
Saat ini disalah satu hotel ternama yang dibawah naungan perusahaan Brown, Sedang mempersiapkan acara yang akan diselengarakan dua hari lagi, yaitu acara ulang tahun perusahaan Brow yang kesekian kalinya.
Tidak mengherankan jika tempat yang digunakan dalam acara kali ini, melibatkan banyak pihak serta para pemegang saham dan juga para perusahaan ternama yang bekerja sama dengan Brown Crop.
Kali ini acara tersebut bukan hanya dengan tema perusahaan melainkan acara ulang tahun Zion, juga diselenggarakan secara bersamaan.
Para kolega bisnis yang mendapat undangan, akan mempersiapkan diri sebaik mungkin dan tentunya mereka akan memanfaatkan dalam acara tersebut untuk memikat hati Zion Lawrance Brow supaya anak gadis mereka dilirik maupun disukai oleh pengusaha muda tersebut.
Disekolah IS Berliana dan yang lainnya sedang berada di kantin sekolah.
"Apa kalian datang keacara ulang tahun perusahaan Brown?" tanya Kevin kepada yang lainnya.
"Datang!" jawab Tama dan juga Gio secara bersamaan.
"Sepertinya datang" ucap Sakira sambil memakan makanannya.
"Kamu Ber?" tanya Kevin yang melihat Berliana sibuk memakan makanannya dan seolah-olah tidak mendengar apa yang mereka bicarakan.
Karena ia belum mendapat undangan secara pribadi, sedangkan untuk dirinya sebagai Sandreas ia sudah menerima undangan yang telah di sampaikan oleh Jonatahan kepadanya tempo hari.
"Datang" ucap Berliana secara singkat.
"Syukurlah, kalau begitu. Nanti kita disana berkumpul saja. Lagi pula kita juga tidak mengenal jajaran bisnis dari keluarga Brown" jelas Kevin kepada yang lainnya.
"Apa kalian sudah mempersiapkan apa yang akan kalian kenakan?" tanya Sakira.
"Belum" jawab mereka serentak dan Berliana hanya menyimak saja percakapan antara mereka.
"Bagaimana kalau sepulang sekolah kita ke pusat perbelanjaan?" tanya Tama dengan antusias.
"Boleh" ucap Berliana setelah keterdiamannya.
Langsung saja, ucapan Berliana mendapat persetujuan dari yang lainnya.
Mereka kembali melanjutkan acara makan dan minum di kantin itu sampai habis makanan serta minuman mereka dan tidak lama mereka selesai menghabiskan makanan mereka. Pertanda jam istirahat selesai dan mereka sudah melangkah menuju kelas mereka.
Para siswa IS mengikuti pelajaran dengan baik kali ini walaupun masih terkadang terjadi keributan antar siswa, tapi ada juga yang tetap fokus mengikuti pelajaran tersebut.
Jam sekolah telah berakhir dan sesuai kesepakatan mereka, bahwa mereka akan pergi kepusat perbelanjaan untuk membeli keperluan mereka untuk datang keacara ulang tahun perusahaan Brow.
......................
Saat ini mereka sudah sampai di salah satu pusat perbelanjaan, dimana banyak barang-barang mewah dan merek-merek ternama yang terpajang disetiap tokoh.
"Mau datang ketokoh mana dulu?" tanya Tama sambil melihat-lihat tokoh pakaian yang lainnya.
Sungguh jajaran tokoh tersebut sangat memanjakan mata bagi para pecinta dan suka berbelanja.
Mereka menuju salah satu tokoh pakaian yang menyediakan berbagai macam model pakaian.
"Kita berpencar apa bagaimana?" tanya Gio saat mereka sudah berada didalam tokoh itu.
"Kita cari secara bersamaan saja. Supaya bisa saling memberi masukkan" ucap Berliana dan langsung disetujui oleh yang lainnya.
"Kita cari pakaian untuk kalian pakai terlebih dahulu" ucap kembali Berliana dan melangkah menuju pakaian formal khusus lelaki.
"Apa ini cocok untuk ku?" tanya Tama sambil menempelkan jas berwarna hitam kebadannya.
"Kalau akau bagaimana?" tanya Gio yang sedang menatap dirinya kearah kaca besar yang menempel disalah-satu tembok.
"Sepertinya ukurannya kurang pas" ucap Sakira sambil memegang kedua sisi jas yang dipegang oleh Tama.
"Iya kau benar, lihatlah sepertinya kepanjangan dibagian tangannya" ucap Kevin yang ikut mengomentari pilihan jas yang dipilih oleh Tama.
"Coba ini dan ini dulu" ucap Berliana sambil memberikan dua jas kepada Tama untuk di coba.
