Berliana

Berliana
23. Pindah!


__ADS_3

Hari ini hari kepindahan Berliana dari istana Pohan!.


Saat ini Berliana tengah memasukkan semua barang miliknya kedalam beberapa koper besar.


Mendengar suara pintu yang terbuka, membuat Berliana menghentikan tangannya yang mulai memasukkan satu persatu barang miliknya.


"Kakak!" panggil Remi yang melihat Berliana sibuk mengemasi barang.


"Ada apa?" tanya Berliana yang mulai mengalihkan pandangannya kearah suara.


"Apa kakak yakin akan pindah kesana? Kenapa harus pindah kesana? Kenapa tidak tinggal disini saja?" tanya Remi yang seakan tidak rela Berliana pindah dari kediaman Pohan.


Mendengar ucapan Remi membuat Berliana beranjak dari tempatnya dan mendekat kearah Remi dan juga Ramkes yang hanya sibuk memperhatikan disekeliling kamar Berliana.


"Mainlah kesana kapan-kapan! dan juga kakak akan main kerumah kalian!" ucap Berliana sambil mengusap bahu Remi dengan pelan.


"Benarkah?"" ucap Remi dengan mata berbinar.


"Kenapa harus pindah kesana? Bukannya kalian belum menikah!" tanya Remi dengan nada sedikit kesal.


"Kepindahan kakak disana adalah bentuk awal pendekatan diantara kami!" jelas Berliana.


"Baiklah kalau begitu!" ucap Remi dengan nada perhatian.


"Sudah selesai berkemas?" tanya Ramkes dengan suara beratnya.


"Sedikit lagi!" ucap Berliana dan langsung melanjutkan memasukkan barang-barang miliknya.


"Apa kakak juga membawa sepatu couple kita?" tanya Remi yang mulai mengeluarkan beberapa pakaian dari lemari.


"Tentu saja!" ucap Berliana yakin tanpa melihat kearah Remi.


Saat ini Berliana sedang sibuk mengemasi barang-barang miliknya di bantu Remi dan juga Ramkes.


Sekarang beberapa koper besar sudah berada di dekat pintu kamar, dan siap diangkut menuju bagasi mobil.


"Kakak bersiap-siaplah dulu, aku dan Ramkes akan tunggu di bawah!" ucap Remi kepada Berliana.


"Terima kasih ya! Sudah membantu kakak!" ucap tulus Berliana kepada kedua adik kembarnya.


Kedua saudara kembar itu mulai meninggalakan kamar Berliana. Melihat mereka sudah pergi Berliana langsung masuk kedalam kamar mandi.


Dirasa semuanya sudah beres, Berliana langsung mengambil tas ransel kecil yang berada di atas tempat tidur!.


Sampai di lantai dasar, disana sudah ada mommy Azura, Remi, Ramkes dan Mira! Yang sepertinya sedang menunggu kedatangan dirinya.


"Tidak ada yang ketinggalan kan?" tanya nyonya Mira kepada Berliana yang sudah berada didekat mereka.

__ADS_1


"Tidak ada!" ucap Berliana.


Saat ini mereka mulai berjalan menuju pintu utama! untuk mengantar atau melihat kepergian Berliana.


Sopir yang di tugaskan oleh tuan besar Brown sudah menunggu kedatangan Berliana, bahkan barang-barang milik Berliana sudah berada dalam bagasi mobil.


"Hati-hati ya sayang! Jangan lupa sering-seringlah main kesini!" ucap nyonya Mira sambil memeluk hangat Berliana.


"Jaga dirimu baik-baik ya! Ingat kami selalu ada jika kamu membutuhkan kami!" ucap mommy Azura yang ikut memeluk Berliana.


"Baik!" ucap Berliana sambil menatap kedua wanita paruh baya secara bergantian.


"Kakak jangan lupa sering-seringlah memberi kabar kami! dan jangan lupakan bahwa kamu mempunyai saudara tampan-tampan ini!" ucap Remi dengan nada sedih sambil memeluk erat tubuh Berliana.


"Tentu!" ucap Berliana sambil membalas pelukan Remi.


"Semoga bahagia!" ucap Ramkes singkat tanpa memberi pelukan kepada Berliana seperti yang lainnya.


"Pasti!" ucap Berliana sambil mengelus rambut Ramkes gemas.


Sekali lagi Berliana menatap wajah mereka bergantian dan langsung masuk kedalam mobil jemputan.


