
Sifat ceroboh dan sembrononya....dan tentu saja sentuhannya.....
Dielus-elusnya punggung istrinya "Sampai kapan kita akan berpelukan seperti ini?"
"Sebentar lagi....beri aku lima menit lagi....!"
Brian mengangguk...
"Sudah!" Melepaskan pelukannya sambil tersenyum.
"Sudah apanya?"
"Rindunya sudah terobati!"
"Kamu yakin?" Jawab Brian sambil menatap tajam kearah istrinya.
"Apa aku boleh meminta yang lain?" Tidak ada jawaban tapi senyum Brian mewakili persetujuannya.
Dengan cepat tangan Bella meraih wajah Brian, mendekatkan wajah itu dengan wajahnya....bibir mereka kini telah saling bertemu dengan nafas yang semakin memburu, akhirnya rindu itu benar-benar tidak bisa dibendung lagi....meluap begitu saja....
Bella menggila....
__ADS_1
Dia ratunya hari ini....di pagi yang sendu dengan sedikit rintik air hujan....