
Malam harinya Berliana sedang berada dimeja makan dan menunggu kepulangan Zion dari kantor. Menunggu selama tiga puluh menit lamanya, akhirnya Zion sampai dikediamannya.
"Apa kau banyak pekerjaan di kantor?" tanya Berliana saat Zion baru akan naik kelantai atas.
Zion hanya menghentikan langkah kakinya sebentar dan setelah itu ia langsung melanjutkan langkah kakinya untuk naik kelantai atas.
Entahlah, saat ini yang ada dipikiran Zion adalah saat dimana Berliana sedang bersama pria yang cukup berumur saat berada di area restoran tadi siang.
Berliana hanya diam menatap kepergian Zion yang tanpa menjawab pertanyaannya dan dia hanya berpikir positif jika Zion sedang lelah karena pekerjaannya yang sangat banyak dikantor.
Berliana kembali kemeja makan, disana ia duduk tenang dan terlihat sedang menunggu kedatangan Zion. 30 menit telah berlalu, namun Zion tidak kunjung datang untuk makan malam bersama.
Merasa Zion tidak akan turun, Berliana mulai makan malam sendirian, selesai makan ia langsung membereskannya dan kemudian naik kelantai atas untuk masuk kedalam kamarnya.
Pagi hari menjelang, Berliana sudah selesai memasak sarapan pagi untuk mereka dan saat ini ia sedang berada didalam kamarnya untuk membersihkan dirinya.
Setelah selesai, ia bergegas untuk keluar dan mulai menuruni anak tangga, namun
"Tidak sarapan dulu?" tanya Berliana yang sepenuhnya menuruni anak tangga.
Saat itulah ia lihat Zion dan juga Samuel hendak keluar dari rumah.
Zion hanya diam dan langsung melanjutkan langkahnya sedangkan Samuel menatap dengan raut wajah tidak enak kepada Berliana setelah itu ia baru menyusul Zion.
__ADS_1
Lagi-lagi dan lagi Zion mengacuhkan Berliana, jangankan menjawab ataupun berbicara. Melihat saja Zion sepertinya sangat enggan melihat dirinya.
Rasa sedih mulai menyeruak dalam diri Berliana, namun ia terlihat baik-baik saja. Bahkan ia menampilkan senyum saat melihat kepergian mobil Zion yang sudah meninggalkan rumah.
........................
"Apa gara-gara tempo hari?" tanya Samuel yang melihat Zion melalui kaca tengah mobil.
Hening!
Ziin hanya memyibukkan dirinya dengan membaca beberpa email yang masuk melalui tabletnya.
"Jika ia, lebih baik tanyakan saja. Dari pada berpikir yang tidak-tidak. Apalagi penyesalan selalu diakhir" ucap Samuel panjang lebar, walaupun tidak di respon oleh Zion.
Zion hanya diam saja, tanpa menghiraukan ucapan Samuel, walaupun ia sangat jelas mendengar ucapan dari sahabat sekaligus asistennya itu.
Keduanya selalu di sapa oleh pata keryawan disana dan hanya Samuel yang membalas sapaan mereka dengan sedikit menundukkan kepalanya.
Sedangkan Zion hanya menatap lurus kedepan tanpa melihat disekitarnya. Para karyawan yang melihat sikap Zion mulai menarik kesimpulan, jika Bos mereka sedang dalam kondisi yang buruk.
..........................
Disisi lain, Berliana sedang berada disalah satu pemakaman elit yang ada di kota itu.
__ADS_1
Sampai di makam itu, Berliana langsung menaburkan kelopak bunga mawar putih, dan serangkai bunga lily yang ia letakkan didekat batu nisan tersebut.
Suara tarikan dan juga hembusan nafas Berliana terdengar kasar saat ini sambil memnadang sebuah makan didepannya.
"Apa kabar Mom?" tanya Berliana dengan senyum manis.
Walaupun ia tidak menjadapat jawaban, Berliana terus saja berbicara seakan makan itu menimpali ucapan Berliana.
"Mom!" panggil lirih Berliana.
"Tanpa Berlian ucapkan pastinya Mommy sudah tahukan?" ucap Berliana dengan tatapan sedih.
"Berlian tidak tahu harus apalagi Mom?. Dan sepertinya kami tidak ditakdirkan Mom" ucap Berliana dengan suara serak.
"Maaf!" ucap Berliana dengan lirih.
"Tapi Mommy tenang saja, Berlian masih memberi waktu. Jadi Mommy jangan sedih disana. Apapun akhirnya, Berlian tetap anak Mommy" ucap Berliana dengan tersenyum walaupun air matanya mulai jatuh dipipinya.
"Mommy, Kuatkan Berlian ya, semoga Berlian jadi anak yang kuat lagi"
"Mom, dia juga sepertinya akan menjadi seseorang kuat nantinya dan bisa saja ia akan melebihi Mommy dan juga Daddynya" ucap Berlina sambil terkekeh kecil.
"Doakan dia juga ya Mom, agar dia jadi anak yang kuat" ucap Berliana.
__ADS_1
Cukup lama ia bercerita disana dan setelah itu ia memutuskan untuk pulang. Ia berniat mengantar makan siang untuk Zion.
Supaya hubungan mereka ada perkembangan kedepannya.