Berliana

Berliana
66. Pelukan Hangat


__ADS_3

Tepat tengah malam harinya, seorang lelaki sedang berada didepan layar komputer lengkap dengan kaca mata yang ia kenakan.


Selesai dengan menekan tombol enter. Dirinya menatap datar kearah layar komputer yang telah ia kirim berbagai foto di beberapa akun media sosial palsu dan juga ia sudah mengirimkan kemedia masa.


Dan bisa dipastikan pagi harinya berita itu akan menjadi tranding didunia sosial media.


Lelaki pengunggah foto itu, mengambil ponsel yang berada didekatnya dengan gerakan santai dan raut wajah datar.


Ia langsung menghubungi nomor yang menyuruh dirinya dan dengan bayaran yang cukup mahal tentunya.


"Tugas ku sudah selesai dan jangan lupa bayarannya" ucap lelaki itu dengan datar kepada seseorang yang berada diluar sana.


"Bagus! Sisa pembayarannya akan segerah aku kirimkan" ucap seorang wanita dengan tersenyum lebar.


"Pastikan juga, bahwa besok pagi berita itu menguasai dunia media" ucap kembali seorang wanita itu dengan seringai sinisnya.


"Bayaran yang cocok, maka akan aku kerjakan" ucap lelaki itu dengan santai.


"Tenang saja, masalah bayaran tidak perlu khawatir. Asalkan apa yang aku harapkan terlaksana maka uang tidak jadi masalah" ucap seorang wanita itu dengan penuh percaya diri.


Sambungan telepon pun terputus.


Didalam kamar yang remang-remang, sosok lelaki itu menatap sinis kearah ponselnya.


"Menggelikan! Dan menjijikkan!" gumam pelan lelaki itu sambil terkekeh kecil.

__ADS_1


.......................


Pagi harinya, Berliana dan juga Zion serta Samuel yang baru bergabung dengan mereka sedang sarapan bersama.


Samuel sengaja datang pagi-pagi untuk menikmati sarapan gratis. Bukan tidak mampu, hanya saja ia tinggal sendiri di apartement yang tidak jauh dari komplek perumahan Zion.


"Tidak diragukan lagi, masakanmu emang enak" ucap Samuel sambil memberikan jempol tangannya kepada Berliana.


"Syukurlah kalau kalian menyukainya" ucap Berliana dengan senang.


Berliana memasak nasi goreng sebagai satapan kali ini.


Selesai sarapan, Zion dan juga Berliana serta Samuel menuju pintu untuk berangkat bersama kembali.


Seperti kemarin, Zion membuka mobil untuk Berliana agar Berliana masuk lebih dahulu dan disusul dirinya. Samuel sudah masuk dan siap untuk mengemudikan mobil untuk mengantar Berliana terlebih dahulu.


Berliana langsung berpamatan pada keduanya terlebih lagi pada Zion.


"Terima kasih atas tumpangannya" ucap tulus Berliana kepada kedua lelaki yang mengantar dirinya kesekolah.


"Boleh aku peluk?" tanya Berliana dengan penuh harap.


Tanpa menjawab Zion langsung menarik Berliana kedalam dekapannya dan iapun membalas pelukan Berliana.


"Nyaman, hangat" ucap lirih Berliana sammbil menghirup rakus aroma tubuh Zion.

__ADS_1


"Hentikan itu! Apa kalian lupa jika ada aku disini?" tanya Samuel dengan gerah melihat tingkah keduanya.


"Belajar yang rajin" ucap Zion sambil melonggarkan pelukannya dan tanpa aba-aba Zion langsung mencium kening Berliana dengan hangat.


Berliana yang mendapatkan perlakuan itu tersenyum manis dan memejamkan kedua matanya menikamati sentuhan kedua bibir Zion.


Walaupun kecupan singkat, tapi Berliana sangat menikmatinya saat ini. Seperti tidak ingin kehilangan momen, Berliana kembali mendekap tubuh tegap Zio dengan rasa hangat.


"Kalian ini!" decak kesal Samuel yang melihat adegan itu.


Keduanya langsung melepaskan pelukan dan Berliana langsung keluar dari dalam mobil sebelum pergi, Berliana mengetuk pintu kaca mobil tepat di samping Samuel.


"Apa?" tanya ketus Samuel dengan raut wajah kesal.


"Bukak pintunya" ucap Berliana.


Dengan malas Samuel langsung membuka pintu mobil dengan lebar.


"Mau apa?" tanya Samuel heran, bahkan Zion sedari tadi terus memperhatikan interaksi keduanya.


Tanpa persetuan Samuel, Berliana memeluk hangat tubuh Samuel. Samuel hanya membatu tanpa membalas pelukan Berliana yang tiba-tiba menurutnya.


"Tetaplah berada disampingnya dan ingatkan dia tentang makan dan istirahat" bisik Berliana kepada Samuel.


Dengan kaku Samuel mengangguk kepalanya dan detik kemudian ia membalas pelukan Berliana.

__ADS_1


Zion yang melihat itu mulai merasa tidak terima, dengan keras ia menendang kursi yang diduduki oleh Samuel dan pelukan keduanya langsung terlepas.


"Aku pergi dulu" ucap Berliana sambil melambaikan tangannya kearah Zion dan juga Samuel.


__ADS_2