Beth Ter-Sweet

Beth Ter-Sweet
JANGAN MENGGODANYA!


__ADS_3

Fairel baru saja membuka pintu kamar perawatan Beth, saat pria itu sudah mendapati keluarga Beth yang berkumpul disana.


Kapan mereka semua datang? Kenapa tak ada yang memberitahu Fairel?


"Kami pamit dulu, Bu Yumi!" Ucapan Mama Tere pada Mom Yumi langsung membuat Fairel buru-buru menghampiri dua wanita paruh baya tersebut.


"Kok sudah mau pamit, Ma?" Tanya Fairel sedikit berbasa-basi pada sang mertua.


"Karena kami memang sudah sejak tadi disini, Iel! Ini kami mau lanjut menjenguk Yvone," tukas Mama Tere yang langsung membuat Fairel membulatkan bibirnya.


"Kak Yvone jadinya hamil juga, Ma?" Tanya Fairel lagi yang langsung membuat Mama Tere sedikit berpikir.


"Belum tahu. Tapi mudah-mudahan iya," jawab Mama Tere kemudian yang langsung membuat Fairel terkekeh.


"Lucu sekali! Beth hamil, Reina hamil, Kak Yvone hamil." Seloroh Fairel yang masih terus terkekeh. Namun kemudian kekehan Fairel langsung terhenti saat tatapannya tertumbuk ke arah Abang Timmy yang masih berdiri drkat dengan Beth. Abang Beth itu juga tampak merangkulkan lengannya ke pundak Beth.


Benar-benar!


"Bang!" Tegur Fairel yang wajahnya sudah bersungut seraya menghampiri Abang Timmy dan juga Beth.


"Aku sedang menjaga Beth," tukas abang Timmy beralasan.


"Menjaga saja tak perlu--" Fairel tak melanjutkan kemarahannya jarrna mendadak perutnya terasa diaduk-aduk tak karuan.


"Brengsek!" Umpat Fairel sebelum kemudian pria itu berlari ke toilet untuk muntah-muntah. Beth dan abang Timmy langsung kompak tergelak.


"Tim!" Panggilan Mama Tere akhirnya menghentikan gelak tawa Abang Timmy dan Beth.


"Ck! Yvone masih tidur, Ma!" Abang Timmy kembali melontarkan alasan saat Mama Tere dan Papa Will mengajaknya ke kamar perawatan Yvone.


"Meskipun tidur ya harus abang temani!" Beth mendorong sang abang agar mengikuti Mama Tere dan Papa Will. Meskipun Abang Timmy tampak mendengus, namun kemudian Abang Beth itu tetap pamit pada Mom Yumi, lalu menyusul Mama Tere dan Papa Will menuju ke kamar perawatan Kak Yvone.


Masa iya, sudah sekamar selama beberapa bulan, Abang Timmy masih belum ada perasaan apapun pada Kak Yvone?


"Beth!" Panggil Fairel yang sudah keluar dari toilet dengan penampilan kacau. Mom Yumi dan Beth langsung kompak menahan tawa.


"Beth, aku tak kuat lagi!" Keluh Fairel kemudian seraya naik kd atas bed perawatan, lalu mendekap Beth dengan lebay.


"Ada Mom!" Desis Beth sembari berusaha menyingkirkan tangan Fairel. Namun tentu saja bukan Fairel namanya, jika langsung melepaskan Beth begitu saja. Yang ada Fairel malah semakin mengeratkan dekapannya pada Beth..


"Aku lemas dan tak bertenaga!" Keluh Fairel lagi semakin lebay.


"Makan dulu kalau begitu, Iel!" Ujar Mom Yumi seraya bangkit dari duduknya.


"Mom mau kemana?" Tanya Beth pada Mom Yumi yang malah mengambil tasnya juga sekarang.


"Iel kan sudah kembali. Jadi Mom akan pulang ganti baju dulu--"


"Bisa sekalian belikan Iel nasi padang, Mom?" Pinta Fairel yang langsung berhadiah keplakan dari Beth.


