Berliana

Berliana
73.


__ADS_3

Selesai dimeja makan, saat ini Berliana ingin berkeliling disekitar rumah milik orang tuanya dan sekarang ia sedang berada ditaman belakang.


Ia memandangi tumbuhan bunga mawar putih serta bunga lily, kesukaan Mamanya yang tumbuh subur disana.


"Tanam juga bunganya kedalam pot" ucap Berliana dengan tatapan masih menatap hamparan bunga kesukaannya dan Mamanya.


"Baik Nyonya" ucap pelayan yang sudah lama mengabdi dengan orang tuanya dulu.


Selama ini ia sekeluarga yang menjaga serta merawat rumah peninggalan orang tua Berliana. Oleh karena itulah rumah berserta isinya dan tanaman yang sangat terawat.


"Kenapa foto yang aku kirimkan belum juga dipajang?" tanya Berliana sambil kembali melanjutkan langkah kaki penelusurannya.


"Sudah kami pajang di kamar pribadi anda Nyonya" jawab pelayan itu dengan sopan.


"Kalau begitu, pajang juga di ruang keluarga" ucap Berliana.


"Baik Nyonya" ucap patuh pelayan itu.


"Sudah lama rasanya aku tidak menggunakannya" ucap Berliana sambil memegang motor kesayangannya.

__ADS_1


Saat ini langkah Berliana membawa ia kegarasi pribadi miliknya dan juga kendaraan peninggalan kedua orang tuanya.


Sepeda motor dan mobil yang keluaran lama itu terparkir rapih dan juga bersih digarasi yang cukup besar tersebut.


"Aku ingin membawanya nanti" ucap Berliana sambil memandang takjub sebuah sepeda motor yang sangat unik didepannya.


"Akan saya persiapkan Nona" ucap pelayan itu dengan sigap.


...............................


Seharian Berliana berada dirumah milik orang tuanya, saat ia sedang kembali dan menuju pulang kerumah Zion dengan menggunakan motor keluaran lama dan tentunya sudah dimodifikasi dengan baik pada bagian-bagian penting.


Sampai dirumah Zion, Berliana langsung memerkirkan motornya kedalam garasi dan untuk mobil yang dipakai oleh Berliana sudah berada didalam garasi dan itu diantar oleh salah satu penjaga rumah milik orang tuanya.


Motor itu berhenti dengan sempurna dan Berliana dengan santai masuk kedalam rumah dan sepertinya Zion belum kembali dari kantor. Hal itu menandakan jika garasi tidak adany mobil Zion dan juga lampu kamar yang tidak menyala.


Tidak lama Berliana masuk rumah, Zion baru saja tiba dan secara cepat ia melihat motor antik yang terparkir digarasi miliknya dan itu terparkir tepat disebelah mobilnya.


"Motor siapa itu?" gumam Zion dalam hatinya.

__ADS_1


Terlalu malas untuk berpikir yang menurutnya itu kurang penting, Zion keluar dari dalam mobil yang ia kendarai sendiri dan langsung masuk kedalam rumah.


Sampainya dilantai dua, Zion melihat Berliana baru saja keluar dari dalam kamar.


Zion hanya melirik sekilis dan kembali melanjutkan langkahnya menuju kamar miliknya. Walaupun saat ini pikirannya tengah memikirkan Berliana yang berpakaian rapih saat baru saja keluar kamar.


Saat dalam kamar Berliana mendapatkan telepon dari salah satu anak buahnya. Bahwa ada beberapa orang yang dicurigai yang mengintai rumah milik orang tuanya, sudah diamankan.


Alasan itulah yang membuat Berliana dengan segerah menuju lokasi yang biasanya tempat mereka mengintrogasi.


........................


Didalam kamar milik Zion, ia sedari tadi sibuk dengan pikirannya tentang Berliana pastinya.


"Mau kemana dia dengan motor itu?" tanya Zion saat melihat kepergian Berliana menggunakan motor yang baru pertama ia lihat.


"Apa berita-berita itu benar?" tanya-tanya Zion dengan pandangan fokus menatap kepergian Berliana.


"Tidak-tidak! Aku tidak boleh memikirkan dia. Iya, aku tidak boleh memikirkan dia, dan juga aku tidak ada rasa sama dia" ucap Zion dengan yakin dan langsung masuk kedalam kamar mandi untuk beristirahat.

__ADS_1


__ADS_2