Beth Ter-Sweet

Beth Ter-Sweet
KENAPA LAGI?


__ADS_3

Fairel masih duduk di ruang tunggu bandara saat tatapannya tertuju pada dua sejoli yang bergandengan mesra dan masuk ke ruang tunggu bandara juga.


Fairel sedikit mengendurkan kacamata hitamnya untuk memastikan kalau dirinya tak salah lihat.


"Bukankah itu...." Fairel hanya bergumam, saat kemudian dua sejoli itu malah duduk tepat di depan Fairel.


Jackpot!


Apa perlu Fairel foto kemesraan dua sejoli ini untuk Fairel tunjukkan pada si tukang kue keras kepala itu?


"Fairel Halley!" Sapa pria yang namanya serupa dengan nama tengah Fairel tersebut.


Menyebalkan!


Mungkin nanti setelah tiba di rumah Fairel akan membahas perihal nama ini bersama Dad Liam. Kalau perlu, Fairel akan mengganti nama tengahnya agar tidak lagi memakai nama Reandra. Mungkin Dad Liam nanti bisa mengganti menjadi Refandra atau Reindra. Apa saja pokoknya yang penting bukan Reandra!


Huh! Fairel mendadak benci pada nama itu!


"Hai!" Ucap Fairel membalas sapaan Reandra sembari tersenyum tipis.


Ya, baru semalam mereka berjumpa di acara perusahaan. Fairel juga tak tahu kenapa ia bisa sering berjumpa Reandra ini di acara-acara perusahaan.


"Sendirian?" Tanya Reandra lagi sembari merangkul mesra wanita di sebelahnya.


"Ya! Hanya bersama koper kesayanganku," jawab Fairel sedikit berkelakar.


"Padahal banyak gadis di acara semalam yang bisa kau bawa pulang," ujar Reandra yang langsung membuat Fairel tertawa sumbang.


"Seperti yang itu?" Tukas Fairel dengan nada menyindir, serata mengendikkan dagunya ke arah wanita di samping Reandra.


"Ya!" Jawab Reandra seraya mengangguk.


"Aku pikir kau berpacaran dengan si tukang kue," tukas Fairel lagi yang langsung membuat raut wajah Reandra berubah.


Skakmat!


"Kau sudah punya pacar, Honey?" Tanya wanita di samping Reandra yang tampak kaget.


"Belum! Aku masih jomblo!" Sergah Reandra cepat yang langsung bangkit berdiri masih sambil merangkul wanitanya tadi. Reandra lalu berlalu begitu saja dan meninggalkan Fairel tanpa pamit.


"Cih! Ternyata playboy!" Fairel berdecih dan langsung mengambil foto Reandra dan wanit tadi dari belakang. Tadi Fairel juga diam-diam merekam video saat Reandra menyapanya.


"Aku penasaran dengan ekspresi si tukang kue menyebalkan itu kalau tahu pacarnya punya pacar lain!"


"Mungkin akan langsung serangan jantung!"


"Kkkk! Kkkk!" Fairel mencekik lehernya sendiri seolah sedang mensimulasikan saat Beth terkena serangan jantung.


Fairel baru selesai menyimpan video bukti perselingkuhan Reandra saat terdengar panggilan untuk penumpang pesawat yang akan membawa Fairel pulang.


"Baiklah! Saatnya pulang dan bertemu Rossie yang pasti sudah sangat-sangat merindukanku!" Ucap Fairel penuh semangat, sembari pria itu menyeret kopernya dan masuk ke dalam gate.


****


Beth membuka ponselnya untuk memeriksa barangkali ada pesan dari Reandra. Namun nihil!


Tidak ada pesan dari Reandra dan pria itu seolah menghilang ditelan bumi sejak mamanya datang ke toko kemarin lusa untuk melabrak Beth.


Ting!


Suara lonceng di atas pintu membuat lamunan Beth buyar dan gadis itu langsung mengarahkan pandangannya ke arah pintu masuk, dimana Rossie datang bersama seorang pria...


Yang pasti itu bukan Fairel menyebalkan yang minggul lalu mengaku sebagai pacar Rossie, sampai-sampai tengah malam ia memaksa Beth untuk membuatkan kue kejutan untuk Rossie.

__ADS_1


Cih! Halu sekali Fairel menyebalkan itu!


"Hai, Beth!" Sapa Rossie seraya tersenyum ke arah Beth. Gadis itu terlihat bahagia.


"Hai! Tumben kesini," jawab Beth yang ikut mengulas senyum.


"Aku mengantar undangan. Kata Mama, kau belum dapat undangan pertunangan Abang Angga, ya?" Ujar Rossie sembari menunjukkan sebuah undangan pada Beth.


"Oh! Aku pikir undangannya memang sepaket dengan yang diterima Mama dan Papa," tukas Beth seraya tertawa sumbang.


"Tentu saja berbeda!"


"Ini undangan untukmu dan juga Abang Timmy!"


"Kalian berdua pokoknya harus datang!" Ucap Rossie memaksa.


"Aku akan menghubungiku Bang Timmy dulu nanti," jawab Beth lirih seraya gadis itu melemparkan tatapannya pada pria yang tadi datang bersama Rossie.


"Itu pacarmu?" Tanya Beth kemudian sembari mengendikkan dagunya ke arah pria tadi.


"Itu Bang Keano!" Jawab Rossie cepat sembari memanggil pria yang rupanya bernama Keano tadi agar mendekat.


"Hai! Aku Keano!" Ucap Keano sembari mengulurkan tangannya ke arah Beth.


"Beth," jawab Beth yang langsung menyambut uluran tangan Keano dan langsung menyebutkan namanya.


