Beth Ter-Sweet

Beth Ter-Sweet
HUBUNGAN APA?


__ADS_3

Beth masih berbicara dengan salah satu customer via telepon, saat pintu toko dibuka dari luar dan Fairel masuk ke dalam toko. Pria itu juga langsung mengarahkan tatapannya je arah Beth yang masoh fokus bicara di telepon.


"Baiklah! Nanti aku hubungi lagi kalau semuanya sudah beres," pungkas Beth akhirnya sebelum ia mengakhiri pembicaraannya di telepon. Beth baru saja akan menyimpan kembali ponselnya, saat Fairel yang sejak tadi sidah berdiri di hadapannya, malah sydah merebut ponsel Beth dengan cepat.


"Iel!" Geram Beth saat Fairel terlihat menimang-nimang ponsel lama Beth tersebut.


Ya, Beth memang masih memakai ponsel lamanya. Sedangkan ponsel baru yang semalam Fairel belikan hanya Beth simpan di almari dan rencananya baru akan Beth pakai saat ponsel lamanya ini benar-benar sudah tewas dan tak bisa lagi diselamatkan.


"Apa perlu aku banting agar kau membuanh ponsel butut ini?" Tanya Fairel yang langsung membuat Beth bergegas merenut ponselnya dari tangan Fairel. Namun gagal!


"Iel!!"


"Ponsel barumu yang semalam dimana?" Tanya Fairel kemudian yang masih belum mengembalikan ponsel Beth.


"Ada di rumah!" Jawab Beth yang kini merengut.


"Lalu kenapa tak dipakai? Mau dipakai sebagai pajangan saja?" Cecar Fairel kemudian yang semakin membuat Beth merengut.


"Nanti aku pakai kalau yang itu sudah rusak!" Ujar Beth beralasan.


"Oh!" Fairel hanya membulatkan bibirnya, lalu pria itu menyodorkan ponsel Beth pada sang empunya. Namun saat Beth hendak menerimanya, di luar dugaan Fairel malah membanting ponsel Beth ke lantai hingga akhirnya ponsel pecah menjadi tiga bagian.


Beth benar-benar ternganga dibuatnya dan gadis itu langsung kehilangan kata-kata menyaksikan perbuatan brutal Fairel.


"Impas, kan!" Fairel menatap Beth tanpa dosa.


"Semalam kau membanting ponselku sampai mati, dan sekarang aku juga membanting ponselmu sampai mati," tukas Fairel lagi yang langsung membuat Beth menggeram kesal.


"Tapi tadi malam aku kan tak sengaja!" Beth bergegas memungut ponselnya yang sudah pecah.


"Kau itu kenapa sebenarnya!" Geram Beth lagi seraya menghentakkan satu kakinya, lalu mendelik pada Fairel.


"Hanya balas dendam," jawab Fairel masih dengan raut tanpa dosa."


"Silahkan dipakai ponsel barunya setelah ini, Beth Bethany!" Ucap Fairel lagi.


"Tapi awas jika password-nya memakai nama pria buaya berinisial R itu lagi!" Ujar Fairel lagi seraya menuding pada Beth.


"Suka-suka akulah mau pakai password apa!" Jawab Beth ketus.


"Jangan coba-coba!" Fairel kembali memperingatkan Beth dengan tegas.


"Apa memangnya hakmu mengatur-ngatur aku? Kau bahkan bukan siapa-siapa!" Sergah Beth berani.


"Kau!!" Fairel benar-benar geram pada Beth sekarang.


"Apa?" Beth sudah mendelik berani pada Fairel seolah sedang menantang pria itu.


"Bang Iel! Sedang beli kue?" Sapa Keano tiba-tiba yang entah sejak kapan sudah berada di dalam toko kue Beth.


Dan rupanya sepupu Fairel itu juga tak datang sendiri, melainkan bersama Rossie yang sudah resmi menjadi calon istri Keano.


Ya, kabarnya pernikahan Keano dan Rossie akan digelar sekitar satu bulan lagi.


"Tidak! Hanya sedang gabut!" Jawab Fairel ketus tanpa sedikitpun menatap pada Keano apalagi Rossie.


"Aku mau kembali ke kantor! Jam makan siang sudah selesai!" Ucap Fairel kemudian tetap dengan nada ketus. Pria itu lalu keluar dari Sweety Cake dan tak berbasa-basi lagi pada Keano maupun Rossie.


Sepertinya Fairel masih cemburu dengan hubungan Keano dan Rossie!


"Calon pengantin," seloroh Beth sedikit mencairkan suasana.


Rossie dan Keano langsung sama-sama tertawa kecil.


"Jadi, kapan disahkan?" Tanya Beth lagi yang langsung membuat Rossie dan Keano saling bertukar pandang sejenak, sebelum keduanya kompak menjawab,


"Tunggu saja undangannya!"


