Beth Ter-Sweet

Beth Ter-Sweet
AJAKAN


__ADS_3

"Baru pulang, Bang? Darimana?"


Jantung Fairel nyaris meloncat keluar dari rongganya, saat ia yang memang baru tiba di rumah sudah disambut oleh cecaran pertanyaan dari seseorang yang berdiri di kegelapan dapur.


Sial!


"Reina!" Tegur Fairel yang langsung menyalakan lampu dapur. Terlihat Reina yang sudah mengenakan piyama, sedang duduk di minibar dapur sembari menumpukan dagu di kedua tangannya.


Sudah mirip ratu dari kegelapan saja!


"Darimana, Bang?" Tanya Reina sekali lagi.


"Dari acara!" Jawab Fairel ketus yang langsung menghampiri kulkas besar di dapur, lalu mengambil satu botol air mineral dari dalam lemari pendingin tersebut.


"Pantas saja tadi tidak ke rumah Rossie untuk mencari perhatian," cibir Reina selanjutnya yang langsung membuat Fairel yang sedang minum sedikit tersedak.


"Ada acara apa memangnya di rumah Rossie?" Tanya Fairel tak sabar.


Jangan-jangan acara penting!


Lalu kenapa tak ada yang mengabari Fairel atau meminta Fairel untuk datang?


"Anniversary pernikahan Aunty Sita dan Uncle Robert," jawab Reina yang sudah ikut-ikutan menyesap minuman di gelasnya. Namun adik Fairel itu terlihat tak bersemangat.


"Lalu kenapa kau tidak memberitahuku?" Gertak Fairel yang langsung memasang wajah kesal pada Reina.


"Reina pikir Abang sudah tahu! Biasanya segala sesuatu yang berhubungan dengan Rossie--"


"Aku tidak tahu!" Potong Fairel cepat.


"Keano tidak tahu juga, kan? Jangan sampai dia datang dan cari perhatian pada calon mertuaku--"


"Uhuuk! Uhuuk!" Reina langsung tersedak minumannya saat Fairel menyebut tentang calon mertua.


"Kau kenapa?" Tanya Fairel heran pada Reina yang masih batuk-batuk.


"Tidak apa-apa!" Jawab Reina cepat.


"Keano tidak datang, kan?" Tanya Fairel sekali lagi.


"Tidak!"


"Hanya ada Kath menyebalkan," curhat Reina yang langsung membuat Fairel mengernyit.


Kath siapa, juga? Fairel tidak kenal!


Tapi yang penting Keano tidak ada dan itu artinya Keano juga tidak tahu kalau ada acara penting di kediaman Hadinata malam ini!


"Ngomong-ngomong, pertunanganmu jadinya kapan?" Tanya Fairel selanjutnya pada Reina serelah kakak beradik itu sama-sama diam.


"Belum tahu!" Jawab Reina dingin seraya turun dari kursi.


"Kenapa belum tahu? Mau tunangan bareng aku dan Rossie?" Tawar Fairel penuh percaya diri. Reina yang tadinya hendak keluar dari dapur, seketika langsung menghentikan langkahnya.


"Memangnya hubungan Abang dan Rossie sudah sejauh mana?" Tanya Reina kepo.


"Sudah jauh sekali!" Jawab Fairel penuh percaya diri.


"Dan aku akan secepatnya melamar Rossie.


"Mungkin saat ulang tahun Rossie pekan depan aku akan melamarnya!" Ujar Fairel lagi yang langsung membeberkan rencananya untuk melamar Rossie.


"Jadi nanti Rossie akan jadi adik ipar sekaligus kakak ipar Reina begitu? Aneh sekali!" Gumam Reina kemudian seraya berlalu meninggalkan dapur dan juga Fairel.


"Tidak ada yang aneh!" Tukas Fairel seraya meneguk sisa air dingin di botol. Pria itu lalu melemparkan botol yang sudah kosong ke tempat sampah.


"Pesan kue ulang tahun yang unik dan menarik dimana, ya? Mungkin sebaiknya aku tanya ke Mom saja!" Gumam Fairel lagi sebelum pria itu keluar dari dapur dan langsung menuju ke kamarnya di lantai dua.


****


"Kak Beth!"


"Ya!" Beth langsung menghentikan aktivitasnya menghias kue, saat Shanty, pramuniaga yang bekerja di toko kue milik Beth memanggil.


