
"Apa ada kue yang harus diantar, Beth?" Tanya Abang Timmy yang baru tiba di toko. Sudah sejak kemarin Abang Timmy selalu ke toko saat sianh menjelang sore begini untuk bertanya apa ada pesanan yang perlu diantar.
Biasanya Beth memang memakai jasa kurir saat ada pelanggan yang pesan via online. Tapi jika Abang Timmy atau Papa Will sedang luang, dan mereka tak keberatan mengantar, Beth juga tak akan menolak bantuan.
"Ada beberapa, Bang. Tapi masih Beth siapkan," ujar Beth yang langsung membuat Timmy mengangguk.
"Nanti biar Abang yang antar. Alamatnya dimana?" Tanya Abang Timmy lagi.
"Gedung kantor yang kemarin," tukas Beth yang kembali bergelut dengan pesanan yang harus ia siapkan. Beth perlu fokus agar tak ada yang keliru.
"Abang ke toilet sebentar!" Pamit Timmy yang tak terlalu digubris oleh Beth.
Tak berselang lama, terdengar suara lonceng di atas pintu yang menandakan ada pelangga datang.
"Sela--" Beth sejenak merasa terkejut saat melihat siapa yang datang ke tokonya.
Sial!
Kenapa bisa pas sekali ada Abang Timmy di toko?
Dua wanita yang tadi masuk ke toko tak lain dan tak bukan adalah Kath serta seorang wanita paruh baya yang sepertinya adalah mamanya Kath. Kemarin sepertinya Tante Sita sudah mengenalkan Beth pada wanita paruh baya tersebut, meskipun hanya sekilas karena Beth fokus mendekor wedding cake Rossie.
"Selamat sore, Bu!" Sapa Beth akhirnya pada Kath dan sang mama yang tampak berbisik-bisik.
"Selamat sore...Beth?"
"Benar, kan?" Tanya mamanya Kath memastikan.
"Iya, benar, Bu!" Jawab Beth yang kembali mengulas senyum.
"Ada yang bisa dibantu?" Tanya Beth kemudian.
"Kami kesini mau membeli oleh-oleh."
"Iya, silahkan dipilih. Mau kue yang mana," ujar Beth seraya menunjuk ke showcase serta etalase dimana beberapa kue memang sudah ready stock.
Ibu dan anak itu lalu tampak berdiskusi sejenak. Disaat bersamaan, pintu yang mengarah ke dapur mendadak terbuka, lalu Abang Timmy tampak keluar seraya memakai topinya.
Sial!
"Beth--" Abang Timmy tampak diam sejenak saat pria itu menuadari kehadiran Kath di dalam toko kue Beth.
"Sudah Beth siapkan semua dan siap diantar, Bang!" Ujar Beth kemudian yang langsung membuat abang Timmy menghampirinya. Abang Timmy lalu mengambil paperbag yang disodorkan oleh Beth.
"Ke alamat yang kemarin, kan?" Tanya abang Timmy yang langsung dijawab Beth dengan anggukan kepala.
Abang Timmy tak berkata apa-apa lagi dan pria itupn segera berlalu, kemudian keluar dari toko meninggalkan Beth bersama Kath dan juga mamanya Kath.
"Jadinya kami mau kue yang ini, Beth!" Ucapan dari Mamanya Kath langsung membuyarkan lamunan Beth.
Segera Beth meraih box kue dan mulai mengemas satu persatu kue yang dipilih oleh Kath dan sang mama.
****
"Mencari rollcake?" Tebak Mom Yumi, saat Fairel yang baru saja tiba di kediaman Halley langsung pergi ke dapur dan membuka kulkas.
"Tidak!" Sanggah Fairel cepat.
"Siapa juga yang doyan dengan rollcake yang rasanya tak enak itu!" Gerutu Fairel lagi seraya menutup kasar pintu kulkas.
Fairel kemudian langsung berlalu begitu saja dan meninggalkan Mom Yumi.
__ADS_1
"Masih marah pada gadis tukang kue?" Celetuk Dad Liam saat berpapasan dengan Fairel yang wajahnya tampak kesal. Dad Liam kemudian menghampisang istri.
"Kemarin kau jadi bicara pada Beth?" Tanya Dad Liam kemudian pada Mom Yumi
"Iya, sudah! Tapi Beth sudah punya pacar. Jadi mungkin utu penyebab--"
"Mom bilang apa tadi?" Sergah Fairel yang tiba-tiba sudah menghampiri Mom Yumi lagi.
"Beth sudah punya pacar."
"Itu juga kan alasanmu uring-uringan belakangan ini?" Terang Mom Yumi yang langsung membuat kedua mata Fairel membelalak.
"Beraninya gadis itu!" Geram Fairel kemudian yang langsung keluar dari rumah dengan cepat.
Tentu saja sikap Fairel tersebut membuay Mom Yumi dan Dad Liam saling bertukar pandang, dan keduanya sama-sama bingung.
