
Saat ana pulang rumah dalam keadaan kosong, ana tak tau mereka semua pergi kemana, hingga akhirnya ana terlebih dahulu berberes rumah. Saat hari menjelang malam mama, dedi dan bang deden pulang abis dari rumah sakit. Dedi yang terlelap tidur di gendong oleh bang deden sehabis di inpus selama 7 jam. Dan besok selama seminggu dedi harus di inpus selama 7 jam sampai ia sehat dan akalnya kembali.
Ana yang mendengar hal itu merasa amat sangat lega dan bersyukur. Ana yakin adiknya tersebut bisa pulih dan kembali normal seperti dulu lagi.
Dan lagi lagi ana bermimpi buruk lagi, kali ini ia bermimpi dikejar-kejar oleh sebuah kereta setan yang terus mengikuti ana kemanapun ana berlari. Hingga akhirnya ana terbangun dengan keadaan kaget dan bercucuran keringat. Karna hak itu ana memutuskan untuk terbangun sebentar namun siapa sangka saat dia memutuskan untuk terbangun sebentar malah membuatnya tidak bisa melanjutkan tidurnya kembali hingga matahari mulai bersinar kembali.
"Haaahhhh seharusnya aku tidur lebih awal, mungkin jam 8? Atau jam 7?" ana yang berusaha untuk mengatur jam tidurnya. Disaat anak jaman sekarang lebih suka begadang atau bermain sampai larut malam, ana malah sibuk memikirkan jam tidurnya lebih awal.
Semua orang mengira ana, tidur seperti kebo karna tidurnya lebih awal dan bangunnya kesiangan tapi nyatanya ana tidur tidak lebih dari 3 jam atau 4 jam. untuk anak seusianya setidaknya batas untuk tidur adalah 8 jam dalam 24 jam bukan. Karna hal itu dibawah matanya jadi menghitam dan kepalanya jadi sering merasa pusing. Itulah awal mula ana mengalami insomnia.
........
" ana...... Tolong bantu mama dah, kayaknya kaki mama terkena susuban deh (susuban : kata untuk mengatakan benda kecil yang menusuk kaki atau tangan), coba dan ana liat terus keluarin" pinta mama ana sambil memberikan jarum jahit untuk mengeluarkan benda tersebut
"Engga ah ma, ana takut nanti kalo ana tusuk kaki mama walaupun kecil kan juga bisa jadi besar. Entar kalo lukanya jadi gede gimana?, ana gak mau ah ana ngeri. Bayanginnya aja ana takut banget. Mama kan punya diabetes itu cuman gejalanya aja kali ma, mama kan harus jaga tubuh mama biar gak terluka sedikit pun, ana gak mau ah engga" tolak ana yang mukanya pun sudah tidak terkontrol antara sedih dan marah
"Ana mamanya gak enak kalo jalan kayak ada yang ketusuk -tusuk" ucap mama ana dengan muka yang memelas
__ADS_1
"Engga mama ana gak mau, mama minta aja sama yang lain sono" jawab ana sambil meninggalkan mamanya dan masuk ke kamarnya
"Ahh si ana ya, mamanya minta tolong juga" ucap mama ana yang sudah tidak bisa berkata kata lagi
Didalam kamar ana yang memikirkan segala hal. Dan terus bergumam dihatinya,
Aahhh mama, bukannya ana tidak mau mematuhi suruhan mama tapi ana tidak mau melukai mama dan apalagi kalau lukanya membesar gara-gara ana. Melihat sebelumnya saat tangan mama entah kenapa jadi terluka dan sangat parah sja membuat ana takut setengah mati, mungkin mama tak tau kalau ana sangat peduli dan khawatir sama mama. Tapi setiap ana pergi kemanapun ana selalu saja memikirkan mama disekolah, dirumah, saat main, atau saat ana lagi ada kegiatan disekolah.