"Mari pak!" ucap Berliana langsung masuk kedalam mobil yang sudah di bukakkan pintu oleh sang sopir.


Mobil yang membawa Berliana secara perlahan mulai meninggalkan pekarang rumah mewah Pohan.


.........................


"Apa nona bosan?" tanya sopir.


"Panggil saja Berliana!" ucap Berliana sambil menatap kedepan.


"Saya Joni non!" ucap sopir Joni yang merasa sungkan hanya memanggil Berliana dengan namanya saja!.


"Selamat non atas pertunangannya dengan tuan muda!" ucap sopir Joni.


"Terima kasih Paman" ucap Berliana dengan tersenyum manis.


"Emang tidak salah tuan besar menjodohkan kalian. Kalau Paman masih muda! mana mungkin Paman menolak nona yang secantik ini!" ujar Sopir Joni dengan tertawa kecil.


"Paman bisa saja!" ucap Berliana yang tersenyum simpul.


Mobil mewah yang di kendarai oleh sopir Joni sudah masuk kedalam pekarangan rumah berlantai dua itu.


Rumah yang jadi tujuan Berliana adalah rumah pribadi milik Zion yang tidak jauh berada dari rumah utama!.


Hanya saja rumah Zion berada di bagian paling ujung.

__ADS_1


"Selamat datang dikediaman tuan muda non!" ucap sopir Joni sambil membuka pintu mobil untuk Berlina.


"Terima kasih" ucap Berliana yang sudah keluar dengan sempurna.


Sopir Joni langsung manuntun Berliana masuk kedalam! Sampai didepan pintu besar. Pintu itu terbuka dari dalam dan terlihat seorang wanita paruh baya.


"Ini istri saya non, Hesti!" ucap sopir Joni yang memperkenalkan istrinya.


"Salam kenal nona, saya Hesti pembantu disini!" ucapnya dengan tersenyum.


"Salam kenal juga bibi, saya Berliana!" ucap Berliana dengan sopan.


Saat ini pandangan mereka teralihkan oleh suara seorang wanita yang berasal dari dalam.


"Apa tunangan tuan muda sudah datang Bu?" tanya seorang wanita dari dalam rumah.


"Nah ini anak kami, Meli!. Dia juga ikut bantu-bantu saya disini. Meli ini sedang menempuh pendidikan di perguruan tinggi non!" ucap Bibi Hesti yang memperkenalkan anak semata wayangnya.


"Meli! kenalkan ini nona Berliana tunangan tuan muda" ucap bibi Hesti yang memperkenalkan Berliana.


"Halo, saya Meli!" ucap Meli sambil memberikan tangannya dan langsung di sambut oleh Berliana.


"Cantik! Dan cocok untuk tuan muda!" ucap Meli dalam hati sambil meneliti wajah Berliana


"Berliana!" ucap Berliana dan langsung melepas jabatan tangannya kepada Meli.


"Ayo masuk non! pasti nona lelah" ucap Bibi Hesti.


"Mas langsung saja barang-barang nona di antar kekamarnya!" pinta bibi Hensti kepada suaminya.


"Iya!" ucap patuh sopir Joni dan langsung membuka bagasi mobil.


Semakin masuk kedalam, Berliana menatap kagum pada hiasan maupun perabotan yang ada di dalam rumah itu.


Rumah yang bergaya klasik tapi terkesan modern!.


Saat mereka bertiga menuju lantai dua, dimana tempat kamar Zion dan Berliana berada di lantai atas!. Serta ruang kerja Zion juga berada di lantai atas.


Untuk pekerja yang hanya tiga orang di rumahnya! Zion menempatkan mereka di bagian samping belakang rumahnya.


"Nah ini kamar tuan Zion non" tunjuk Bibi Hesti pada pintu yang bercat hitam.


"Dan disebelahnya baru kamar nona!" ucap Meli yang sudah mulai membuka pintu kamar.


"Pintu yang bagaian ujung itu adalah ruang kerja tuan muda non" tunjuk bibi Hesti.


"Apa nona menyukai kamar ini? dan maaf jika tidak sesuai dengan keinginan nona!. Karena kami tidak tau selera nona seperti apa?" ucap Meli yang merasa tidak enak hati.

__ADS_1


Mata Berliana mulai berkeliaran disetiap penjuru kamar yang lebih dominan warna abu-abu.


"Aku cukup menyukainya!" ucap Berliana setelah selesai menilai kamar yang sudah disiapkan untuknya.


__ADS_2