"Ada yang mencari di depan," ujar Shanty yang langsung membuat Beth buru-buru melepaskan sarung tangannya. Gadis itu lalu pergi ke wastafel untuk mencuci tangan, sebelum keluar menemui customer.


"Rossie!" Sapa Beth yang langsung bisa mengenali Rossie yang saat ini sedang melihat-lihat cake di dalam showcase bersama Tante Sita.

__ADS_1


"Hai! Sedang sibuk, ya?" Rossie langsung menghampiri Beth dan bercipika-cipiki dengan gadis itu.


"Lumayan banyak pesanan," jawab Beth seraya tertawa kecil.


"Tapi sepertinya sedang bahagia, ya? Wajah kamu terlihat berseri dan lain dari biasanya, Beth," ujar Tante Sita yang langsung membuat Beth mengusap pipinya sendiri.


Ya ampun!


Tapi kalau dipikir-pikir, Beth memang tengah bahagia sekarang karena hubungannya bersama Reandra yang semakin dekat dan intens beberapa hari terakhir.


"Tante bisa saja," tukas Beth kemudian sedikit tersipu.


"Jangan-jangan sudah ada undangan yang siapal disebar?" Terka Rossie yang langsung disanggah oleh Beth.


"Belum ada!" Beth dengan cepat mengibaskan tangannya pada sahabatnya tersebut.


"Eh, tapi kata Mama, Bang Angga mau bertunangan, ya, Tante?" Beth ganti bertanya pada Mama Sita sekaligus memastikan.


"Iya, tapi harinya masih belum ditentukan!" Terang Tante Sita.


"Sementara Mama mau mengurus acara ulang tahun aku dulu," timpal Rossie seolah sedang pamer pada Beth.


"Oh, kamu mau ulang tahun, Ross? Kapan?" Tanya Beth antusias.


"Ulang tahunnya lusa, Beth! Tapi untuk perayaannya weekend nanti. Makanya kami kesini untuk memesan kue," jelas Tante Sita yang langsung membuat Beth manggut-manggut mengerti.


"Nanti kamu datang, ya!"


"Harus datang!" Pinta Rossie memaksa.


"Iya! Tidak usah bawa kado, kan?" Beth sedikit berkelakar.


"Tidak usah, Beth! Yang penting kamu dan Timmy datang!" Jawab Tante Sita cepat mendahului Rossie yang sepertinya akan menjawab berbeda.


"Nggak tahu nanti Abang Timmy bakal bisa datang atau tidak, Tante! Dia sedikit sibuk belakangan ini," ujar Beth sedikit pesimis.


Tapi Abang Timmy memang jarang pulang beberapa bulan terakhir dan seperti betah sekali berada di kost-an.


Entahlah!


"Abang Timmy jadinya sudah punya calon istri, Beth?" Tanya Rossie kepo.


Atau Beth diam-diam ke kost-an Abang Timmy saja untuk mencari tahu, ya! Barangkali Abang Timmy menyembunyikan sesuatu di kost yang membuatnya betah dan tak pulang-pulang.


"Pacar belum ada juga?" Tante Sita ikut-ikutan bertanya.


"Tidak tahu yang itu, Tante! Abang Timmy jarang cerita," jawab Beth akhirnya sembari meringis.


"Ya sudah! Semoga secepatnya ada kabar baik," gumam Tante Sita penuh harap yang langsung diaminkan oleh Beth.


"Jadi, tadi mau pesan kie yang bagaimana untuk ulang tahun kamu, Ross?" Tanya Beth selanjutnya, mengingatkan tentang tujuan Rossie dan Tante Sita datang ke tokonya.


"Ah, iya!"


"Kue yang spesial!" Rossie langsung antusias dan melihat-lihat foto yang ditunjukkan oleh Beth sebagai contoh. Cukup lama tiga wanita itu berdiskusi tentang kue yang pas untuk acara ulang tahun Rossie nanti.


Hingga sore menjelang, barulah Rossie dan Tante Sita pamit dari toko kue Beth.


"Jadi, Mama dan Papa kamu kapan pulang," tanya Mama Sita sebelum meninggalkan toko kue.


Saat ini Mama Tere dan Papa Will memang masih berlibur naik kapal pesiar setelah kedua orang tua Beth tersebut memenangkan sebuah hadiah giveaway.


