Berliana

Berliana
64. Kenyamanan


__ADS_3

Sejenak Berliana memejamkan kedua matanya dan merentangkan kedua tangannya.


Ia sangat menikmati hembusan angin yang berasal dari laut yang menerpa tubuhnya.


"Jika ini hanya sementara, biarkan aku menikmatinya. Walaupun sebentar"


"Jika ini awal yang baik untuk kami, maka jangan kau hadirkan dalam waktu yang singkat"


"Sangat nyaman! Dan tidak mau membuka mata!"


Pernyataan-pernyataan yang Berliana pikirkan dalam waktu sejenak.


Zion hanya memandang Berliana yang sedang menikmati setiap sentuhan angin saat ini.


"Apa kebahagiaan sesederhana ini?"


"Apa aku telah salah menilai selama ini?"


"Apa aku terlalu bersikap egois?"


"Apa aku sudah membuka hati ku untuk dimasuki oleh orang lain?"


Berbagai pertanyaan yang Zion pikir saat ini setelah ia memperhatikan Berliana yang begitu damai dalam menikmati angin malam.


"Sudah, nanti masuk angin" ucap Zion dan Berliana langsung membuka kedua bola matanya dan menatap kearah Zion dengan tersenyum manis.


Keduanya menuju tempat yang sudah dipesan oleh Zion. Walaupun jauh dari kata romantis dan mewah, hanya saja ia ingin memberikan sensasi yang berbeda dari pada yang lainnya.


Karena pada saat ini yang dibutuhkan keduanya adalah ketenangan serta kedamaian dalam bersikap, berpikir dan rencana kedepannya.

__ADS_1


Keduanya makan dan minum yang hangat, berhubung suasana pantai cukup dingin maka mereka memesan makanan hangat. Untuk menghangatkan suasan malam itu.


"Suka dengan makanannya?" tanya Zion sambil melirik kearah Berliana.


"Suka" ucap singkat Berliana sambil memakan makanan seafood.


"Habiskan kalau begitu" ucap Zion.


Kebersamaan mereka kali ini membuat keduanya merasa nyaman dan juga seolah lupa akan perlakuan dan juga ucapan yang tidak-tidak yang pernah ia ucapkan kepada Berliana.


Waktu sudah menunjukkan pukul sepuluh malam dan akhirnya Zion memutuskan untuk pulang. Karena angin malam tidak terlalu bagus untuk kesehatan.


"Pulang?" tanya Zion dan langsung dijawab dengan anggukkan oleh Berliana.


Kembali, mobil yang dikemudikan oleh Zion sudah meluncur menuju kerumah.


..............................


Sampai dirumah, Zion lengsung menghentikan mobil dan langsung keluar mobil dan ternyata ia membuka pintu mobil untuk Berliana.


Mandapat perhatian dari Zion membuat Berliana tersenyum manis.


Keduanya masuk kedalam rumah yang dalam keadaan gelap.


Sampai diujung tangga, Zion langsung menghentikan langkahnya dan menatap Berliana.


"Bersihkan dirimu dan setelah itu istirahat" ucap Zion sambil mengusap pelan pipi Berliana yang terasa cukup dingin.


Tanpa menjawab Berliana langsung masuk kedalam kamarnya dan melakukan hal yang diucapkan oleh Zion sebelum ia masuk kedalam kamr.

__ADS_1


Begitu juga dengan Zion, ia langsung membersihkan dirinya didalam kamar setelah berpakain tidur. Ia langsung keluar kamar dan mengetuk pintu kamar Berliana.


"Ada apa?" tanya Berliana yang sudah memakai pakaian tidur yang berwarna biru.


Tanpa menjawab pertanyaan Berliana, Zion langsung menarik pergelangan tangan Berliana dan membawanya masuk kedalam kamarnya.


"Istirahat disini saja" ucap Zion yang mendudukkan Berliana kepinggiran ranjang.


"Tapi," ucapan Berliana terpotong karena Zion langsung menyela cepat ucapan Berliana.


"Hanya tidur saja!" ucap yakin Zion dan kini mulai merebahkan tubuhnya keatas tempat tidur empuk miliknya.


Dengan gerakan pelan, Berliana mulai merwbahkan tubuhnya tepat disamping Zion. Saat ini jantung berdebar tidak karuan, debaran senang dan juga gugup bercampur menjadi satu.


"Tidak usaha tegang apalagi gugup, ini hanya tidur saja" ucap Zion melihat Berliana yang tegang.


Mendengar hal itu membuat Berliana mencari posisi nyaman untuknya.


Dengan sekali tarikkan tubuh Berliana sudah berada dalam dekapan hangat Zion.


"Tidurlah!" ucap Zion sambil memejamkan matanya dan entah dorongan dari mana ia mencium kening Berliana dengan penuh kasih sayang.


Berliana langsung memejamkan matanya dengan cukup erat saat merakasan dekapan serta ciuman hangat dari Zion dan tidak lain adalah tunangan.


"Nyaman sekali" ucap Berliana dalan hatinya.


Bahkan ia semakin merapatkan tubuhnya kedalam dekapan Zion.


Keduanya saling memeluk satu sama lainnya dalam mengarungi alam mimpi. Dan sepertinya hubungan keduanya mulai dekat dan entah itu bertahan lama atau tidaknya. Setidaknya mereka saling menikmati rasa nyaman saat ini yang tengah mereka rasakan.

__ADS_1


__ADS_2