Kadang ana takut kalau ana pulang terlambat mama akan marah-marah, atau kalau ana main tanpa membereskan rumah terlebih dahulu mama akan marah-marah atau saat ana tidak ada dirumah mama akan kesepian. Tapi saat ana berada dirumah, mama hanya akan berantem dengan ana. Beradu argumen dengan ana sampai akhirnya mama hanya mengunci diri dikamar begitu juga ana. Ana selalu berdoa agar mama selalu bahagia dan melakukan apapun yang mama mau. Ana juga ingin mengajak mama ketempat yang bagus tapi kalau mama sakit seperti ini bagaimana ana bisa mengajak mama jalan-jalan?
Haaahh mama bapak keluarga kita bukankah terlalu kaku bahkan untuk saling mengucapkan kata cinta atau sayang. Terkadang ama ingin sekali mengucapkannya tapi rasanya sangat malu untuk dikatakan apalagi melihat ekspresi kalian nanti. Jika hari idul fitri tidak ada mungkin ana tidak pernah bisa mengatakan kata maaf dan juga kata cinta dan sayang ana sama kalian semua.
Kreeakkk.... (Suara pintu yang terdorong)
"Bapak bawa apaan lagi sih dari luar yaampun dah ana ya sama bapak, bagaimana rumah mau rapih kalo semua barang yang dibuang orang lain sama bapak dipungutin terus di taroh dirumah. Ana yang beresin rumah sampe capek banget udah kayak mandiin rumah. Padahal ini rumah bapak sendiri tapi bapak malah bikin rumahnya jadi tempat sampah" ucap ana yang melihat bapaknya membawa sekarung baju yang di buang oleh orang lain padahal baju dirumah ana amat sangat menumpuk sampai ana memiliki banyak lemari pakaian.
Bapak ana sering kali memungut segala hal yang dilihatnya menarik dan masih bisa digunakan. Termasuk baju yang dibawanya sekarang terkadang bahkan bapaknya membawa lemari, meja, bangku atau benda-benda lainnya. Karna hal itu rumahnya semakin hari semakin sempit dan berantakan. Seberapa keras ana membersihkannya atau mengubahnya dalam hitungan hari maka rumahnya akan berantakan kembali. Terkadang ana ingin merasa bodo amat tentang tempat tinggalnya itu tapi ana tidak bisa mengabaikannya apalagi dia adalah anak perempuan satu satunya dikeluarga itu. Bahkan jika rumah itu tidak rapih ana yang akan disalahkan oleh orang tuanya dan juga para tetangga yang lewat dan melihat rumahnya itu.
__ADS_1
"Ini masih bisa dipake ini masih bisa, coba ana liat dah sini liat dulu" jawab bapak ana sambil menunjukkan karung yang berisi pakaian tersebut
"Ini juga gak dibuang sama dia, tapi bapak dikasih sama dia katanya udah gak kepake sama dia. Ini juga masih pada bagus sih" cetus lagi bapak ana yang tak ingin disalahkan
"Auah gelap" ucap ana yang langsung pergi keluar dan meninggalkan bapaknya yang sedang melihat lihat baju yang dibawanya
........
"Aahhhh seandainya gua gak di turunkan didunia ini, mungkin gua gak akan selelah ini. Haaahhhhh lelahnya hati ini" ucap ana yang sedang duduk dibawah pohon sambil memandang langit yang cerah dan berawan saat itu
"Haaaaahhhh yaallah hal apa yang kau rencanakan untuk hidupku, takdir seperti apa yang menantiku. Akan ku serahkan hidupku padamu tolong jagalah dan bahagiakanlah hidupku ini serta orang-orang yang kau kirimkan kepadaku ini" gumam ana sekali lagi sambil menarik dan mengeluarkan nafas dalam-dalam
"Oyy ana" panggil seseorang dari kejauhan
"Eum...." tengok ana kearahnya
..........
__ADS_1