
"Sudah nona terima saja! Anggap itu sebagai permintaan maaf saya" ucap tulus Berliana.
Sikap tenang dan elegan Berliana membuat mereka merasa takjub dan menatap kagum kearah Berliana.
"Berhubung total belanja nona sudah melebihi batas minimal, maka toko kami akan memberikan satu pasang sepatu cantik untuk anda" ucap pelayan tokoh yang ikut membatu bagian kasir.
Rasa malu dan senang bercampur dalam hati wanita angkuh itu. Sunggu dirinya merasa sangat bahagia, dia memang termasuk model iklan yang baru bergabung di sebuah perusahaan ternama.
Untuk menambah penampilannya, dirinya pergi ketoko yang mencari ataupun melihat-lihat tas mahal dan barang mahal lainnya.
"Terima saja nona dan anggap itu sebagai hadiah kelulusanmu!" ucap Berliana yang mengetahui bahwa wanita angkuh itu baru saja lolos untuk membintangi iklan yang terkenal.
Lagi dan lagi wanita itu kalah telak terhadap Berliana.
Bibirnya terasa kelu ingin mengucapkan terima kasih.
Hanya dengan lewat pandangan saja dirinya berusaha agar Berliana mengerti akan tatapannya saat ini.
"Dan untuk kalian semua jangan menghukum ataupun menghina nona ini. Karena ia adalah salah satu teman ku" ucap Berliana dengan keras.
Karena ia sangat tahu dunia maya adalah dunia yang memiliki putaran yang sangat cepat dalam menunjang karir seseorang.
"Ayo pulang" ajak Berliana dan sekarang mereka sudah meninggalkan toko itu dengan perasaan penuh kemenangan.
"Kakak kau sangat hebat tadi!" puji Leanor yang melihat aksi Berliana.
"Benar Berliana, saat melihat wajah bodohnya tadi rasanya ingin sekali aku tertawa" timpal Safira dengan tertawa kecil.
"Terima kasih Berliana" ucap Faby yang tidak tau harus berbicara apalagi selain terima kasih.
"Sudah tidak apa-apa. Ini untuk mu" ucap Berliana sambil memberikan barang yang beli oleh Berliana.
"Saya sungguh tidak pantas menerima ini Berliana" ucap Faby yang merasa semakin tidak enak hati dan terkesan memanfaat Berliana.
"Sudah ambil saja" ucap Berliana sambil menyerahkan dengan paksa paper bag itu ketangan Faby.
"Terima kasih banyak Berliana aku tidak tau lagi harus apa selain mengucapkan terima kasih!" ucap Faby yang merasa terharu akan kebaikan Berliana.
"Cukup bekerja dengan jujur saja" ucap Berliana.
"Baik!" ucap tegas Faby.
.............................
Kedua mobil yang dikendarai oleh Berliana dan Safira sudah mulai meninggalkan pusat perbelanjaan itu.
Didalam mobil yang dikemudikan Safira.
"Aku tidak menyangka Berliana sangat baik" ucap Faby.
__ADS_1
"Dia memang seperti itu orangnya Faby. Kau pasti sangat terkejut bukan saat dia membayar dengan kartu gold dan black card? tanya Safira.
"Sangat!" ucap Faby.
"Aku juga sama waktu pertama kali saat diajak berbelanja bersamanya" ucap Safira sambil terkekeh kecil.
"Tapi selama aku bekerja di Smith Crop aku tidak melihat Berliana di kantor" ucap Faby dengan wajah berpikir.
"Dia saat ini sedang menetap dinegara lain dan juga ia sedang menjadi anak SMA" jelas Safira.
"Anak SMA?" tanya Faby yang nerasa semakin bingung.
"Iya, walaupun dia masih muda. Dia sangat jenius buktinya ia sudah menjadi wakil CEO dan dia juga punya beberapa saham di negara yang saat ini ia tinggali" jelas lagi Safira.
"Pantas saja ia memiliki dua kartu yang sangat langka" ucap Faby.
"Asal kau tahu, dia adalah sepupu tuan Davis dan dia juga salah satu pewaris Smith Crop" ucap Safira.
"Ternyata ia bukanlah orang biasa dan hal itu tidak terlihat" ucap kagum Faby.
