
Sedangkan seorang lelaki yang berada di negara lain tengah menyibukkan dirinya lewat pekerjaan.
Merasa hari sudah cukup larut akhirnya dia memutuskan untuk pulang.
Diluar ruangan ternyata asisten pribadinya sudah menyambut kedatangan tuannya.
Saat ini Zion dan juga Samuel sedang dalam perjalanan menuju rumah milik Zion.
"Apa kau tahu dia pergi kemana?" tanya Zion kepada Samuel yang sedang menyetir mobil mewah itu dengan kecepatan sedang.
"Saya hanya tau kalau dia berkunjung ketempat temannya tuan" jawab Samuel yang merasa sedikit heran tuan sekaligus bosnya menanyakan tentang Berliana.
"Apa saya harus mencari lebih lanjut tuan?" tanya Samuel.
"Tidak perlu!" ucap tegas Zion.
"Bisa-bisanya nanti dia merasa kalau aku sedang perhatian dengannya" pikir Zion.
Perjalanan yang ditempuh hanya beberapa menit saja dan akhirnya mereka berdua sampai di rumah pribadi milik Zion.
Zion masuk kedalam rumahnya dengan langkah tegas dan penuh wibawah.
Sekilas dirinya mengedarkan pandangannya dan sedikit mengingat saat Berliana dengan sengaja menunggu kedatangannya saat pertama kali Berliana datang kerumah itu.
Ia kembali melanjutkan langkahnya menuju lantai dua yaitu kamarnya untuk beristirah.
Seperti biasa ia merasa cukup lelah akan jabatan dan pekerjaan yang ia hadapi selama ini. Dan sebisa mungkin dirinya mengatur semua itu dengan baik.
.............................
Sedangkan Berliana yang berada di negara seberang sedang sibuk menyantap makanan yang disajikan oleh Parago Resto.
"Ternyata makanan disini enak-enak" puji Berliana.
"Wajar saja jika disini mahal, selain makanannya enak-enak tempatnya juga bagus!" ucap Safira yang ikut memuji Parago Resto.
Sedangkan Leanor dan Faby hanya sibuk menghabiskan makanan mereka.
Tidak berselang lama wakil manajer Parago Resto, Rocky.
"Maaf mengganggu waktu makan kalian! Dan aku hanya ingin kalian mencicipi menu baru kami yaitu makanan penutup" ucap Rocky sambil membawa sebuah nampan di tangannya.
"Tidak apa-apa" ucap Berliana tenang.
Saat ini mereka mulai mencoba makanan penutup yang diberikan percuma kepada keempat wanita itu.
Dengan berbagai masukkan dan saran Berliana ucapkan kepada Rocky agar Parago Resto tetap berada pada puncaknya.
Setelah selesai acara makan, mereka berempat memutuskan untuk pergi ke pusat perbelanjaan ternama yang ada dinegara itu.
Dua mobil yang saling melaju dengan kecepatan sedang menuju ketempat yang mereka inginkan.
...............................
Sampainya ditempat parkir khusus pengunjung, mereka berempat berjalan menuju pintu masuk.
"Ayo! kita habiskan uang kak Berliana!" seru Leanor dengan semangat.
"Dasar kamu ini, seperti tidak punya uang saja!" cibir Safira yang melihat tingkah Leanor.
"Selagi ada yang gratis kenapa tidak" ucap Leanor dengan angkuh.
"Sudah-sudah nanti tempatnya tutup nanti" ucap Berliana sambil berjalan lebih dulu.
"Apa? Tidak bisa dibiarkan ini!" ucap Leanor sambil mempercepat langkahnya.
Melihat tingkah Leanor kegita wanita itu hanya terkekeh kecil.
Saat ini mereka berada didalam toko yang menyajikan pakaian kerja maupun pakaian formal lainnya.
"Kak ini bagus tidak?" tanya Leanor kepada Berliana yang tengah mencari sepatu kantor yang pas untuknya.
"Warna ini lebih bagus" pendapat Berliana dan langsung disetujui oleh Leanor.
"Berliana kamu belum juga dapat sesuatu?" tanya Safira yang melihat Berliana belum mendapatkan apa-apa.
"Kalian pilihlah biar aku yang bayar!" ucap Berliana dan di sambut senang oleh Safira dan Leanor dan tidak dengan Faby yang merasa bahwa mereka belum terlalu akrab.
__ADS_1
"Tidak perlu Berliana" ucap Faby yang merasa tidak enak.