"Iya, iya!" Sahut Beth yang langsung terkekeh.


"Jadi, tadi kesini untuk?" Tanya Beth kemudian yang langsung membuat Keano mengeluarkan secarik kertas dan memberikannya pada Beth.


"Pesanan dari Mami," ujar Keano.


"Oh! Padahal bisa pesan via telepon," gumam Beth sembari tertawa kecil.

__ADS_1


"Kata mami, nomor kamu mendadak hilang dari kontak ponselnya," cerita Keano kemudian.


"Kan bisa tanya ke calon menantunya." Beth mengendikkan dagunya ke arah Rossie.


"Nanti nggak bisa sekalian beli kue kalau pesan via telepon," seloroh Rossie yang langsung membuat Beth tertawa kecil.


"Jadi, Abang Kean mau kue yang mana?" Tanya Rossie kemudian pada Keano sebelum pasangan calon pengantin tersebut memilih-milih kue yang ada di showcase.


Sementara Beth malah kepikiran soal sikap ketus Fairel tadi saat bertemu Keano dan Rossie. Apa Fairel belum benar-benar move on dari Rossie?


****


"Nomor yang anda hubungi sedang tidak aktif. Silahkan--"


"Ck!" Fairel langsung berdecak kesal setelah mendapati nomor Beth yang masih juga belum aktif, padahal ini sudah hampir sore.


Iya, iya! Fairel tadi memang membanting ponsel Beth sampai hancur. Tapi seharusnya Beth kan langsung pulang mengambil ponsel barunya, lalu mengaktifkan nomornya kembali!


Kenapa gadis itu bisa santai sekali hidup tanpa ponsel? Bagaimana kalau ada customer yang menelepon dan ada urusan penting? Bagaimana kalau ada orang penting yang hendak menelepdan menyampaikan informasi penting? Beth menang lotere jalan-jalan ke sebuah pulau misalnya!


Sikap Beth benar-benar tak bisa dibenarkan! Fairel harus ke toko dan mengomeli gadis tak peka itu!


Fairel segera bangkit dari duduknya dan baru saja membuka pintu, saat ternyata Dad Liam sudah berdiri di depan ruangannya bersama dengan Ryan.


"Dad--"


"Ayo masuk! Dad mau bicara hal penting!" Ujar Dad Liam yang menyuruh Fairel untuk masuk lagi ke ruangannya, lalu pria paruh baya itu juga ikut masuk bersama Ryan juga. Dari raut wajah Dad Liam, sepertinya memang ada hak penting yang hendak dibahas.


Sudahlah!


Nanti sore sekalian saja Fairel ke toko Beth untuk mengomeli gadis itu!


****


"Selamat datang--" Beth sedikit terkejut saat melihat customer yang datang sore ini.


"Sore, Beth!" Sapa Tante Sita seraya tersenyum hangat. Sangat berbeda dengan wanita yang datang bersamanya, yang cenderung menatap sengit ke arah Beth.


Siapa lagi kalau bukan menantu kesayangan Tante Sita!


Entah apa masalah apa sebenarnya wanita itu pada Beth. Apa ia masih cemburu dan mengira Beth adalah selingkuhan Abang Angga?


Konyol sekali!


"Selamat sore, Tante!" Beth akhirnya membalas sapaan Tante Sita seraya tersenyum hangat. Tak luoa Beth juga melemparkan senyuman hangat pada Reina meskipun hanya diabaikan.


Hhhhh!


Sama menyebalkannya dengan Fairel!


"Ponsel kamu tidak aktif, Beth?" Tanya Tante Sita kemudian yang langsung membuyarkan lamunan Beth mengenai Fairel.


Astaga! Kenapa juga Beth harus memikirkan pria menyebalkan itu!


"Hah?" Beth kemudian membuka laci dan baru ingat tentang ponselnya yang tadi dibanting Fairel.


Ah, iya!


Beth memang belum ada waktu mengambil ponsel barunya ke rumah.


"Iya, Tante! Kehabisan baterei," jawab Beth beralasan.


"Kan bisa di-charger!" Sahut Reina dengan nada ketus seraya wanita itu menatap sengit pada Beth yang tetap berusaha tersenyum ramah meskipun sebenarnya Beth juga ingin mengumpat.


"Tapi baguslah! Setidaknya Tante bisa kesini karena sudah cukup lama juga tante tidak datang kesini," ujar Tante Sita lagi.


"Sudah lama sekali, Tante!" Beth turut menimpali.


"Jadi, Tante mau--" Kalimat Beth terpotong oleh suara deringvdari ponsel Tante Sita.