"Benar. Tapi kau harus tau! Selain sikap tenang dan baik, Berliana juga orang yang kejam jika sedang berhadapan dengan musuh!" terang Safira dengan nada serius.
"Masa iya?" tanya Faby yang merasa kurang percaya.
"Terkadang kita terlalu menikmati wajah polos seseorang" ucap Safira dengan sinis.
" Dan aku harap di masa depan kita akan terus berada disisi Berliana" ucap serius Safira.
.................................
Sedangkan didalam mobil yang dikendarai oleh Berliana,
"Aku sangat kagum sekali padamu kak!" ucap Leanor yang selalu terbayang aksi Berliana yang selaku memukau dirinya.
"Kau juga bisa seperti itu" ucap Berliana.
"Dengan syarat kau lebih baik mengontrol emosi kamu itu" sambung Berliana.
"Aku sedang berusaha agar emosi ku tidak muncul tiba-tiba" ucap Leanor.
Leanor bukanlah wanita lemah, hanya saja dirinya sedang berlatih dalam meningkat kesabaran agar tidak mudah terpancing.
Apalagi dirinya wanita dan termasuk pewaris kekayaan Smith.
Kekuatan, sikap, ketegasan dan keanggunan harus ditempatkan dengan baik didalam dirinya.
"Kakak membeli jas dan dasi untuk siapa tadi?" tanya Leanor yang ingin tahu.
"Untuk Law!" jawab Berliana singkat.
__ADS_1
"Apa dia sudah membuka hatinya untuk kakak?" tanya Leanor dengan serius.
"Belum" jawab Berliana dengan senyum getir.
"Jika dia tidak juga membuka hatinya untuk kakak, lebih baik kakak batalkan saja pertunangan kalian" ucap Leanor dengan kesal.
"Lihat saja nanti!" ucap Berliana dengan perasaan berkecamuk.
"Aku yakin banyak lelaki yang menginginkan kakak pastinya" ucap yakin Leanor.
"Kapan mami dan papi kembali?" tanya Berliana yang sengaja mengalihkan pembicaraan.
"Tidak tau" ucap Leanor yang belum menerima berita terbaru tentang kedua orang tuanya yang sedang berlibur sekalian bekerja.
"Kakak akan kembali lusa!" ucap Berliana sambil fokus menyetir.
"Cepat sekali" ucap Leanor.
"Mau bagaimana lagi, nanti orang-orang akan curiga jika kakak terlalu lama disini" ucap Berliana.
Saat ini mobil sport milik Berliana sudah masuk kedalam pekarangan rumah mewah.
Keduanya keluar dari dalam mobil dan membawa barang belanjaan mereka.
"Apa Davis sudah pulang?" tanya Berliana kesalah satu penjaga disana.
"Belum nona" jawab penjaga itu.
Setelah mendapat jawaban keduanya langsung masuk dan menuju kekamar masing-masing untuk beristirahat.
Sampai didepan kamarnya Berliana masuk dan meletakkan barang belanjaannya di atas tempat tidur dan dirinya pergi masuk kedalam kamar mandi.
Dengan pakaian tidur Berliana duduk diatas tempat tidur.
Ia mengeluarkan satu persatu barang yang ingin ia berikan kepada Zion.
"Aku harap kau menyukainya Law" ucap Berliana sambil mengusap pelan jas mahal itu.
"Pasti kau akan terlihat tampan jika memakai jas ini" ucap Berliana sambil tersenyum sendiri.
...........................
Sedangkan disebrang sana, seorang lelaki tengah berusaha memejamkan matanya untuk tidur. Akan tetapi dirinya belum juga dapat memejamkan matanya.
"*Sial! Gara-gara wanita itu aku jadi susah untuk memjamkan mataku" ucap kesal Zion.
"Awas saja kau! Kalau kau sudah kembali aku akan membuat mu menjauh dari ku!" tekad Zion.
"Kita lihat saja! Sejauh mana kau akan bertahan dengan pertunangan bodoh ini" ucapnya dengan senyum smirk.
__ADS_1
"Tunggulah kau Berliana aku akan membuat mu menjauh dari ku dan pertunangan ini akhirnya batal!" ucap Zion dengan tertawa sinis*.
Kembali pada posisi Berliana yang sudah mulai memajamkan kedua matanya untuk menjelajah ke alam mimpi.