"Sudahlah Faby terima saja!. Dengan dia membayari belanjaan kita, tentunya tidak akan membuat ia jatuh miskin" ucap Safira.
"Benar itu Kak Faby, terima saja!. Kakak Berliana ini orang kaya jadi tenang saja" timpal Leanor sambil melihat-lihat jika ada barang yang menarik perhatiannya.
"Tidak apa-apa Faby, tidak usah sungkan!" ucap Berliana.
"Baiklah kalau begitu. Terima kasih!" ucap Faby.
Saat ini mereka berempat berpencar mencari barang-barang yang akan mereka inginkan.
Pandangan Berliana tertuju pada pakaian kantor khusus lelaki yang berada pada bagian ujung toko besar itu.
"Ada yang bisa saya bantu nona?" tanya seorang pelayan lelaki itu kepada Berliana yang terlihat berpikir.
"Tolong carikan jas dan juga dasi dengan kualitas baik" ucap Berliana kepada pelayan toko laki-laki itu.
"Baik nona, mohon tunggu sebentar" ucap pelayan laki-laki itu dan langsung mencari barang yang diinginkan Berliana.
Saat ini Berliana ingin memberikan jas dan juga dasi untuk Zion. Dia berharap semoga Zion menyukai pemberiannya.
Berliana akhirnya mendapat jas dan juga dasi yang cocok untuk Zion.
Karena ia teringat kalau Zion akan berulang tahun bulan depan dan ia berniat menghadiahkan itu untuk Zion.
"Kalian sudah selesai?" tanya Berliana yang melihat ketiga temannya sedang menuju kearah dirinya.
"Sudah" ucap ketiganya serentak.
"Ayo kita kekasir!" ucap Berliana sambil memimpin langkah kegita temannya.
Satu-persatu barang mereka dihitung oleh penjaga kasir dan tidak lama sang kasir itu menyebutkan nominal yang harus dibayar oleh Berliana.
Karena ia meminta barang belanjaan mereka dipisah-pisah.
Dengan santai Berliana mengeluarkan kartu Gold miliknya dan sangat jarang ia pakai.
Melihat kartu itu Faby semakin menatap kagum kepada Berliana yang ternyata bukan orang sembarangan dan tidak dapat diremehkan.
Sekarang mereka sudah masuk toko kedua yang sangat memanjakan mata para kaum perempuan.
"Kalian berdua pilihlah!" ucap Berliana kepada Safira dan juga Faby.
Niat hati Faby dan juga Safira ingin menolak tawaran Berliana akan tetapi Berliana sudah berbicara terlebih dahulu.
"Belum tentu akan ada kesempatan kedepannya untuk kita bersama!" ucap Berliana sambil menatap keduanya secara bergantian.
Safira, Leanor dan juga Faby mulai berkeliling ditempat itu.
Untuk pertama kalinya Faby masuk kedalam toko barang-barang mewah itu. Jika tokoh sebelumnya masih bisa ia membayar sendiri tapi di toko kedua ini.
Dia merasa gajinya selama satu tahun hanya bisa membeli barang yang paling murah saja.
"Apa kau buta!" bentak seorang wanita yang tidak sengaja ditabrak oleh Faby. Saat dirinya merasa takjub berada ditempat itu.
"Maaf saya tidak sengaja!" ucap Faby dengan wajah memelas.
"Maaf-maaf kamu pikir ini barang murah?" tanya wanita itu dengan suara cukup tinggi dan membuat para pengunjung disana menatap kearah mereka.
"Kalau lecet bagaimana, Ha? Kamu mau menggantinya!" ucap wanita itu dengan marah.
"Maaf!" ucap Faby dengan wajah menunduk.
"Maaf ada apa ini?" tanya Berliana yang mendekat kearah Faby.
"Siapa kamu?" tanya wanita itu dengan angkuh.
"Saya temannya" jawab Berliana.
"Oh kamu teman wanita ini?" tunjuk wanita itu kepada Faby yang diam tertunduk sedih.
"Apa kau tahu, tas yang akan saya beli ini sudah tidak sempurna lagi!" ucap wanita itu dengan kesal.
"Nona maunya bagaimana?" tanya Berliana yang mencoba berdamai.
"Emang orang miskin seperti kalian mampu membelikannya?" tantang wanita itu dengan angkuh.
__ADS_1
Mendengar ucapan wanita angkuh itu membuat Faby menatap Berliana sebagai isyarat agar Berliana tidak menyetujui ucapan wanita itu.
