Berliana

Berliana
26. Senyum Tapi Terluka


__ADS_3

Saat ini Berliana sudah pulang dari sekolah dan hari ini ia pulang lebih telat dari biasanya!.


Alasannya adalah bahwa dirinya setelah sepulang sekolah Sakira dan yang lainnya mengajak dirinya berkumpul di salag satu restoran yang baru saja di bukak.


Melihat jam sudah terlalu sore Berliana langsung pulang duluan! dan ia takut jika ia belum sampai rumah tapi Zion sudah sampai dirumah terlebih dahulu.


Taksi yang dipesan Berliana sudah berhenti dengan sempurna didepan rumah milik Zion.


Setelah membayar taksi Berliana langsung masuk kedalam rumah!.


Saat akan menaiki anak tangga! Berliana langsung berhenti karena mendengar suara cukup kerasa yang tidak jauh darinya saat ini.


"Sudah puas keluyurannya?!" tanya sinis nyonya Debora atau mamanya Zion.


Dengan sengaja mamanya Zion mengunjungi kediaman putranya dan ingin melihat bagaimana perlakuan putranya kepada wanita yang sudah di jodohkan oleh mertuanya.


"Mama!" ucap pelan Berliana yang sudah membalikkan badannya.


"Jangan panggil aku dengan sebutan itu! Aku tidak sudih mendengarnya dari mulut kotor mu itu!" ucap mama Zion yang tidak menerima kehadiran Berliana.


"Jangan kau pikir setelah berhasil bertunangan dengan putra ku! Kamu seolah-olah jadi ratu disini. Tidak akan!!" sambung mama Zion dengan tatapan tajamnya.


"Dari mana saja kamu?" tanya mama Zion dengan tatapan penuh selidik.


"Ma.," ucapan Berliana langsung di potong oleh mamanya Zion.


"Panggil aku nyonya!" ucap mama Zion dengan angkuh.


Mendengar ucapan Mamanya Zion, Berliana hanya menghembuskan nafas pelannya.


"Tadi setelah pulang sekolah, aku kumpul sama teman sekolah aku dulu nyonya" jelas Berliana sambil tersenyum tipis.


"Lain kali langsung pulang! dan bantu pekerjaan bibi Hesti!. Kamu pikir kamu akan hidup gratis disini? Tidak!" ucap mama Zion.


"Baik nyonya!" ucap patuh Berliana yang tidak mau memperkeruh suasana.


"Bagus!" ucap bangga mama Zion.


"Dan jangan sekali-kali berpikir bahwa aku menerima kamu sebagai calon menantuku! Dan jawabannya adalah tidak!" ucap mama Zion dengan tersenyum sinis.


Mendengar hal itu membuat Berliana hanya bisa tersenyum tipis. Walaupun matanya menyiratkan kepedihan!.


"Kamu sungguh tidak layak menjadi pendamping anakku, Zion!" ucap sinis mama Zion dengan tatapan merendahkan.


"Aku sadar akan hal itu nyonya!" ucap Berliana yang masih tersenyum tipis.


"Dan itu berlaku juga untuk putramu nyonya!" ucap Berliana dalam hati.

__ADS_1


"Sebaiknya kamu bujuk papa mertuaku untuk membatalkan pertunangan kalian!" ucap santai mama Zion.


Deg


Seketika aliran tubuh Berliana terhenti bahkan senyum tipis yang ia perlihatkan sedikit demi sedikit mulai memudar.


"Karena aku sudah punya calon menantu yang sangat cocok untuk bersanding dengan putra ku" ucap mama Zion dengan sedikit tertawa mengejek.


"Yang pastinya dia jauh lebih baik dari kamu!" sambung mamanya Zion.


Kalimat demi kalimat yang diucapkan oleh mama Zion yang sangat menyudutkan bahkan merendahkan posisi Berliana!.


Masih dalam posisi berdiri Berliana mendengarkan kalimat-kalimat yang membuat hatinya cukup tergores!. Akan tetapi ia tutupi dengan raut wajah biasa saja bahkan ia kembali memberikan senyuman tipis kepada wanita paruh baya didepannya saat ini.


Bibir yang tersenyum tipis dengan hati yang sudah tergores adalah situasi yang sangat membutuhkan energi dalam meredamkan ego yang saat ini siap meluncur.


..........................


Saat ini Berliana sudah berada didalam kamar miliknya.


