
ANA...... ANA..... " teriak seseorang dari jauh
"ANAAAAA..... " suaranya semakin dekat
"Yaa....." tengok seorang wanita tersebut yang sedari tadi dipanggil panggil namanya
"Ana... Apa kau baik-baik saja?" tanya orang yang memanggil wanita yang bernama ana tadi dengan wajah penuh khawatir
"Mama??" tampak wanita bernama ana itu bingung seperti ia melihat yang seharusnya tidak ia lihat didunia ini
"Ahh... Syukurlah kau tidak apa-apa, mama hanya ingin mengunjungi ana sebentar aja, nanti mama harus balik lagi kesana. Ana baik-baik ya disini, mama gak akan pergi jauh dari ana jadi jangan khawatirin mama ya ana" ucap wanita bernama mama itu dengan wajah setengah menangis namun tampak tersenyum manis yang membuat wanita bernama ana diam tak bergerak sedikitpun
".........." ana terhanyut dalam rasa yang membingungkan, ana merasa aneh dengan perasaannya seperti ada hal yang tidak boleh ia katakan dan rindu yang sangat mendalam pada orang didepannya ini. Ana merasa pedih, sakit, kesal, rindu dan sesak dalam waktu bersamaan
"Ana....." ucap wanita tersebut membangunkan ana yang sedari tadi menatapnya dengan wajah terkejut
"Ma..... Ma....." ucapnya pelan dengan wajah yang sudah bercucuran air mata sambil melihat seluruh keadaan wanita yang berada didepannya
"Kenapa mama tidak pake sendal? Apa tidak sakit berjalan atau berlarian tidak pake alas kaki?, mama tidak boleh seperti ini lagi. Ini pakelah sendalku dulu, ana tidak masalah kalau ana tidak pake sendal, mama pakelah" lanjut ana sambil memberikan dan memakaikan sendalnya kepada wanita tersebut
Ya sejak tadi wanita itu memang tidak memakai alas kaki sama sekali entah kenapa wanita bernama mama itu nampak sangat sedih dan terburu-buru sekali
"Eumm mama lupa soalnya mama terburu-buru tadi" jawabnya tersenyum lembut
"Apa yang mama lakukan disini? Bukankah mama sudah pergi?" tanya ana penasaran
"Ana.... (Mengelus kepala ana dengan lembut) mama mau ambil beberapa barang dirumah yang ketinggalan, soalnya kan mama mau pergi jauh jadi butuh banyak barang" jawabnya tersenyum hangat
"Ma... Apa mama tidak mau ajak ana pergi bareng sama mama?, ana juga mau ikut sama mama pergi ya!!" pinta ana yang tak ingin mamanya pergi jauh dari dirinya
"Maaf ana mama tidak bisa bawa ana, apalagi pergi sama mama, mama tau ana anak yang kuat, tanpa mama ana pasti bisa jalanin kehidupan dengan baik, mama selalu doain ana dari jauh. Mama gak pergi jauh kok mama selalu ada disamping ana" ucap wanita itu dengan mata yang berlinang sambil memegang erat kedua tangan ana yang sedari tadi tangan itu gemetaran
"Baiklah, maaf jika ana minta hal itu, hanya saja dunia terlalu sulit untuk ana jalani tanpa mama" ucap ana dengan penuh kepedihan dimatanya yang mengharapkan seseorang disampingnya
"Mama tau ana sangat kesulitan, tidak ada yang mau mendengar keluh kesah ana, tidak ada yang tau ana sedang kesepian, sendirian dalam pikiran dan menahan tangis setiap harinya. Mama tau semuanya yang ana rasakan itulah kenapa mama datang hari ini untuk lihat ana, mama ingin ana lupakan semua rasa sakit ana tentang mama, rasa pedih ana tentang hidup ini, jangan buat ruang kecil ana menjadi semakin sempit dengan pemikiran yang hanya melukai hati ana lebih dalam lagi, mama ingin ana bisa lebih bahagia menjalani hidup, ana tidak sendirian, ada papa, bang anggi, bang deden, dedi, dan teman-teman ana lainnya..." ucap mama yang terpotong oleh ana
"Tapi..... Mereka....." potong ana ragu mengatakannya dengan raut wajah yang sedikit kesal dan sedih
"Huuffttt..... Ana kau hanya perlu terbuka pada mereka, menceritakan semua keluh kesahmu pada mereka, mama yakin mereka akan mengerti dan mendengarkannya dengan baik, dan tidak selamanya mereka berada disisimu karna mereka juga punya kehidupan masing-masing, ana kau hanya ragu pada mereka dan malah menanam tembok pembatas setiap harinya kepada mereka, ana jangan menjadi semakin dingin pada dunia atau kau akan membeku, cobalah untuk sedikit lebih hangat bukan hanya diluar saja tapi juga didalam dirimu ana" lanjut mama lebih tegas pada ana. Mencoba meyakinkan ana yang hatinya sudah seperti es batu. sangat dingin.