"Aku seperti pernah melihatmu sebelum di acara ulang tahun Beth malam itu." Beth langsung mengingat-ingat.


"Aku pernah mengantar Mama ke sini untuk mengambil kue untuk arisan," jawab Keano cepat yang langsung membuat Beth ingat.


"Ah, iya! Tante Anne, ya!" Beth manggut-manggut dan benar-benar baru ingat.


"Mami langganan kue disini juga?" Tanya Rossie pada Keano yang langsung membuat Beth menahan tawa.


"Mami? Sepertinya sebentar lagi ada yang menyusul Abang Angga," ledek Beth yang terang saja langsung membuat wajah Rossie memerah.


"Kau sendiri, sudah ada rencana menikah dalam waktu dekat, Beth?" Rossie balik bertanya-tanya pada Beth yang langsung menggeleng.


"Biar Abang Timmy dulu," ujar Beth sembari meringis.


"Bang Timmy sudah punya calon, ya?" Tanya Rossie lagi dan Beth menggeleng sekali lagi.


"Aku kurang tahu." Beth mengendikkan kedua bahunya dan Rossie akhirnya tak bertanya lagi.


"Ngomong-ngomong, kau tadi kesini mengantar undangan saja?" Tanya Beth mengalihkan pembicaraan.


"Ah, iya! Sampai lupa!"


"Kami mau sekalian mengambil kue untuk acara nanti malam," ujar Rossie yang sepertinya baru ingat tujuan lainnya datang ke toko kue.


"Kuenya susah jadi, kan?" Tanya Rossie lagi memastikan.


"Sudah!"


"Baru satu jam yang lalu selesai aku dekor," jawab Beth yang langsung menyiapkan kue untuk acara pertunangan Angga dan Reina malam ini.


Baguslah kalau Rossie yang mengambil kuenya dan bukan Pak Fairel menyebalkan seperti kata Tante Yumi kemarin.


"Tapi bukankah acaranya di rumah Reina, Ross? Lalu kenapa kau yang mengambil?" Tanya Beth penasaran sembari gadis itu memasukkan kue ke dalam box.


Memangnya Beth berharap siapa yang datang menjemput kuenya? Fairel?


Tentu saja tidak!

__ADS_1


Beth saja sudah bertekad untuk jangan sampai bertemu pria menyebalkan itu lagi!


Eh, tapi kalau nanti malam Beth datang ke acara pertunangan Reina dan Angga, Beth akan otomatis bertemu Fairel lagi! Secara kan Fairel adalah Abangnya Reina!


Atau Beth tidak usah datang, ya?


Hmmmm. Beth akan mencari alasan nanti!


"Mama yang menyuruh tadi, mumpung aku juga pas diluar," ujar Rossie menjawab pertanyaan Beth.


"Oooh!" Beth hanya membulatkan bibirnya, bersamaan dengan kue yang kini sudah rapi di dalam box.


"Sudah selesai!" Lapor Beth pada Rossie dan Keano.


Keano sigap membawa box kue tadi sementara Rossie berpamitan pada Beth.


"Nanti malam jangan lupa datang, ya!" Pesan Rossie sekali lagi.


"I----ya!" Jawab Beth ragu-ragu.


Sepertinya, besar kemungkinan Beth tak akan datang. Beth sedang malas bertemu Fairel!


Beth juga sedikit badmood karena Reandra yang mendadak hilang dan tak bisa dihubungi.


Hhhh! Hati Beth benar-benar galau sekarang!


"Bye, Beth!" Ucap Rossie yang langsung membuyarkan lamunan Beth.


"Bye!" Jawab Beth yang balik melambaikan tangan ke arah Rossie yang sudah menyusul Keano keluar dari toko kue.


"Pasangan yang serasi!" Gumam Beth yang masih memperhatikan pasangan Rossie dan Keano dari dalam toko, hingga mobil yang membawa keduanya melaju pergi.


****


"Brengsek!!" Umpat Fairel sembari membanting keras pintu mobilnya, saat pria itu baru tiba lagi di kediaman Halley!


Ya, tadi sebenarnya Fairel sudah pulang dan hendak memberikan kejutan untuk Reina yang malam ini akan bertunangan dan sejak pagi terus-terusan menghubungi Fairel hanya untuk bertanya, "Kapan Abang pulang?"


Padahal setiap hari mengajak berdebat! Tapi giliran mau bertunangan tetap saja masih mencari Fairel!


"Jadi setelah acara pertunangan Reina dan Angga nanti, Keano akan langsung melamar Rossie?"


"Kata Anne begitu."


"Lagipula, Keano juga sebenarnya sudah melamar Rossie secara langsung saat kejutan ulang tahun Rossie kemarin."


Kalimat percakapan antara Mom Yumi dan Dad Liam yang tadi tak sengaja Fairel dengar saat ia baru tiba dari airport, mendadak bercokol lagi di kepala Fairel.


Lalu adegan saat Keano dan Rossie berciuman di ruangan Keano di B&D Resto, juga kembali mampir di kepala Fairel.


"Brengsek!" Umpat Fairel lagi yang sudah ganti menendang ban mobilnya.


"Iel! Kau sudah pulang?" Tegur Mom Yumi yang baru keluar dari rumah.


Fairel tak menjawab, dan pria itu memilih untuk langsung masuk ke rumah, lalu berlari ke lantai dua, dimana kamarnya berada.


"Iel!" Panggil Mom Yumi yang merasa bingung dengan sikap aneh Fairel.


Fairel kenapa lagi?


.


.

__ADS_1


.


Terima kasih yang sudah mampir.


__ADS_2