"Beli sendiri, Iel! Kenapa menyuruh Mom?" Geram Beth yang langsung membuat Fairel merengut.


"Aku kan ngidam!" Cicit Fairel beralasan.


"Kau ngidam nasi padang? Nanti biar diantar pak supir kesini," ujar Mom Yumi yang akhirnya menengahi.


"Yeayy!!' Fairel langsung bersorak senang.

__ADS_1


"Kau mau nasi padang juga, Beth? Mau, ya? Pasti mau!"


"Hai, anaknya Dad! Kau mau nasi padang, kan?" Beth belum menjawab sama sekali pertanyaan Fairel , namun suami Beth tersebut malah sibuk menanyai perut Beth sekarang.


Memangnya bayi di dalam perut Beth sudah bisa makan nasi padang?


"Mau? Mau? Mau?" Fairel tiba-tiba sudah menggelitiki perut Beth yang tentu saja hal tersebut langsung membuat Beth kegelian dan sedikit meronta.


"Iel, sudah!" Protes Beth yang berusaha menghentikan ulah aneh Fairel.


"Ada Mom--" Beth menunjuk ke tempat dimana Mom Yumi tadi berdiri, namun sudah tak ada!


Hah? Mom Yumi kemana?


"Iel, Mom kemana?" Tanya Beth pada Fairel yang sudah kembali mendekapnya.


"Sudah pulang!" Jawab Fairel sembari mencerukkan wajahnya di leher Beth.


"Aromamu seperti bayi," gumam Fairel kemudian yang langsung membuat Beth mengernyit. Beth lalu mengendus aroma tubuhnya sendiri yang sama sekali tak mirip aroma bayi.


Apa Fairel sedang ngelindur?


Disaat bersamaan, ponsel Beth tiba-tiba berbunyi menandakan kalau ada pesan masuk.


[Mom pulang dulu, Beth! Kau mau dibelikan sesuatu? Biar nanti sskalian diantar oleh pak supir] -Mom Yumi-


[Oh, ya! Mom juga mau berterima kasih kepadamu karena sudah datang di kehidupan Fairel dan membuatnya bahagia dan terus terus bahagia hingga detik ini. Terima kasih, Beth!] -Mom Yumi-


Beth tertegun sejenak, setelah membaca pesan dari Mom Yumi. Kedua mata Beth bahkan sudah berkaca-kaca dan hatinya terasa menghangat.


"Siapa yang mengirim pesan?" Tanya Fairel yang kepalanya masih bersandar di pundak Beth.


"Kau menangis?" Fairel langsung dengan cepat mengangkat kepalanya, lalu menangkup wajab Beth dan memperhatikan dengan seksama kedua mata istrinya tersebut.


"Aku hanya menangis bahagia karena membaca pesan Mom," ujar Beth beralasan.


"Mom mengirim pesan apa memangnya?" Fairel yang penasaran segera mengambil ponsel Beth dan menbaca pesan dari Mom Yumi tadi. Fairel lalu tersenyum simpul dan kembali mendekap Beth dengan erat. Fairel juga mencium pipi Beth dan berulang kali mengucapkan kata cinta.


"I love you!"


"I love you too!" Balas Beth sembari tersenyum dan menatap ke dalam wajah Fairel.


Fairel ikut tersenyum, lalu pria itu segera mel*mat bibir Beth. Namun baru beberapa detik, pintu kamar perawatan malah sudah diketuk dari luar.


"Selamat siang, Pak, Bu!" Sapa perawat yang datang untuk mengecek kondisi Beth.


Ya ampun! Mengganggu saja!


****


Beberapa bulan kemudian.....


Triiiing!


Beth yang duduk di belakang meja kasir dan masih berbicara dengan customer via telepon, langsung menatap ke arah pintu masuk toko saat lonceng di atas pintu berbunyi nyaring.


"Sore!" Sapa Keano yang datang bersama Rossie dengan wajah sumringah bahagia. Pasangan suami istri itu memang tengah berbahagia, setelah kabar kehamilan Rossie beberapa minggu yang lalu, atau tepatnya setelah Reina melahirkan.