"............." ana yang larut dalam pikiran sampai tak bisa berkata kata, semua yang dibilang mamanya adalah benar tapi ana seperti ingin menyangkalnya namun ia tak tau caranya
"Sudahlah mama pergilah jika sudah membawa barang yang diperlukan, terima kasih karna sudah datang, hati-hati dijalan, tolong mama jangan datang lagi seperti ini atau ana akan semakin rindu" ucap ana menundukkan kepala karna ragu melihat mata mamanya tersebut
__ADS_1
"Eum... Baiklah jika itu yang kau mau, maaf ya ana.... Mama pergi dulu ya" jawab wanita itu sambil melangkah pergi dari ana yang terlihat menahan air mata agar tidak jatuh, begitu juga dirinya yang menahan air mata sampai matanya memerah, melangkah demi langkah yang sangat berat untuknya.
Kriiing....... Kring..... Kring...... (Suara alarm hp ana berbunyi)
"Eukkkk.... Eummm.... Huwaaaaahhhhh" ana yang baru bangun dari tidurnya
"Eukhh apa ini? Aku menangis?? Aaahhh pasti karna mimpi itu. Menyebalkan!" gumamnya sambil menghapus air matanya yang mengalir tanpa ia sadari
Hari Senin, pukul jam 8 pagi saatnya ana mulai bekerja lagi, ana dengan nama asli Berliana Suherman anak dari Ayah Bernama Suherman dan Ibu bernama Ade Nendah. Ia anak ke 3 dari 4 bersaudara ia mempunyai 2 kakak laki-laki bernama Anggi Suherman dan Deden Suherman dan memiliki 1 adik bernama Dedi Suherman, bisa dibilang ana adalah anak perempuan satu-satunya.
ana bekerja di toko sebagai penjaga toko di salah satu toko Aksesoris Handphone dengan 3 orang lainnya yaitu gendis, tanti dan lusi. Menurut ana bekerja disini termasuk dalam list membosankan dalam hidupnya, jika dalam sehari ana bisa bekerja di 3 tempat mungkin ia akan melakukannya. Namun ana tidak bisa melakukannya karna mencari pekerjaan lebih susah dari pada membuat orang jatuh cinta padanya apalagi ini adalah negara indonesia yang bukan seperti Korea Selatan yang menyediakan banyak tempat part time.
.........
"Ana kau yang akan menjadi kasir hari ini" ucap gendis yang sebelumnya menjadi kasir tetap namun karna jika ia tidak masuk akan sangat sulit untuk kami yang tidak tau caranya menjadi kasir, karna hal itu kami di tugaskan oleh atasan untuk belajar menjadi penjaga kasir selama seminggu
"Eum" ucap ana singkat dengan muka tampak malas dan lelah
gendis adalah orang yang membawa ana kedalam pekerjaan ini karna gendis adalah temen ana sejak SMP bersama dan termasuk dalam anggota EDAN4 yang dibuat erna sejak SMP bersama dengan 2 orang lainnya, gendis termasuk sahabat dan keluarga didalam hidup ana yang mungkin tanpa ana sadari hal itu.
