
"Motorku bagaimana?" Tanya Beth yang kini sudah duduk di dalam mobil Fairel. Namun kedua netra gadis itu masih menatap pada motor yang kata Fairel adalah motor butut tersebut.
Ah, tapi Beth menyayanginya!
"Tidak bagaimana-bagaimana!"
"Motormu aman di rumahku karena tak ada maling disini," tukas Fairel yang malah langsung membuat Beth batuk-batuk.
"Kenapa batuk-batuk? Kau sakit?" Tanya Fairel yang bergegas meletakkan punggung tangannya di kening Beth.
"Ck! Hanya tersedak ludah!" Sanggah Beth seraya menyingkirkan tangan Fairel dari keningnya.
"Perlu ke UGD?" Tawar Fairel yang langsung membuat Beth memutar bola mata.
"Tidak usah!"
"Cepat pulang sebelum jam sembilan!" Beth menunjukkan arlojinya pada Fairel yang malah terkekeh.
Dasar!
Setelah sedikit perdebatan tadi, mobil Fairel akhirnya berjalan juga dan meninggalkan kediaman Halley.
"Mana belum selesai mengerjakan dekorasi untuk wedding cake Abang Timmy." Beth terus saja bergumam sepanjang perjalanan.
"Mau aku temani lembur malam ini?" Tawar Fairel tiba-tiba yang langsung membuat Beth menatap bingung pada pria di sebelahnya tersebut.
"Apa?"
"Mau aku temani lembur? Pikiranmu kemana sebenarnya? Setiap aku berbicara selalu saja tak menyimak dengan fokus!" Omel Fairel selanjutnya yang langsung membuat Beth mengerucutkan bibir.
"Kan katanya kau selalu bisa menebak isi kepala dan pikiranku. Lalu kenapa masih bertanya pikiranku kemana? Jawab saja sendiri!" Beth balik mengomel pada Fairel yang langsung berdecak berulang-ulang.
"Ngomong-ngomong, pernikahan Abang Timmy--"
"Digelar lusa!" Jawab Beth cepat sebelum pertanyaan Fairel selesai.
"Iya, aku tahu! Tapi acaranya dimana?" Tanya Fairel lagi.
"Di hotel Ossa. Kan itu hotel milik keluarga--"
"Reandra!" Sergah Fairel dengan nada yang mirip orang sedang cemburu.
__ADS_1
Bukan mirip lagi! Tapi pria itu memang sedang cemburu sekarang!
"Yvone kan sepupunya Re--" Beth menahan perkataannya sejenak dan menileh ke arah Fairel yang wajahnya sudah bersungut tak jelas.
"Yvone kan masih sepupunya R, jadi ya wajar kalau acara pernikahannya di gelar di hotel Ossa," ujar Beth melanjutkan kalimatnya tadi setelah mengganti nama Reandra dengan inisial saja.
Nanti kalau Fairel masih marah, cemburu, dan mencak-mencak, Beth akan mengganti panggilannya pada Reandra dengan sandi morse saja.
Atau sandi rumput sekalian!
"Tapi bukankah masih banyak gedung yang bisa disewa oleh abangmu untuk menggelar acara? Atau kenapa tidak di toko kuemu saja dan jangan di hotel Ossa!" Cerocos Fairel panjang lebar.
"Di toko? Lalu tamunya duduk dimana? Tokoku kan kecil," ujar Beth beralasan.
"Di rumah!" Sergah Fairel yang masih terlihat bersungut.
"Rumah siapa? Yvone selama ini tinggal di rumah Uncle-nya yang notabene adalah papanya Re---"
"Papanya Rrrrrr!" Beth sekali lagi mengoreksi kalimatnya dan memanggil Reandra dengan inisial panjang.
"Ck! Memang orang tua Yvone kemana?" Tanya Fairel kemudian.
"Sudah berpisah. Papanya Yvone juga sudah meninggal dan Mamanya menikah lagi lalu tak peduli pada Yvone."
"Lagipula Rrrr kan sudah punya istri sekarang. Kenapa kau masih saja cemburu?" Tukas Beth kemudian seraya memainkan kedua telunjuknya.
"Karena kau pernah tergila-gila pada pria itu!" Sergah Fairel cepat menjawab pertanyaan Beth.
"Kau juga pernah tergila-gila pada Rossie sampai tengah malam buta memaksaku membuka toko hanya untuk--"
Ciiit!
Fairel tiba-tiba menginjak rem secara mendadak hingga membuat Beth tersentak kaget. Masih bagus Beth memakai seatbelt tadi! Kalau tidak mungkin kening Beth tak akan selamat dari benturan dengan dashboard mobil.
"Itu hanya masalalu! Kenapa masih saja kau bahas?" Fairel sudah menatap tajam ke arah Beth sekarang.
"Karena kau juga terus-terusan membahas tentang Reandra!"
"Rrrrrr! Jangan menyebut nama panjangnya!" Geram Fairel dengan wajah geregetan seolah pria itu alergi sekali dengan nama Reandra..
Sudahlah!
__ADS_1
"Karena kau juga terus-terusan membahas tentang Rrrrr! Padahal itu kan juga hanya masa laluku," tukas Beth lagi mengulangi kalimatnya dengan sedikit revisi.
"Iya masalalu, tapi CLBK kan bisa datang kapan saja! Makanya aku perlu memastikan agar kau tak usah lagi bertemu apalagi berdekatan dengan Rrrrr itu!" Ujar Fairel yang langsung membuat Beth berpikir sebentar.
Gadis itu akhirnya menyadari sebuah hal....
"Jadi, itu juga alasanmu tidak mau bicara atau menyapa Rossie selama ini? Kau takut CLBK?" Cibir Beth kemudian pada Fairel.
"Mama ada!"
"Aku menjaga jarak dan tak lagi menyapa Rrrrr yang itu karena aku sedang menjaga perasaanmu!"
"Kau kan cemburuan!" Jelas Fairel yang mendadak langsung membuat Beth tergelak.
"Aku? Cemburuan?"
"Bukannya yang selalu cemburuan itu kau?" Beth balik mencibir pada Fairel.
"Bilang saja iya dan tak usah membantah!"
"Kenapa kau selalu saja mengajakku berdebat dan memancing-mancing emosiku?" Omel Fairel lagi.
"Kau saja yang pemarah!" Decak Beth seraya bersedekap.
Beth dan Fairel kemudian tak bicara lagi, saat tiba-tiba ponsel Beth berdering. Ada nama kontak Mama di layar ponsel Beth.
Gawat!
"Siapa yang menelepon? Kenapa tak kau angkat?" Cecar Fairel seraya menyambar ponselnya gadis itu.
"Iel!" Geram Beth pada Fairel yang sudah langsung membaca nama yang tertera di layar ponsel. Fairel kemudian langsung mengembalikan ponsel Beth lagi.
"Angkat!" Titah Fairel pada Beth yang kini sudah merengut. Namun demikian, Beth tetap mengangkat telepon dari Mama Tere dan berbicara sebentar di telepon.
Sementara mobil Fairel sudah kembali melaju ke arah rumah kedua orang tua Beth.
.
.
.
__ADS_1
Terima kasih yang sudah mampir.