"Akan aku coba dulu" ucap Tama dan langsung pergi meninggalkan yang lainnya dan melangkah menuju tempat khusus untuk mencoba pakaian.
"Sepertinya warnanya kurang cocok untuk kamu" ucap Kevin kepada Gio.
"Kalau ini?" ucap Gio sambil menempelkan jas yang berbeda ketubuhnya.
"Dicoba saja dulu" ucap Sakira dan juga Kevin.
__ADS_1
"Gio, ini kamu coba juga" ucap Berliana sambil memberikan dua jas dengan model yang berbeda.
"Ini untuk mu" ucap Berliana sambil memberikan dua jas juga untuk Kevin.
Karena sedari tadi Kevin belum memiliki satupun jas yang menarik dimatanya.
"Setelah ini baru kita cari baju yang cocok untuk kita. Tapi bukan disini tempatnya" ucap Berliana kepada Sakira.
Saat keduanya menunggu ketiga teman lelakinya yanh sedang mencoba jas yang diberikan oleh Berliana.
Sedangkan di tempat ganti pakaian ketiga lelaki itu sibuk memutur tubuh mereka didepan cermin besar yang ada di di ruangan tersebut.
"Gila, bagus sekali" ucap decak kagum Tama sambil memutar tubuhnya.
"Bagaimana dengan kalian?" tanya Tama dengan suara cukup keras.
Karena ketiganya sedang berada di tempat yang sama dan ruang ganti yang bersebelahan juga.
"Sepertinya ketampanan ku semakin bertambah" ucap Kevin dengan percaya diri.
"Itu karena kamu pakai pakaian bagus. Coba saja kau pakai pakaian biasa saja, pasti kau terlihat jelek" sahut Gio setelah mendengar ucapan Kevin yang memuji diri sendiri.
"Dasar siput, memuji cangkang sendiri tanpa bisa melihatnya" cibir Tama kepada Kevin.
Dimana posisi Kevin berada di antara keduanya, sehingga apa yang diucapkan oleh Kevin terdengar oleh mereka berdua.
"Apa kalian sudah selesai?" tanya Tama kepad keduanya.
"Sudah" ucap Kevi dan juga Gio sambil baru saj keluar dari ruang ganti.
Ketiganya menuju ketempat tadi, dimana Berliana dan juga Sakira masih mencari-cari dasi yang cocok untuk ketiganya.
"Bagaimana?" tanya Sakira saat dirinya pertama menyadari bahwa ketiga temannya sudah kembali.
"Semuanya bagus-bagus dan kami bingung mau pilih yang mana" ucap Kevin yang mewakili ketiganya.
Berliana yang mendengar suara mereka langsung berjalan mendekat kearah mereka berempat.
"Ada apa?" tanya Berliana. Karena dirinya tidak begitu jelas mendengar pembicaraan mereka.
"Kenapa? Apa kurang cocok?" tanya Berliana.
"Cocok, hanya saja kami bingung mau pilih yang mana" ucap Tama sambil tersenyum malu menatap Berliana.
"Ambil semuanya saja" ucap Berliana santai.
"Ah, tidak perlu!. Lagi pula kami hanya butuh satu saja" ucap Gio dengan cepat.
"Benar Ber, lagi pula harganya cukup mahal kalau beli dua. Kan sayang uangnya" ucap Tama.
"Kalau beli dua, ini berlebihan. Apalagi kita jarang mengikuti acara formal" ucap Kevin yang ikut membantu menjelaskan.
"Sudah ambil saja dan biar aku yang mentrktir kalian" ucap Berliana dengan tenang dan disertai senyum manis.
"Itu tambah tidak perlu Ber, lagi pula kami ada uang" ucap Tama yang merasa tidak enak hati.
Karena jika digabung maka belanjaan mereka akan mencapai jumlah yang cukup mahal.
"Tidak apa-apa, hanya sekali ini saja" bujuk Berliana.
"Sudah, terima saja. Lumayan dapat baju gratis" ucap Sakira kepada ketiga teman lelakinya yang masih menampilkan wajah tidak enak hati.
"Baiklah kalau kamu tetap ingin membayarnya" ucap Gio dan di anggukkan oleh keduanya.
"Terima kasih Ber" ucap ketiganya dengan serentak.
"Ayo kekasir dan aku juga sudah pilihkan dasi yang cocok untuk kalian" ucap Berliana yang berjalan lebih dahulu diikuti oleh yang lainnya.
Sampai dikasir ketiganya dengan pasrah menyerahkan barang yang ada di tangan mereka untuk dihitung harganya.
Mendengar nominal yang harus dibayar oleh Berliana membuat ketiganya serentak menatap kearah Berliana.
Dimana Berliana dengan santainya memberikan kartu limited miliknya.
__ADS_1
.........................
