Berliana

Berliana
Episode 4


__ADS_3

Dijalan mau kesekolah.


"Ana mata lu sembab banget, lu abis nangis ya terus langsung tidur?" ucap nia yang terus memperhatikan matanya ana yang sembab.


"Auah bodo amat, biarin aja" ucap ana tidak peduli.


"Hahahah, maaf na abisan muka lu lucu sih jadinya" ketawa nia yang tak bisa menahannya.


"Lu berantem sama abang lu? Atau sama mama lu?" tanya nia penasaran.


"Engga, Gua gak berantem sama siapa-siapa" jawab ana cepat.


"Ohh, jangan jangan mata lu di kencingin kecoa hahahaha" ledek nia yang senang melihat ana seperti itu.


"Lu kira muka gua wc, terserah lu dah apaan kek" jawab ana yang malas meladeni nia saat itu.


Ana juga bingung bagaimana menceritakan alasan kenapa matanya jadi seperti ini , kalau ia bilang menangis tanpa sengaja saat sedang tidur karna bermimpi buruk bukannya itu adalah hal yang memalukan karna seperti anak kecil. Jadi ana lebih baik diam dan terserah mereka mau bilang dan berasumsi seperti apa tentang dirinya.


.......


Kring..... Kring.....  Kring..... (Bel jam istirahat berbunyi)


Saat semuanya pergi untuk makan siang, ana malah menyibukkan dirinya dengan menulis kata kata yang sesuai dengan hatinya saat ini dikelasnya.


~ Kepadamu.... ~


"Kepada Langit aku meminta untuk hariku yang indah


Kepada Matahari aku meminta untuk hariku yang cerah

__ADS_1


Kepada Bintang aku meminta untuk hariku yang bergemilang


Kepada Bulan aku meminta untuk hariku yang terang


Kepada Hujan aku meminta untuk menghapus ingatan yang menyedihkan


Kepada waktu maaf aku yang kekurangan ini selalu meminta kebahagiaan setiap harinya


Kepada dunia maaf karna selalu menganggapmu kejam


tapi..... itulah yang kurasakan sekarang ini"


"Na" panggil anis yang mengagetkan ana yang sedang bengong dikelas


"Kenapa lu gak istirahat?" tanya anis dengan senyumnya yang sebenarnya malu menanyakan hal itu


"Males" jawab ana singkat


"Yah serah lu dah" ucap anis dengan wajah yang sudah males melihat ana seperti itu.


Entah sejak pagi ana terus saja tidak banyak bicara atau melakukan sesuatu, sepanjang hari ia hanya duduk dan rebahan di mejanya seperti orang tanpa tulang. Males banget.  pikir anis.


"Na..... Kamu kenapa sih lemes banget kayaknya?" tanya seseorang yang sedari tadi memperhatikan ana namun ia baru berani bertanya.


"Gapapa mu, cuman lagi males aja" jawab ana tanpa melirik wanita tersebut


"Males mulu luh, gerak gerak gerak napa nih kayak gini nih hahahaha" ucap wanita yang duduk di depannya itu sambil menggerakkan tangan ana seperti boneka


"Aahhh..... Mumu mah lepas gak!" jawab ana yang akhirnya melirik wanita bernama mumu tersebut dengan tertawa kecil.

__ADS_1


"Hehehehe" tertawa kecil mumu


Mumu teman ana yang diperkenalkan oleh nia saat kelas 1 SMK. Nia, Ana dan Anis sengaja masuk kesekolah yang sama, sebenarnya Gendis pun juga ingin masuk bersama kami tapi orang tuanya tidak setuju dengan itu dan memilih gendis untuk masuk sekolah lain.


Saat pembagian MOPDB (Masa Orientasi Peserta Didik Baru) ana tak menyangka bahwa dirinya dan anis seruangan saat itu, namun karna hari itu ana telat masuk jadi ana tidak sebangku dengan anis. Dan saat pembagian kelas entah takdir apa yang mengikat mereka berdua lagi lagi mereka satu kelas, nia yang mengharapkan ana sekelas dengannya namun takdir tak membuat mereka sekelas. Ana pun duduk lagi sebangku dengan anis di kelas 10A. Sementara nia ditempatkan dikelas 10B


Karna perbedaan kelas mereka menjadi saling berbagi teman dan memperkenalkan teman masing-masing, ana yang sering kali mampir ke tempat nia membuat dirinya dikenal dikelas 10B begitu juga nia dan lagi lagi kedua anak ini dijuluki si kembar tak sedarah bahkan ada yang berfikir mereka lesbi, ana dan nia yang mengetahui perkataan itu hanya menggeleng-geleng.


"Orang yang mengatakan itu pasti isinya cuman hal kotor seperti itu, sebaiknya jangan berteman dengan orang seperti itu hadehhh jaman sekarang akrab sama temen sendiri aja dikata lesbong, terus gua gak boleh punya temen gitu?" ujar ana dan nia yang sudah tak tau lagi dengan jalan pikiran anak itu kearah mana karna jika dilihat anak itu sedikit mensong atau bisa dibilang ngondek.


"Lagian kok elu bisa akrab banget sih, heran deh gua" tanya cowok itu dengan postur yang menurut ana agak sedikit terganggu


apa-apaan orang ini, kalo ngomong biasa kali. Seandainya dia sedikit jentelmen mungkin ia akan lebih sedikit lumayan. Pikir ana dalam hati dengan tatapan tidak biasa


"Yah namanya juga temenan niel ya akrablah emang elu kalo temenan sama orang gak akrab ya?" ucap nia yang agak sedikit kesal dengan pertanyaan bodoh itu.


"Ya engga gitu juga, gimana ya gua kalo temenan tuh biasa aja, engga kayak elu. Kemana-mana berdua, bahkan ikut ekskul bareng, pulang bareng, berangkat bareng, istirahat bareng, apa-apa semuanya berdua, yah wajar dong kalo gua pikir lo berdua lesbong ehehehe" ucap cowok yang bernama daniel itu sambil tertawa kecil melihat ana dan nia


"Terserah lu dah mau anggap kayak apa, udah yu nia, mu, mis kita pergi aja" cetus ana yang menarik temen-temennya pergi dari pandangan orang tersebut


"Tuh, tuh, tuh, kan" ucap daniel sambil menunjuk mereka yang meninggalkan dirinya sambil tersenyum seperti orang yang mempergoki sesuatu


"Gua heran deh tuh anak mulutnya kayak perempuan ihh, gua tau kelakuannya emang kayak perempuan tapi mulutnya juga jangan malah melebihi perempuan kali" ucap miska yang sedari tadi sudah sangat muak dengan anak yang bernama daniel tersebut


"Udahlah lagian kan kenyataannya gak kayak gitu, biarin aja dia berimajinasi. Berimajinasikan bebas mis" ucap ana merangkul miska yang mukanya cemberut karna kesal


"Ayo kita jajan aja di engkong, ayo ayo" saut muaw mengalihkan pembicaraan


Karna hal itulah ana jadi mengenal lebih dekat dengan muaw dan miska tanpa sadar.

__ADS_1


"Eumm beli apa yaa buat dedi nanti pulang?? Yang manis-manis??  Atau sesuatu yang enak??" gumam ana dalam hati


.......


__ADS_2