Berliana

Berliana
68. Menghindar


__ADS_3

Sore harinya, Berliana menunggu kepulangan Zion. Ia sengaja menunggu Zion pulang untuk menjelaskam yang sebenarnya agar Zion tidak salah paham kedepannya.


Jam sudah menunjukkan pukul 8 malam dan belum ada tanda-tanda Zion sudah kembali dari kantor. Entah banyak pekerjaan atau sengaja untuk tidak bertemu Berliana dahulu, entahlah, Berliana juga tidak mengetahui hal tersebut.


Sedangkan Zion dikantor sedang menyibukkan dirinya dengan berkas-berkas yang bertumpuk diatas mejanya.


"Kau lembur?" tanya Samuel yang baru masuk kedalam ruangan Zion.


"Iya!" jawab singkat Zion dan sepertinya ia kembali kemode dingin saat ini.


"Lebih baik kamu pulang dan mungkin saja Berliana sedang menunggu kepulangan mu" ucap Samuel.


"Pekerjaan ku menumpuk" ucap Zion tanpa melihat kearah Samuel yang sedang menatap dirinya.


"Jangan menghindar, siapa tau dia akan menjelaskan yang sebenarnya nantinya" ucap Samuel setelah terdiam beberpa saat


Berliana terus menatap kearah pintu dan menunggu kedatangan Zion. Bahkan jam sudah menunjukkan pukul sebelas malam dan belum juga ada tanda-tanda Zion kembali.


Berliana menarik nafas dan juga menghembuskan secara kasar, saat Zion belum juga kembali kerumah.


Tepat jam dua belas malam, Zion kembali dengan raut wajah lelah karena pekerjaan dan juga ia lelah akan pikirannya yang tertuju untuk Berliana.


"Kenapa baru pulang?" tanya Berliana yang membuka pintu untuk Zion masuk.


Zion hanya melihat datar kearah Berliana dan ia langsung melanjutkan langkah kakinya menuju kelantai dua.


"Bisa kita bicara?" tanya Berliana kepada Zion yang saat itu akan menaiki anak tangga.

__ADS_1


Langkah kaki Zion terhenti sebentar, setelah ia mengucapkan dua kata, ia langsung melanjutkan langkah kakinya menuju kamarnya.


"Aku lelah!" ucap Zion dengan datar dan juga dingin.


Mendengar hal itu, membuat Berliana menatap serius punggung Zion yang mulai menjauh darinya.


Melihat Zion sudah masuk kedalam kamar, Berliana langsung naik kelantai dua menuju kamarnya.


..............................


Zion yang sudah berada didalam kamarnya langsung masuk kedalam kamar mandi untuk membersihkan dirinya.


"Ada apa denganku? Apa karena foto-foto itu aku seperti ini?" tanya Bmbingung Zion kepada dirinya sendiri yang menatap dirinya melalui kaca besar yang ada disana.


"Tidak! Aku yakin aku hanya lelah saja!" ucap Zion dengan yakin.


"Apa perlu kami selesaikan?" tanya Jonthan diseberang sana.


"Tidak perlu! Biarkan dia berada diatas angin terlebih dahulu" ucap Berliana santai.


"Kalian awasi saja keduanya. Jika waktunya tiba dan tepat, maka akan kita gunakan itu untuk menghancurkam keduanya" ucap Berliana dengan suara datarnya.


"Baik Nona" ucap patuh Jonthan dan sambungan telepon langsung terputus.


"*Ada waktunya!" desis Berliana dengan seringai sinisnya.


"Tunggulah! Senanglah dulu!" ucap Berliana dan ia langsung terkekeh kecil saat ini*.

__ADS_1


Berliana adalah tipe orang yang selalu memperhitungkan segalanya. Bukannya dia tidak ingin menyelesaikan, hanya saja itu semua terlalu cepat dan sangat disayangkan untuk segerah diselesaikan, pikir Berliana.


Berliana Sandreas adalah terdiri dari dua kata nama dan masing-masing memiliki kepribadiannya sendiri.


Jiwanya seperti air keruh yang tidak bisa ditembus dan ditebak apa yang ada didalam sana. Karena sifatnya yang seperti itu selama ini, dan yang tau sifat Berliana sesungguhnya adalah orang yang berasal dari keluarga Smith saja.


Sedangkan orang lain akan mengira bahwa ia adalah air yang tenang!.


..........................


Pagi harinya, Berliana sudah menunggu Zion dimeja makan. Ia sengaja memasak makanan spesial untuk Zion sarapan.


Jam sudah menunjukkan pukul setengah delapan, dan Zion tidak kunjung turun kemeja makan. Sampai pada akhirnya, Bibi Hesti memberitahukan jika Zion sudah berangkat.


"Nak Berliana" panggil Bibi Hesti.


"Iya Bi" balas Berliana sambil melihat kerah Bibi Hesti.


"Nak Berliana tunggu tuan muda?" tanya Bibi Hesti.


"Iya Bi" jawab singkat Berliana.


"Tuan muda sudah berangkat kekantor Nak Berliana. Katanya ia banyak pekerjaan saat ini, itulah kenapa ia berangkat pagi-pagi sekali" jelas Bibi Hesti.


"Makasih Bi" ucap Berliana dengan tersenyum tulus.


Sebenarnya ia merasa kecewa, karena Zion sengaja menghindarinya. Saat ia akan menjelaskan hal itu. Sepertinya ia akan membiarkan Zion tenang dengan pikirannya dulu saat ini, barulah ia akan menjelaskan kepada Zion.

__ADS_1


__ADS_2