"Masih belum tahu, Tante!"


"Tapi nanti Beth akan langsung mengabari Tante Sita kalau Mama dan Papa sudah pulang," ujar Beth berjanji pada Tante Sita.


"Baiklah!"


"Kami langsung pamit kalau begitu, Beth!" Ucap Mama Sita sembari bercipika-cipiki dengan Beth. Pun dengan Rossie yang juga melakukan hal yang sama.


Beth lalu mengantar ibu dan anak itu sampai ke pintu toko, dan menunggu keduanya masuk ke mobil, lalu meninggalkan Sweety Cake.


"Pasti nanti acaranya bakal meriah seperti tahun-tahun sebelumnya," gumam Beth yang masih berdiri di ambang pintu toko. Acara ulang tahun Rossie dari tahun ke tahun memang selalu digelar dengan meriah, karena gadis itu memanglah putri kesayangan Tante Sita dan Om Robert.


Drrrttt!!


Beth sedikit tersentak, saat ponselnya di dalam saku mendadak bergetar dan berdering. Sepertinya ada panggilan masuk.

__ADS_1


Beth segera memeriksa dan benar saja, ada telepon dari Reandra....


"Ya ampun!" Beth langsung bersorak girang, sebelum kemudian gadis itu menyadari kalau ada Shanty yang sedang berdiri di belakang meja kasir dan mungkin sedang menyaksikan tingkah lebay Beth barusan.


Beth buru-buru masuk ke dalam sebelum mengangkat telepon Reandra.


"Halo, Re!" Sambut Beth riang.


"Sedang sibuk, Beth?"


"Tidak!" Jawab Beth cepat dan penuh semangat.


Ya, mungkin saja Reandra mau mampir ke toko atau mengajak Beth ke satu tempat.


Oh, Beth sudah siap sekali!


"Kau sendiri sedang sibuk?" Beth balik bertanya pada Reandra yang tak kunjung buka suara lagi atau sedikit berbasa-basi pada Beth.


Hhhh! Terkadang pria itu memang irit bicara dan Beth yang harus aktif memancing!


"Sedikit!"


"Oh! Sudah makan?" Beth berbasa-basi lagi.


"Sudah tadi."


"Oh, aku juga sudah," ujar Beth seraya tersipu.


Eh, tapi Beth tersipu pada siapa? Reandra bahkan sedang tak ada di hadapan Beth sekarang.


"Ngomong-ngomong, besok malam kau ada acara, Beth?"


"Besok malam? Aku luang, kok! Mau kemana memang?" Cecar Beth penuh percaya diri.


"Hahaha! Tahu saja kalau aku mau mengajakmu ke satu acara."


"Serius? Acara apa?" Tanya Beth yang langsung antusias sekali.


"Acara seperti kemarin saat kita berdansa."


"Acara pernikahan?" Tebak Beth cepat.


"Bukan! Tapi acaranya mirip, kok dan katanya harus membawa pasangan. Jadi aku pikir--"


"Aku sangat siap menjadi pasanganmu besok malam, Rean!" Ucap Beth cepat memotong kalimat Reandra yang belum selesai.


"Baiklah kalau begitu!"


"Kau punya gaun warna hitam, kan?"


"Hah? Harus hitam?" Tanya Beth sedikit heran. Memangnya mau melayat, kok pakai gaun hitam?


"Iya, dresscode-nya hitam."


"Mmmm, ada sih gaun warna hitam," jawab Beth akhirnya seraya menggaruk tengkuknya.


"Nanti kau pakai, ya! Lalu aku akan menjemputmu di rumahmu yang kemarin, ya?"


"Iya!" Jawab Beth cepat.


"Baiklah! Aku jemput jam tujuh besok malam."


"Oke!" Beth langsung tersenyum lebar seolah dunianya sedang penuh bunga-bunga


"Aku tutup dulu teleponnya, Bye!"


"Bye, Reandra!" Balas Beth yang langsung mendekap ponselnya, seolah itu adalah Reandra.


"Oh, akhirnya Reandra akan mengajakku berkencan!"


"Yeay! Yeay!" Beth tak berhenti bersorak dan meluapkan kebahagiaannya.


.


.


.

__ADS_1


Terima kasih yang sudah mampir.


__ADS_2