"Mama angkat telepon dulu, Rei! Kamu pilih-pilih kuenya saja dulu!" Ujar Tante Sita pada Reina yang hanya mengangguk. Tante Sita lalu pergi ke sudut toko untuk mengangkat telepon yang sepertinya penting.


"Mau kue yang mana, Kak Reina?" Tanya Beth kemudian berusaha mencairkan kecanggungan diantara dirinya dan Reina.


"Apa maksudmu memanggil aku Kak?" Desis Reina sembari mendelik pada Beth yang buru-buru mengangkat tangan.

__ADS_1


"Maaf, aku tak bermaksud, hanya saja--"


"Sudah sejauh mana hubunganmu bersama Bang Iel, hah?" Reina sudah langsung memotong penjelasan Beth yang belum selesai.


"Hubungan apa?" Beth balik bertanya bingung.


"Tidak usah sok polos dan tahu diri saja!"


"Memangnya kau pikir, kau itu pantas untuk Abang Iel?" Cemooh Reina kemudian yang langsung membuat Beth hendak membela diri. Namun Tante Sita sudah terlanjur kembali dan Beth memilih untuk tak jadi menanggapi cemoohan Reina barusan.


Sepertinya adik Fairel ini gemar sekali berprasangka pada semua hal tanpa mencari tahu terlebih dahulu. Dulu dua menuduh Beth sebagai selingkuhan Angga, lalu sekarang dia mengira Beth sudah menjalin hubungan dengan Fairel.


Hahahaha!


Yang benar saja! Kapan memangnya Beth dan Fairel menjalin hubungan selain hubungan antara penjual dan pembeli?


"Bagaimana, Rei? Kau mau kue yang mana?" Tanya Tante Sita memecah kebisuan sekaligus membuyarkan lamunan Beth.


"Terserah Mama saja!" Jawab Reina yang sepertinya tak sedikitpun tertarik pada kue-kue di dalam showcase.


"Rollcake saja bagaimana?" Tanya Tante Sita kemudian meminta pendapat Reina.


"Rollcake?" Reina langsung menatap ke dalam showcase, dimana rollcake buatan Beth tersusun rapi dan variannya juga masih lengkap.


"Iya! Kau mau rasa apa?" Tanya Tante Sita lagi memberikan pilihan pada sang menantu.


"Tumben variannya lengkap, Beth!" Tukas Tante Sita lagi.


"Agar pembeli senang, Tante! Karena kemarin banyak yang menanyakan juga," jelas Beth beralasan. Padahal satu-satunya orang yang akan mengomel kalau varian rollcake di etalase tak lengkap hanyalah Fairel!


"Bagaimana, Rei? Kok malah bengong?" Tanya Tante Sita lagi pada Reina yang masih belum menentukan pilihannya.


"Apa saja, Ma!"


"Reina suka semua rasa, kok!" Tukas Reina kemudian.


"Bagaimana kalau paket lengkap saja, Tante? Kebetulan sekarang sudah ada di pilihan menu," ujar Beth memberikan tawaran sekaligus pilihan.


"Harganya juga lebih murah ketimbang beli satu persatu," imbuh Beth lagi.


"Boleh itu, Beth!"


"Tante ambil dua paket rollcake lengkap, ya!" Ujar Tante Sita kemudian seraya mengeluarkan dompet dari dalam tas.


"Sekalian roti tawar tanpa kulitnya Tante ambil dua dan dessert box yang tiramisu tante mau lima box," imbuh Tante Sita lagi dan Beth segera menyiapkan semua pesanan Tante Sita, lalu mengemasnya dengan cekatan.


"Mau tambah apalagi, Rei?" Tanya Tante Sita sekali lagi pada sang menantu yang hanya menggeleng.


Tante Sita akhirnya langsung membayar semua pesanannya.


"Kembalian--"


"Untuk kamu saja, Beth!" Tukas Tante Sita cepat, yang langsung membuat Beth tertawa kecil.


"Terima kasih, Tante Sita!" Ucap Beth kemudian dengan nada tulus, sebelum Tante Sita dan Reina meninggalkan Sweety Cake.


"Memangnya kau pikir, kau itu pantas untuk Abang Iel?"


Kalimat Reina mendadak kembali bercokol di kepala Beth.


"Siapa juga yang menjalin hubungan bersama Iel!" Gerutu Beth kemudian seraya berdecak berulang-ulang.


Beth baru saja menarik nafas, saat seseorang masuk ke dalam toko dan langsung melemparkan tatapan tajam ke arah Beth.


Astaga! Kenapa manusia itu mendadak sudah ada disini?


"Kenapa nomormu tidak aktif, Beth? Kau memblokir nomorku lagi?"


.


.


.


Terima kasih yang sudah mampir.

__ADS_1


__ADS_2