
"Apa??? Kamu gila???" Dera berkata dengan keras lantas beranjak dari duduknya. Dia tidak menyangka sahabatnya sebebal itu.
"Tenang dan duduklah, orang-orang memandangi kita!" Berbicara setengah berbisik.
"Persetan dengan orang-orang!" Sambil melihat sekeliling, melihat semua orang melihat ke arahnya membuat Dera malu dan kembali duduk.
"Dasar pria bedebah!"
"Astaga!!! Aku sudah mengira reaksi kamu akan berlebihan seperti ini!"
"Berlebihan???? Berlebihan dari mananya? Banyak lelaki yang mengantri untuk mendapatkanmu, bisa-bisanya dia berlaku seperti itu!"
"Tapi nyatanya aku belum pernah pacaran!" Sambil menyedot sisa minuman dalam gelasnya.
"Itu karena kamu pemilih! Jadi dia tidak menyentuhmu sama sekali?"
"Ah...bukankah kita sudah menghabiskan hidangan penutupnya? Ayo kita pulang!" Seraya beranjak dari tempat duduknya.
"Jangan coba-coba menghindar! Kembali!" Namun sahabatnya itu tetap tidak memperdulikannya dan berjalan menuju kasir.
"Berapa?" Tanya Bella.
"Biar aku yang bayar!" Sela Dera seraya menyodorkan kartu ATMnya.
"Tidak ini saja! Aku bertekad untuk menghabiskan uang Brian!"
Melirik "Itu dari Brian!"
"Hemmm! Ayo!!" Aku akan mengantarmu pulang!"
"Tidak perlu! Seseorang akan menjemputku!"
"Siapa?"
"Seseorang!"
"Apa seseorang itu tidak punya nama?"
"Kamu belum mengenalnya, percuma!"
"Kapan kamu akan mengenalkannya kepadaku?"
"Mmmm....kapan kamu akan mempertemukanku dengan Brian?"
"Sekarang juga bisa! Ayo ke rumah!"
"Tidak!!! Jangan hari ini!" Melihat mobil warna merah mendekat "Itu dia sudah datang, aku pergi! Daaa....!"
__ADS_1
"Hemmmm...hati-hati!"
Bella memandangi sahabatnya sampai dia masuk kedalam mobil, kemudian dia memasuki mobilnya dan mengemudi dengan perlahan.
Melihat pusat perbelanjaan membuatnya ingat, dia harus memenuhi lemari pendinginnya yang kosong melompong.
Usai berbelanja Bella langsung pulang menuju rumahnya, dilihatnya mobil Brian telah terparkir disana.
Bella turun dari mobil dan memasuki rumahnya.
"Kamu sudah pulang!" Sapa Brian.
"Hemmmm...!" Pemandangan yang absurd, lelaki itu hanya mengenakan kaus berwarna putih dan celana pendek. Rambutnya terlihat berantakan, di tangan kanannya memegang segelas minuman dan tangan satunya menenteng sebuah buku.
Melihat istrinya kewalahan dengan barang bawaanya, dengan sigap Brian menaruh buku dan gelasnya di atas meja, kemudian menghampiri istrinya dan membantunya membawa barang belanjaan.
"Taruh dimana?"
"Di atas meja! Kamu mau menu makan malam apa?"
"Apa saja!"
"Kamu sudah mandi?"
"Sudah! Kamu mandilah! Aku akan membereskan ini!"
"Kamu tidak keberatan?"
Usai mandi Bella menghampiri suaminya yang hampir menyelesaikan semua pekerjaannya.
Bella mengenakan celemek siap untuk memasak, lantas Brian berkata "Kamu tidak perlu memasak, bagaimana kalau kita memesan Jjajangmyeon dan yangnyeom chicken?"
"Kamu tidak masalah makan itu?"
"Ya! Aku akan memesan!" Seraya mengambil ponsel dan memesan makanan.
***
Brian dan Bella kini sudah berada di meja makan, Menghadapi hidangan menggoda yang tadi dipesannya.
"Selamat makan!" Brian dan Bella mengucapkan kalimat itu secara bersamaan.
"Aku akan mengambil semua bajuku! Agar aku tidak lagi mengganggumu kedepannya!"
"Biarkan saja!"
Seolah tidak percaya dengan apa yang baru saja didengarnya "Haa??"
"Biarkan saja! Kamu bisa masuk, keluar sesuka hatimu!"
__ADS_1
Mmmmm...apa ini, Bella sungguh mengijinkan Brian untuk keluar masuk kamar sesuka hatinya?
"Benarkah?"
"Ya!"
"Apa aku juga boleh tidur di sana?"
Bella melotot kearah Brian, bisa-bisanya lelaki itu bertanya seperti itu.
"Maaf!" Ah....bodohnya Brian, kata-kata itu keluar begitu saja dari mulutnya, kini dia benar-benar mengutuki dirinya sendiri.
Acara makan malam berlanjut kembali tanpa percakapan diantara mereka, semuanya menjadi canggung akibat mulut sembrono Brian.
***
Tok...tok...tok...
"Bella!"
Tidak berselang lama wanita itu telah muncul dibalik pintu yang dibukanya.
"Aku mau berganti baju tidur!"
"Masuklah! Pintu tidak dikunci, kamu bisa masuk jika ingin mengambil sesuatu!"
"Ya!"
Bella masuk dan duduk di ranjangnya kembali membaca buku, sedangkan Brian masuk ke ruang ganti.
Segalanya menjadi aneh menurut Brian, dia tidak boleh tidur di sini, tapi dia boleh keluar masuk sesuka hatinya.
Usai berganti pakaian Brian menghampiri istrinya.
"Bukankah keadaan seperti ini membuat kita tidak nyaman? Aku akan memindahkan bajuku besok!"
"Bagaimana kalau orang tua kita tiba-tiba datang berkunjung?" Berbicara sambil melihat kearah Brian.
Oh...jadi ini alasan Bella, dia bahkan sempat berpikir yang bukan-bukan, berpikir mungkin Bella memberinya sedikit celah.
"Lantas bagaimana kalau mereka tiba-tiba datang dan melihat kita tidur terpisah seperti ini!"
"Bilang saja kita sedang bertengkar!" Sambil tersenyum.
"Kamu!!! Aku tidak mau tidur di ruang tamu, kasurnya sempit!" Kemudian meloncat ke ranjang dan tidur meringkuk di sebelah Bella.
"Lalu aku yang harus tidur disana? Baiklah!" Sambil beranjak dari duduknya, bersiap untuk pergi. Namun Brian menahan tangan Bella.
"Jangan pergi!" Meminta dengan pelan.
__ADS_1
Mata mereka saling bertemu