Sekarang mereka berlima sudah berada di dalah satu tokoh khusus pakaian wanita.
Mereka menuju kesalah satu patung yang sedang mengenakan dress yang sangat cantik akan tetapi itu terlihat berlebiha. menurut Berliana.
"Mbak, tolong carikan kami berdua dress yang elegant tapi sederhana" ucap Berliana kepada salah satu wanita pelayan tokoh itu.
"Sebentar ya adik, akan saya cari dahulu" ucap pelayan wanita itu kepada Berliana dan teman-temannya.
Pelayan wanita itu yang melihat bahwa mereka berliama masih mengenakan seragam sekolah dan itulah alasan ia yang tidak canggung sedikitpun untuk ia memanggil dengan sebutan adik.
Tidak terlalu lama mereka menunggu seorang pelayan tokoh yang bertugas mencari dress yang diucapkan oleh Berliana sudah kembali.
"Coba lihat dulu yang ini adik-adik. Dan ini juga, siapa tau cocok dengan selerah kalian" ucap pelayan tokoh itu sambil memberikan beberapa dress kepada Sakira dan juga Berliana.
"Ada yang lebih tertutup?" tanya Sakira saat meneliti kearah gaun yang cukup seksi menurutnya.
"Tolong carikan dress yang model ini tapi cukup tertutup dibagian dadanya" ucap Berliana dan langsung dituruti oleh pelayan tokoh itu.
"Baik, tunggu sebentar" ucapa ramah tokoh itu dengan sopan.
Karena bagi mereka, pembeli adalah raja dan sudah sesuai aturan jika para pelayan tokoh harus menghormati para calon pembeli yang datang ketokoh tempat mereka bekerja. Walaupun hanya sekedar bertanya-tanya ataupun melihat-lihat saja.
Pelayan tokoh itu kembali lagi sambil membawa dress yang lebih banyak dari sebelumnya.
"Cocok?" tanya Sakira sambil menatap kearah teman-temannya.
"Cocok!" ucap mereka secara serentak.
Akhirnya dress pilihan Sakura jatuh pada warna biru dongker dengan panjang hanya sebatas lutut saja.
Berliana tertarik pada salah satu dress yang berwarna toskah dengan bagian leher dan diatas dadanya yang transparan serta panjang sampai mata kaki. Akan tetapi dibagian bawah memiliki belahan sampai bagian paha.
Sekilas dress itu terlihat tertutup akan tetapi akan terlihat seksi jika orang yang memakainya mulai melangkah.
"Kamu sudah dapat?" tanya Sakira kepada Berliana.
"Sudah" ucap Berliana sambil memperlihatkan dress yang menarik dimatanya.
"kamu?" tanya Berliana kepada Sakira.
"sudah, ini" ucap Sakira sambil mengangkat dress yang cocok untuknya.
Mereka menuju kekasir untuk melakukan pembayaran dan sama seperti sebelumnya, Berliana yang membayar belanjaan Sakira.
Dan Sakira tidak menolak hal itu, karena ia sedikit tahu siapa Berliana. Jadi ia tidak khawatir jika Berliana tidak mampu untuk membayar belanjaan mereka.
.......................
Mereka berliama sudah menuju pulang masing-masing menggunakan kendaraan masing-masing.
Berliana mengemudikan mobil dengan kecepatan sedang menuju rumah Zion.
Sampai di rumah milik Zion, Berliana keluar dari dalam mobil dan mulai menaiki teras rumah.
Sampai diteras, Berliana membalikkan badannya saat mendengar ada suara mobil yang sedang menuju kearahnya dan itu adalah Zion yang baru saja kembali dari kantor.
Berliana berdiam diri menatap kearah Zion yang baru saja keluar dari dalam mobil dan mobil itu kembali meninggalkan rumah Zion.
Ternyata Samuel hanya menurunkan Zion tanpa mempir terlebih dahulu.
"Baru pulang?" tanya Berliana kepada Zion yang melangkah mendekat kearahnya.
"Belanja?" tanya Zion tanpa menjawab pertanyaan Berliana yang tidak berbobot untuknya.
"Iya" jawab Berliana.
Zion hanya memandang sebentar kearah Berliana dan langsung pergi berlalu melangkah masuk.
Banyak pekerjaan dan juga persiapan untuk acara nanti yang harus di kontrol membuat Zion harus kerja lebih maksimal lagi.
Berliana melangkah mengikuti Zion dari belakang dan keduanya sama-sama menuju kamar masing-masing.
__ADS_1
Sampai dikamar, Berliana meletakkan belanjaannya keatas tempat tidur dan langsung masuk kedalam kamar mandi untuk merendamkan dirinya didalam bak mandi.
Dan Zion melakukan hal yang sama seperti yang Berliana lakukan.