Beth Ter-Sweet

Beth Ter-Sweet
BETH KENAPA?


__ADS_3

"Kebelet!" Ucap Fairel yang begitu sampai di toko, langsung memarkirkan motir serampangan, dan berlari ke dalam toko. Dasar aneh!


Beth akhirnya menyusul masuk ke dalam toko dengan langkah santai, sembari wanita itu mengeluarkan ponselnya dari dalam tas. Beth belum jadi menghubungi Abang Timmy dan menanyakan kondisi Kak Yvone yang tadi dibawa oleh abang Timmy ke rumah sakit.


Beth duduk di salah satu bangku yang berada di dalam toko, sembari wanita itu menunggu teleponnya diangkat oleh Abang Timmy. Namun rupanya di dering kedua telepon sudah langsung diangkat.


"Kak Yvone jadinya sakit apa, Bang?" Tanya Beth tomthe point begitu teleponnya diangkatboleh abang Timmy. Abang Beth itu bahkan belum sekoat mengucapkan kata halo atau sapaan lain.


"Leukositnya tinggi. Ada infeksi bakteri. Kata dokter dia harus dirawat sampai demamnya turun."


"Yah! Beth tidak bisa ke rumah sakit karena harus menemani Fairel ke acara," Decak Beth bersamaan dengan Fairel yang sudah keluar dari kamar mandi dan kini ikut duduk di depan Beth.


"Abang Timmy!" Beth menunjukkan layar ponselnya karena Fairel yang sudah memasang raut wajah curiga.


"Loudspeaker!" Titah Fairel yang langsung membuat Beth menyalakan loudspeaker di ponselnya.


"Kau bisa datang besok, Beth!" Suara Abang Timmy langsung terdengar lumayan keras.


"Datang kemana?" Fairel sedikit berbisik pada Beth.


"Ke rumah sakit. Kak Yvone kan jadinya dirawat," jelas Beth pada sang suami.


"Tak usah menjenguk!" Fairel menuding pada Beth yang langsung membulatkan kedua matanya.


"Kenapa?"

__ADS_1


"Karena aku tak mengizinkan! Toh malam ini kita ada acara!" Sergah Beth beralasan.


"Aku ke rumah sakit besok!"


"Besok aku kerja dan tak bisa menemanimu!" Fairel kembali beralasan.


"Baiklah aku pergi sore setelah kau pulang kerja!" Beth mengambil jalan tengah dan Fairel hanya berdecak.


"Beth mungkin datang besok sore, Bang! Sampaikan salam Beth untuk Kak Yvone dan selamat ber-honey moon di rumah sakit!" Tukas Beth akhirnya pada sang abang sembari terkikik.


Honeymoon di rumah sakit? Semoga saja ini memang awal dari hubungan baik Abang Timmy dan kak Yvone ke depannya. Dan mengenai pertemuannya dengan Kath tadi, Beth tak akan menceritakannya pada Abang Timmy. Beth juga akan menandai nama Nyonya Dennison sebagai blacklist. Jadi pesanan apapun atas nama Nyonya Dennison akan Beth tolak ke depannya.


"Bang!" Teguran Beth karena abang Timmy yang hanya diam sejak tadi. Aneh!


"Iya, ada apa lagi? Aku pikir suamimu sudah mengomel karena kau menelepon Abang terlalu lama."


Oh, yeah! Apa ini yang dinamakan membicarakan seseorang tepat di hadapan orang yang bersangkutan? Sopan sekali!


"Oh, aku bawel, ya? Tutup teleponnya!" Ucap Fairel galak sembari berusaha merebut ponsel Beth.


"Iya sebentar lagi! Kau tadi katanya mau buru-buru ke kantor?" Cecar Beth yang masih berusaha menghindar dari Fairel yang berusaha merebut ponselnya.


"Tidak jadi!"


"Matikan telepon itu atau berikan ponselmu sekarang!" Perintah Fairel galak sambil terus mengejar Beth. Pasangan suami istri itu terys berputar-putar di dalam toko dan saling mengejar.

__ADS_1


"Beth, sebaiknya kau tutup saja teleponnya agar Fairel tak marah," suara abang Timmy hanya terdengar samar-samar karean Beth yang masih sibuk menghindar dari Fairel yang terus saja mengejarnya.


"Beth!" Geram Fairel dan Beth malah cekikikan tanpa dosa sekarang. Telepon dari abang Timmy juga sudah terputus sepertinya Abang Timmy memang mematikannya secara sepihak.


"Beth!!"


"Pergi ke kantor sana atau Dad akan mengomelimu nanti!" Tukas Beth sembari berbelok ke arah dapur. Namun Beth tak memperhatikan langkahnya, hingga wanita itu tak sengaja menginjak lantai di depan pintu dapur yang kebetulan basah.


"Hah!" Beth langsung terpeleset, hilang keseimbangan dan jatuh terduduk di depan pintu dapur.


"Kak Beth!" Pekik Shanty yang sedang menata stok cake.


"Beth!" Fairel ikut berseru dan buru-buru menolong Beth yang tampak meringis seraya memegangi perutnya bagian bawah.


"Kau baik-baik saja?" Tanya Fairel yang langsung membuat Beth menggeleng.


"Perut aku sakit sekali!" Wajah Beth tiba-tiba sudah memucat.


"Beth--"


"Sakit sekali!" Beth menggenggam tangan Fairel sebelum kemudian Beth hilang kesadaran dan pingsan.


"Beth!!!" Fairel buru-buru menggendong Beth dan menyuruh Shanty memanggil taksi. Fairel harus secepatnya membawa Beth ke rumah sakit.


.

__ADS_1


.


Terima kasih yang sudah mampir.


__ADS_2