Wreeeng!
Suara berisik dari motor Fairel bahkan langsung terdengar menggema, sebelum kemudian motor tersebut dipacu oleh sang empunya keluar dari kediaman Halley.
"Dia mau kemana?" Tanya Dad Liam pada Mom Yumi yang langsung menggeleng tak tahu.
****
"Sudah semua, kan?" Tanya Abang Timmy yang baru selesai membantu Beth membersihkan toko sebelum tutup.
"Iya, sudah. Abang masih cuti malam ini?" Beth balik bertanya pada sang abang.
"Masih!"
"Mau jalan-jalan? Agar kau tak suntuk," tawar Abang Timmy kemudian.
"Bagaimana kalau ke alun-alun kota?" Tawar Abang Timmy lagi yang masih membuat Beth diam.
"Mau kemana?"
"Cari anginlah! Kan kita pacar, jadi sesekali juga harus keluar berdua begini. Pacaran." Ujar Fairel seraya meraih tangan Beth, lalu melingkarkannya di pinggang.
"Ke alun-alun saja, jangan ke mall!" Ujar Beth sedikit berteriak agar Fairel yang tengah memacu motot milik Beth mendengarnya.
"Ada apa memang di alun-alun?" Tanya Fairel yang semakin menggenggam tangan Beth.
"Ada angkringan. Yang kamu pertama kali bertemu mama itu."
"Oh! Oke, kita ke alun-alun!"
"Beth!" Teguran Abang Timmy langsung membuat Beth tersentak.
"Iya, Bang, bagaimana?" Tanya Beth sedikit tergagap.
"Kau mau jalan ke alun-alun tidak?" Tanya Abang Timmy lagi.
"Iya!" Jawab Beth akhirnya.
"Kita pulang dan mandi dulu, ya!" Ujar Abang Timmy kemudian.
"Iya, sudah! Beth akan menunggu disini saja," tukas Beth bersamaan dengan Abang Timmy yang akhirnya keluar dari toko, lalu segera memacu motor Beth dan meninggalkan toko.
Beth kemudian bangkit dari duduk dan berinisiatif menutup rolling door terlebih dahulu sembari menunggu Abang Timmy kembali. Namun baru saja Beth hendak menarik rolling door berwarna ungu tersebut, suara berisik dari sebuah motor tiba-tiba mendekat ke toko.
Wreeeng!!!
__ADS_1
Sang empunya motor langsung menarik gas dengan barbar begitu motor berhenti di depan toko. Pria pengendara motor tersebut juga langsung membuka kaca helmnya dan kemudian menatap sengit pada Beth yang masih mematung.
"Iel...." gumam Beth kemudian bersamaan dengan Fairel yang sudah turun dari motornya, lalu menghampiri Beth dengan cepat.
"Apa pria itu juga sebrengsek Reandra, hah?" Tanya Fairel tiba-tiba yang tentu saja langsung membuat Beth bingung.
Pria itu?
Maksudnya apa?
Siapa pria itu?
"Dengar!" Fairel sekarang sudah menuding ke arah Beth.
"Aku tak akan pernah menyelamatkanmu lagi setelah ini!"
"Aku sudah tak peduli! Aku tak akan peduli lagi padamu!"
"Silahkan berpacaran dengan para pria brengsek di luar sana dan aku tak peduli lagi!" Cerocos Fairel panjang lebar yang benar-benar membuat Beth bingung.
Apa pria ini sedang mabuk?
"Aku tak akan peduli lagi padamu!".
"Atau pada tokomu yang jelek ini!"
"Atau pada rollcake -mu yang membuatku tersedak itu!"
"Aku tak peduli!" Fairel terus bercerocos yang tentu saja membuat Beth benar-benar tak paham.
"Kita tak ada hubungan apa-apa lagi mulai sekarang!"
"Titik!"
"Dasar maling!" Delik Fairel yang kembali menuding pada Beth, sebelum kemudian pria itu kembali naik ke motornya, lalu menyalakan mesin motornya yang begitu berisik.
Wreeeng! Wreeeng!!
Fairel menarik-narik gas beberapa kali, sebelum akhirnya pria itu benar-benar pergi dan meninggalkan Beth yang kini hanya mematung bingung.
"Kita tak ada hubungan apa-apa lagi mulai sekarang!"
"Titik!"
"Dasar maling!"
Beth tak jadi menutup rolling door toko dan gadis itu memilih untuk masuk, lalu duduk di salah satu bangku yang ada di dalam toko. Beth kemudian membenamkan kepala diantara kedua tangannya.
"Kita tak ada hubungan apa-apa lagi!"
"Dasar maling!"
Beth tak berhenti menggeleng-gelengkan kepalanya, sembari menangis terisak.
.
.
.
Terima kasih yang sudah mampir.
__ADS_1