Duduk di balkon kamar sambil memandang langit malam yang dihiasa jutaan cahaya bintang!.


Berliana memejamkan matanya sejenak, karena ia kembali teringat akan ucapan mamanya Zion yang tidak menyukai kehadiran dirinya.


"Apa kalian bahagia dengan status aku saat ini?" tanya Berliana sambil memandang jutaan bintang di langit malam.


"Aku rindu dengan senyum tulus dan hangat kalian!" gumam Berliana dengan pelan.


"Tapi kalian tenang saja! Aku masih memberikan dia kesempatan!" ucap Berliana sambil terkekeh kecil.


"Jika kesempatan itu sudah habis! Maka tidak harapan sedikitpun!" ucap Berliana dengan tatapan tajamnya.


Berliana terkekeh kecil mengingat-ingat beberapa kejadian yang ia alami selama pindah ke kota ini.


Jika ada yang mendengar kekehan kecil Berliana! Maka orang akan berpendapat bahwa Berliana terkena gangguan jiwa.


Karena suara kekehan kecil Berliana sungguh menyiratkan sesuatu yang tidak terduga.


Sifat Berliana adalah mematikan lawannya tanpa perlawanan sedikitpun!.


Dan semuanya sudah tersusun rapi tanpa celah sedikitpun.


....................


Berliana meresa kehausan dan ia bernian keluar kamar untuk mengambil air minum.


Air putih yang disediakan oleh pekerja dirumah itu sudah ia minum habis.

__ADS_1


Jam sudah menunjukkan pukul 8 malam dan Zion juga beluk kembali dari kantor!.


Saat akan menutup pintu kamar, Berliana melihat Zion yang baru saja sampai dilantai yang sama, yaitu lantai 2.


"Kenapa baru pulang?" tanya Berliana saat akan menuruni tangga.


"Bukan urusan mu!" ucap ketus Zion sambil menatap tajam kearah Berliana.


"Mau ku siapkan air hangat?" tawar Berliana.


"Apa kamu wanita murahan?" tanya Zion.


"Apa maksudmu?" tanya Berliana dengan raut wajah bingung.


"Apa kamu ingin menggoda ku?" tanya sinis Zion.


"Jika ia maka itu tidak akan berhasil" ucap Zion dengan tersenyum miring.


"Dengarkan kata-kata ku!" tunjuk Zioj tepat didepan muka Berliana.


Dengan menghembuskan nafas secara kasar, Zion langsung bersuaranya.


"Jangan kau pikir aku menerima pertunangan ini" ucap Zion.


"Kau sama saja dengan wanita di luaran sana yang hanya mengincar posisi dan harta di kediaman kami!" ucap Zion sambil mencengkram kedua sisi rahang Berliana.


"Aku tidak seperti itu!" bantah Berliana yang sedikit susah membuka mulutnya.


Cengkraman Zion mulai terasa sakit pipinya.


"Kamu pikir aku akan percaya? Jangan mimpi!!" seru Zion dan langsung melepas rahang Berliana dengan kasar.


"Aku tidak bermimpi!. Aku sedang berusaha agar bisa membuka hatimu" ucap Berliana dengan yakin.


"Hahaha, itu tidak akan bisa! Kau ingin tau kenapa? Karena disini! Di hati ini sudah ada nama orang lain!" ucap Zion dengan tersenyum mengejek.


Deg


"Rasanya cukup sakit dan perih!" ucap Berliana dalam hati sambil memandang lekat kedua mata Zion.


Melihat keterdiaman Berliana membuat Zion menyeringai sinis dan langsung berlalu meninggalkan Berliana yang masih berdiri mematung didepan kamarnya.


Mendengar suara pintu kamar tertutup cukup keras membuat Berliana menatap asal suara itu dengan pandangan sayu.


"Untuk mencapai segala sesuatu bukan jalan mulus yang harus lalui! Tapi jalan yang memiliki krikil tajam dan curam yang harus dilalui" gumam Berliana sambil mengepalkan kedua tangannya.


"Sesuai dengan ucapan ku, jika tidak berhasil maka aku akan melepaskan mu Law" ucap Berliana dengan tersenyum pedih.

__ADS_1


Dengan langkah pelan Berliana turun menuju dapur untuk mengambil air minum.


Setelah mendapatkan apa yang ia cari, Berliana langsung masuk kedalam kamarnya dan beristirahat.


__ADS_2