"Baik!" ucap Berliana yang tidak mau bermasalah lebih panjang lagi.
Selagi masalah itu bisa diatasi dengan mudah kenapa harus menempuh jalan sulit dan itu adalah salah satu prinsip Berliana yang ia pegang teguh.
"Tapi sebelum itu, beri kami waktu karena ada barang yang ingin saya beli" ucap Berliana yang mencoba negosiasi.
"Baik. Kita lihat saja apakah kalian mampu membelinya atau tidak?" ucap remeh wanita itu.
"Sudah tenanglah" ucap Berliana sambil mengusap bahu Faby pelan.
"Saya akan memakai uang saya sendiri saja nona dan nona tidak perlu mengeluarkan uang nona lagi!" ucap Faby yang merasa tidak enak hati.
"Kak Faby tenang saja, Oke!" ucap Leanor dan dianggukkan oleh Safira yang ikut menenangkan asistennya itu.
"Apa kalian sudah selesai?" tanya Berliaja kepada Safira dan juga Leanor.
"Sudah" ucap keduanya.
Leanor dan juga Safira sama-sama memilih sepatu dengan model yang berbeda.
"Tunggu sebentar disini" ucap Berliana sambil menyuruh Faby duduk di dekat Safira dan juga Leanor.
Saat ini Berliana sedang melihat-lihat tas keluaran terbaru setelah mendapatkan barang yang ia butuhkan.
Dengan segerah ia berbisik kepada salah satu pelayan disana dan langsung dituruti oleh pelayan toko itu dengan senang hati.
Berliana kembali dengan membawa sepasang sepatu dengan warna yang berbeda dengan Leanor.
"Ayo, sekarang waktunya kita bayar" ucap Berliana dan diikuti oleh ketiganya.
Mereka sudah sampai didepan kasir dan wanita yang ditabrak oleh Faby sedang menatap remeh kearah mereka.
"Letakkan barang kalian" ucap Berliana kepada Leanor dan juga Safira.
Sedangkan Faby hanya diam saja, karena ia tidak membeli karena insiden yang menimpa dirinya beberapa saat yang lalu.
"Dan jangan lupa barang yang saya ucapkan tadi nona" ucap Berliana kepada pelayan toko yang bisikkan tadi.
"Baik nona!" ucap pelayan itu dengan patuh.
Satu-peesatu belajaan Berliana mulai dihitung dengan baik, akan tetapi orang disana mulai memasang mata dengan teliti menanti kelanjutan cerita.
"Nona silahkan letakkan tas yang akan anda beli" ucap Berliana kepada wanita angkuh itu.
Dengan muka sinis ia meletakkan tas yang menjadi incarannya.
"Nona, saya ingin membayar barang belanjaan saya terlebih dahulu" pinta Berliana dan langsung diikuti oleh kasir.
"Bilang saja kalau kau tidak punya cukup uang!" ejek wanita itu sambil melipat kedua tangannya.
"Berapa totalnya nona?" tanya Berliana yang tidak menghiraukam ucapan wanita angkuh itu.
"Totalnya 93. 980.000 nona!" ucap kasir itu.
Dengan santai Berliana mengeluarkan Black Card miliknya.
Melihat kartu yang dikeluarkan oleh Berliana membuat orang-orang disana menatap tidak percaya.
Apalagi wanita angkuh itu membulatkan kedua bola matanya.
"Tenanglah nona sesudah ini baru belanjaan anda akan dihitung!" ucap Berliana sambil menatap sekilas wajah terkejut wanita angkuh itu.
"Sebutkan nona berapa jumlah total belanjaan nona ini" ucap Berliana dengan suara cukup keras.
"Totalnya 570.000.000 nona!" ucap kasir itu dan lagi-lagi wanita itu merasa sudah kalah telak.
"Anda jangan berbohong ya, bukannya harga tas itu 175.000.000" ucap wanita itu yang merasa ditipu.
"Benar nona hanya saja nona ini memberikan anda satu lagi tas keluaran terbaru dengan harga 390.000.000" ucap kasir itu dengan santai karena sudah di instruksi oleh Berliana.
"Apa?!" ucap terkejut wanita itu.
Karena ia sebenatnya tidak berniat untuk membeli tas tersebut. Karena ia sangat sayang dengan uang yang ia keluarkan.
Akan tetapi saat ini ada orang yang memberi dengan percuma tas dengan harga yang sangat fantastis menurutnya.
__ADS_1