Berliana

Berliana
69. Mengabaikan


__ADS_3

Berliana hari ini, ia tidak kesekolah. Karena kemarin ia sudah memutuskan untuk keluar dari IS. Selain karena berita di media sosial, Berliana keluar dari lingkungan sekolah, karena ia sudah bosan berada dilingkungan sekolahan.


Siang ini, Berliana berniat untuk menghampiti Zion dikantornya. Sepertinya, hal ini jika tidak dibicarakan maka akan semakin melebar nantinya.


Dan ia langsung memberitahukan kepada Zion jika ia akan mengantar makan siang untuk Zion.


Berliana langsung menghubungi nomor Zion secara pribadi.


"Halo" ucap Berliana setelah sambungan telepin tersambung.


"Hallo, Zion" ucap Berliana kembali, saat panggilan tersambungan. Akan tetapi tidak ada suara di seberang sana.


Dan setelah beberapa detik barulah Zion menjawab dengan deheman kepada Berliana.


"Aku akan kekantormu nanti siang untuk mengantar makan siang. Sekalian ada yang ingin aku bicarakan" ucap Berliana setelah mendapat respon dari Zion. Walaupun hanya deheman saja.


Lagi, Zion menjawab dengan deheman saja dan hal itu membuat Berliana menarik nafas kasar saat ini. Tapi ia akan bersikap seolah-olah tidak terjadi apa-apa.


"Aku akan kesana nanti, tunggu aku ya" ucap Berliana dengan semangat dan Zion hanya mendengar saja apa yang diucapkan oleh Berliana.


Dengan segerah, Berliana menyiapkan berbagai makanan untuk ia bawak kekantor Zion. Bahkan ia juga menyiapkan bekal makan siang untuk Samuel dan juga Vera sekalian..


................................


Berliana sedang menuju kekantor Zion dengan kecepatan sedang. Sampai di kantor Zion. Berliana langsung menuju kaarah pintu lift saat akan pintu tertutup, ternyata ada sepasang tangan cantik yang menghalangi pintu lift itu yang hendak tertutup dan ternyata adalah Sharmila.


"Kenapa kau kesini? Wanita bayaran!" ucap sinis Sharmila kepada Berliana.


Berliana hanya melirik sekilas kearah Sharmila yang terus mengejek dirinya.


"Untuk Zion?" tunjuk Sharmila kearah tas yang ia bawak dimana berisikan bekal makan siang.

__ADS_1


"Aku yakin Zion tidak akan menerimanya" ucap Sahrmila dengan yakin.


Berliana hanya menatap datar, tanpa mau membalas ucapan Sharmila. Karena ia terlalu malas untuk meladeni orang yang seperti itu.


Pintu lift terbuka secara otomatis, dengan gerakan kasar, Sharmila meoangkah lebih dulu dan ia sengaja menabrak bahu Berliana.


Sedangkan Berliana hanya menganggkat kedua bahunya dengan acuh.


Berliana berhenti tepat didepan meja sekretaris dan disana ada Samuel dan juga Vera sedang mengerjakan berkas secara bersamaan.


"Siang" sapa Berliana kepada keduanya.


"Siang juga Nona" sapa Vera dan juga Samuel.


"Sudah makan siang?" tanya Berliana kepada keduanya.


"Beluk Nona, sepertinya sebentar lagi" ucap Vera sambil melihat jam yang berada dipergelangan tangannya.


"Wah, masakan kamu emang tiada duanya" ucap Samuel dengaj senang.


"Terima kasih atas pujiannya" ucap Berliana sambil memberikan satu kotak makan untuk Samuel dan selanjutnya ia memberikan kepada Vera juga.


"Terima kasoh Non" ucap Samuel dan juga Vera saat keduanya sudah menerima makanan dari Berliana.


"Sama-sama. Aku keruangan Zion dulu, mau memberikan ini" ucap Berliana sambil mengangkat kotak makan khusus untuk Zion.


Berliana langsung menuju keruangan Zion dan sampai disana ia melihat Sharmila dan juga Zion sedang duduk disofa.


"Tidak perlu membawa makan siang untuk Zion. Karena aku sudah membawa untuknya" ucap Sharmila kepada Berliana.


Zion hanya menatap Berliana sebentar dan ia langsung melanjutkan membaca berkas yang ia bawak kesofa.

__ADS_1


Merasa sudah waktunya makan siang, Sharmila langsung saja berkata dengan lembut kepada Zion.


"Hentikan pekerjaanmu, makan sianglah lebih dulu. Agar nantinya kau punya tenaga" ucap Saharmila sambil membuka kotak makan siang yang ia bawak.


Zion langsung menghentikan bacaan berkasnya dan ia langsung menuju meja kerjanya untuk meletakkan berkas. Serta ia juga menghubungi Samuel dan juga Vera untuk masuk kedalam ruangannya agar makan siang bersama.


Tidak lama, Vera dan juga Samuel masuk kedalam ruangan. Jadilah ketiga berhafapan dengan Zuon dan juga Sharmila.


"Makanlah!" ucap Berliana sambil menggeser makanan yang ia bawak kepada Zion.


Bukannya mengambil makanan yang disodorkan oleh Berliana, Zion dengan sengaja mendekat dan memakan makanan yang dibawak oleh Sharmila.


Vera dan juga Samuel hanya diam dan menikmati situasi yang menurut keduanya sangat tidak enak.


"Enakkan? Aku sendiri yang masak khusus untukmu" ucap Sharmila dengan senyum manisnya.


Zion hanya menganggukan kepalanya saja sebagai tanda jawaban. Walaupun sebenarnya ia sangat ingin memakan masakan Berliana yang cukup menggoda dilidahnya.


Berliana menatap sedikit kecewa kearah Zion yang memakan dan menikmati makanan dari Sharmila. Bahkan Zion tidak melirik sedikitpun kearah makanan yang dibawak oleh Berliana.


"Jika kalian masih mau, ambil saja" ucap Beeliana kepada Vera dan Samuel sambil menggeser bekal makan yang diabaikan oleh Zion.


"Terima kasih Nona, kau memang terbaik dan tahu saja. Kalau aku masih lapar" ucap Samuel yang dengan senang hati menerima masakan Berliana.


Zion yang melihat itu merasa tidak terima, hanya saja ia masih merasa kesal, kecewa dan juga marah saat melihat foto-foto yang tersebar luar dimedia sosial.


"Ternyata bukan hanya menghindar, kau juga mengaibaikan aku" ucap Berliana dalam hatinya.


Ia merasa sesak saat melihat bagaimana lahapnya Zion memakan makanan yang dimasak oleh Sharmila.


Beberpa kali ia menarik nafas dan membuangnya secara pelan. Karena ia merasa paru-parunya saat ini sangatlah sempit untuk bernafas.

__ADS_1


__ADS_2