Ding... (Pesan WA Masuk)
"Ana gua mau nanya nih sama lu" - nia
"apa?" - ana
"Tapi elu gak enak na mau nolaknya jadi elu terima dia jadi pacar lu, karna lu juga mau coba jalanin sama dia mungkin perasaan elu bisa tumbuh sama dia, tapi nyatanya engga bisa tumbuh juga itu gimana na?" - nia
"Yah gak gimana-gimana, kalo gak suka ya mau gimana lagi, perasaan itu kan gak bisa dipaksa" ana
"Iya sih, tapikan dia orang yang deket sama kita na, mau kasih tau kayak gitu kan bisa buat dia sakit hati na" -nia
"Kalau tau ujungnya begitu, kenapa lu kasih harapan buat dia? Dengan elu terima cinta dia bukannya cintanya jadi semakin dalam?" -ana
"Kan gua mau coba na, kali aja kan perasaan gua berubah sama dia, tapi nyatanya makin kesini malah makin risih guanya" -nia
"Nia, gua tau maksud lu baik, tapi ingatlah orang yang eli bilang risih itu dia punya hati dan perasaan bukan benda mati atau boneka dia manusia kalau mau buat percobaan jangan yang ada hatinya, apalagi seseorang yang tulus suka sama elu" -ana
"Iya sih elu bener, mangkannya gua nanya elu gimana ya cara mutusin dia tanpa nyakitin dia na?" - nia
"Gua bingung nih, apa gua bilang gini aja kali ya na" - nia
"Maaf ka bukannya nia gak suka sama kakak tapi nia bener bener nganggep kakak itu sebagai kakak nia, kakak senior di kerjaan yang baik sama nia doang gak lebih. Nia udah coba kasih kesempatan buat nia suka sama kakak tapi nyatanya nia emang cuman nganggep kakak sebagai kakak nia aja, bukannya nia mau nyakitin hati kakak tapi nia beneran gak bisa jalanin hubungan ini lebih lama lagi sama kakak, semoga kakak ngerti maksud nia, sekali lagi nia minta maaf" - nia
__ADS_1
"Begitu aja kali ya na" - nia
"Eum lumayan, tapi lebih baik kalo lu bilang langsung sama dia, ngomong langsung pribadi adalah cara paling sopan apalagi dia orang yang dekat sama elu" - ana
"Eumm iya juga sih tapi itu bener gak begitu gpp?" - nia
"eum gua rasa kalo elu bilang dengan sejujur-jujurnya hati lu dengan kata yang sopan pasti dia bakal mengerti elu, kalo dia gak mengerti juga itu salah elu karna elu memberikan harapan sama dia selama pacaran dan sekarang dia jadi semakin suka sama elu" - ana
"Akhirilah secepatnya dengan begitu dia gak jatuh terlalu dalam lagi, jangan menjalankan sesuatu jika tidak dengan hati yang tulus atau itu akan menyakiti hati orang lain, dan cobalah berfikir dahulu sebelum mengambil keputusan atau tindakan lihat dari dua sisi jangan hanya dari satu sisi, mata saja ada dua kenapa hanya melihat dari sebelah mata?, ingat ga nia" - ana
"Iya ana maaf ya...." -nia
"Gua tau gua salah, gua gak bakalan kayak gini lagi, makasih ya sarannya, emang ana doang deh yang the best muahhh" - nia
"Love ana (emotikon love, kasih sayang, cium)" - nia
"Jangan minta maaf ke gua, emang gua yg elu patahin hatinya" - ana
"Iya iya deh" - nia
"Aduh gua jadi lega kalo udah tanya sama elu na, gua gak bakalan ragu lagi" - nia
"Ya" - ana
"Hehe"- nia
.......
"Apalagi yang anak ini lakukan terkadang ia sangat sok dewasa tapi nyatanya malah seperti anak kecil, kuharap ia bisa menyelesaikannya dengan baik" pikir ana dalam hati
Nia dia adalah teman ana sejak kecil namun sempat berpisah saat ana berusia 5 tahun dan kembali bertemu saat mereka masuk SMP yang sama, nia adalah orang yang paling mengerti ana namun ia tau ana orang yang tak suka hatinya diketahui orang lain, mungkin karna hal itu juga yang membuat nia lebih memilih diam dan lebih baik untuk tidak tau apapun. Nia juga termasuk sahabat ana yang masuk kedalam grub EDAN 4 bersama gendis dan satu orang lainnya.
Sebenarnya menanyakan saran dan curhat seperti ini sering terjadi pada ana semua teman yang mengetahui kebijakan ana akan terus menerus percaya pada ucapan ana dan saran yang ana berikan pada mereka. termasuk EDAN4 yang sangat mempercayai ana bahkan hal sekecil apapun yang menganggu pikiran mereka, mereka akan bertanya pada ana dan meminta sarannya.
Karna hal ini jugalah temannya kapanpun jika sedang sedih mereka akan ingat ana untuk pertama kalinya. Ana bahkan dia adalah orang dengan julukan pendengar terbaik dan orang yang sangat nyaman untuk di ajak curhat saat pertama kali bertemu.
Namun sebaliknya untuk ana, mungkin dia adalah pendengar yang baik untuk semua orang tapi tidak ada orang yang bisa mendengarkan semua isi hatinya. Karna hal ini pula lah yang membuat ana terkadang menjadi lebih dingin namun tidak bisa menyalahkan siapapun.
......
"Aisshh ngantuk banget yak huwaaahhh....." ucap ana yang sedang menahan ngantuknya
"Emang elu gak tidur semalem?" tanya gendis karna melihat ana yang terus menguap
__ADS_1
"Ana mah tiap hari juga ngantuk diam mah" cetus tanti menyambar pembicaraan dengan melirik sedikit ana
"..........."