Berliana

Berliana
65. Berangkat Bersama


__ADS_3

Pagi harinya, Berliana sudah membuat sarapan untuk dirinya dan juga Zion bahkan ia membuat cukup banyak kali ini. Karena ia pikir bukan hanya penghuni rumah saja yang akan ia berikan, tetapi para pekerja juga akan di berikan dan sudah ia pisahkan kedalam tempat yang berbeda.


Saat ini Berliana sudah berada di meja makan dan menunggu kehadiran Zion. Tidak lama setelah itu, Zion sudah menuruni anak tangga dan langsung menuju meja makan.


"Ayo sarapan dulu sebelim berangkat" ucap Berliana saat Zion sudah mendekat kearahnya.


Langsung saja Zion duduk dengan tenang dan santai dan dengan cepat pula. Berliana meletakkan roti bakar keatas piring Zion.


Marasa cukup Berliana kembali ketempat duduknya yang berada disebelah Zion.


Mereka memakan sarapan dengan tenang dan santai. Tanpa tahu jika Samuel baru saja tiba dan masuk untuk menjemput Zion.


"Kebetulan sekali aku belum sarapan" ucap Samuel dengan senang bahkan ia sudah duduk dihadapan Berliana dan juga Zion dengan santai.


"Kalau begitu, sarapan dulu sebelum berangkat" ucap Berliana dan langsung disambut binar senang oleh Samuel.


Zion hanya menatap datar sang asisten sekaligus sahabatnya itu.


"Enak, bahkan sangat enak" ucap Samuel sambil mengunyah makanannya.


"Hanya roti selai, jadi aku rasa itu terlalu berlebihan pujiannya" ucap Berliana dengan senyum kearah Samuel.


"Tetap saja enak" ucap Samuel.


"Terima kasih dan habiskan ya" ucap Berliana.


"Tentu saja" ucap Samuel yang sudah menghabiskan beberapa potong roti.

__ADS_1


"Apa aku akan mendapat bekal?" tanya Samuel.


"Habiskan makananmu!" seru Zion yang sedari tadi diam melihat intraksi keduanya.


Melihat dan mendengar cara bicara keduanya ia merasa panas mendengar pembicaraan keduanya.


"Aku tidak bertanya denganmu" ujar Samuel dengan raut wajah kesal.


"Ada, nanti aku siapkan" ucap Berliana dengan senyum.


"Ayo berangkat!" seru Zion sambil berdiri dati tempat duduknya.


"Tunggu sebentar" ucap Samuel sambil memasukkan sedikit lagi roti kedalam mulutnya.


"Aku ambil bekal kalian dulu" ucap Berliana dan langsung menuju kebelakang untuk menyiapkan bekal untuk dibawak oleh Samuel dan Zion.


Tidak berselang lama, Berliana membawa dua kotak bekal untuk diberikan kepada keduanya yang sedang menunggu dirinya dimeja makan.


"Terima kasih!" ucap Samuel dengan senang.


Sedangkan Zion hanya menatap datar kearah Samuel yang berwajah senang karena menerima bekal dari Berliana.


Saat ini Berliana, Zion dan juga Samuel sedang menuju pintu untuk berangkat kerja dan kesekolah.


"Berangkat bersama?" tanya Zion kepada Berliana.


"Bersama saja, lagi pula kita searah!" ucap Samuel yang ikut mengajak Berliana pergi bersama.

__ADS_1


"Baiklah!" ucap Berliana dengan senyum manis.


Berliana masuk lebih dulu dan disusul oleh Zion, keduanya duduk dibelakang sedangkan Samuel duduk didepan untuk menyetir mobil.


...............................


Mobil yang dikemudikan oleh Samuel sudah melaju menuju kesekolah Berliana leboh dahulu.


Tidak memakan waktu lama, Mobi yang membawa Berliana sudah sampai tepat didepan IS.


"Terima kasih untuk tumpangannya" ucap Berliana kepada keduanya.


"Sekolah yang benar" ucap Zion sambil mengelus kepala Berliana dengan lembut.


Samuel hanya jadi pendengar saja, sambil melihat interaksi keduanya dari kaca tengah dalam mobil.


Dan Samuel merasa jika sahabat sekaligus bosnya itu sudah mulai menaruh rasa pada Berliana. Hal itu dapat ia simpulkan, dari cara Zion yang menatap serta memperlakukan Berliana.


Berliana sudah keluar dari mobil Zion dan Zion serta Samuel sudah berangkat menuju kantor.


Diperjalanan menuju kantor, Samuel langsung membuka suaranya.


"Apa kau sudah mulai membuka hatimu?" tanya Samuel sambil melirik sekilas kebelang melalui kaca.


"Entahlah" ucap Zion pelan.


"Apa ini rasa yang harus atau mungkin aku sudah sedikit demi sedikit menyukainya. Yang pasti aku tidak tau" ucap kembali Zion dengan menghembuskan nafas gusar.

__ADS_1


"Pastikan dan jangan sampai kau menyesal dikemudian hari" ucap Samuel dengan serius.


Memdengar ucapan Samuel pikiran Zion semakin kalut. Entahlah, sepertinya ia harus memastikan dahulu apa yang saat ini ia rasakan.


__ADS_2