__ADS_1


Ya, Rossie yang menikah lebih dulu dari Beth, akhirnya menyusul hamil juga sekarang. Tinggal Kak Yvone saja yang masih belum hamil hingga detik ini. Tapi semoga disegerakan juga.


"Sore!" Jawab Beth sembari beranjak dari duduknya dengan hati-hati. Kandungan Beth saat inj memang sudah masuk usia tujuh bulan lebih, dan perut wanita itu tentu saja sudah membulat sempurna.


"Mau mengambil kue, ya?" Tanya Beth kemudian yang langsung membuat Keano dan Rossie kompak mengangguk. Beth lalu segera mengambil kotak kue yang tadi memang sudah disiapkan oleh Shanty.


"Jadinya, calon anakmu laki-laki atau perempuan, Beth?" Tanya Rossie penasaran, sembari mengusap perut Beth.


"Kata Iel tidak boleh dibocorkan dulu," jawab Beth sembari tertawa kecil.


"Sepertinya perempuan, karena Beth terlihat semakin berseri--"


"Semakin apa katamu?" Fairel tiba-tiba sudah mendekati Keano dan hendak mencengkeram kerah kemeja sepupunya tersebut. Namun Beth dengan cepat mencegah.


"Iel, tidak usah lebay!"


"Tapi dia baru saja memuji dan menggodamu, Beth!" Sungut Fairel yang langsung membuat Beth berdecak.


"Siapa yang menggoda Istri Abang? Kean kan sudah punya istri sendiri!" Sanggah Keano sembari merangkul Rossie.


"Cih! Istriku lebih cantik, lebih manis, lebih pandai membuat kue!" Cibir Fairel yang langsung ikut-ikutan merangkul Beth dengan posesif.


"Iya, Bang! Iya!"


"Jangan memuji atau menggoda istriku lagi! Goda saja istrimu sendiri!" Fairel memperingatkan Keano sekali lagi.


"Iya, Bang!" Jawab Keano bersungguh-sungguh.


"Sudah!" Beth segera menyikut perut Fairel agar berhenti mengoceh.


"Ini kuenya!" Beth segera mengangsurkan kotak kue tadi pada Keano. Seteoah membayar, Keano dan Rossie juga langsung pamit dari toko sebelum Fairel kembali mengoceh tak karuan.


"Lebay!" Cibir Beth kemudian seraya menutup laci meja kasir.


"Siapa yang lebay? Aku kan sedang menjagamu dan calon jagoan kita!" Ujar Fairel sembari mengusap perut Beth yang sudah sebesar semangka.


"Aku sudah tak sabar untuk menggendongnya!" Ucap Fairel kemudian dengan mata yang sudah berbinar bahagia.


"Ya! Nanti berarti setelah dia lahir, kau harus lebih sering menggendongnya ketimbang aku--"


"Tentu saja aku akan melakukannya! Aku akan jadi Dad teladan nantinya!" Sergah Fairel yang langsung sesumbar seperti biasa.


"Tapi ngomong-ngomong, calon anak kita kan laki-laki. Nanti misalnya calon anak Keano perempuan, bisalah kita jodohkan." Kalimat Beth langsung berhadiah tatapan horor dari Fairel.


"Tidak!" ucap Fairel tegas yang langsung membuat Beth tergelak.


"Aku serius Beth!" Fairel sudah merengkuh kedua pundak Beth.


"Iya! Aku kan hanya bergurau! Belum tentu juga anak Keano dan Rossie perempuan," tukas Beth sembari melepaskan rengkuhan Fairel. Beth lalu segera duduk di kursi karena pinggangnya kembali terasa pegal.


"Ada apa? Kau sudah mulai kontraksi?" Tanya Fairel yang buru-buru menghampiri Beth dan bersimpuh di depan istrinya tersebut.


"Pinggang dan kakiku pegal!" Jawab Beth yang langsung membuat Fairel memijat lembut kaki Beth.


.


.

__ADS_1


.


Terima kasih yang sudah mampir


__ADS_2