Beth Ter-Sweet

Beth Ter-Sweet
SUDAH KENAL


__ADS_3

Triiiing!


"Beth! Aku datang!" Seru Fairel bersamaan dengan suara lonceng di atas pintu. Beth yang masih melayani seorang pembeli hanya geleng-geleng kepala dan berusaha untuk tetap fokus.


"Terima kasih dan silahkan datang kembali!" Ucap Beth kemudian seraya memberikan kembalian beserta struk pada pembeli.


"Hai!" Fairel langsung menghampiri Beth dan mencium sekilas bibir calon istrinya tersebut, begitu pembeli tadi keluar dari toko.


"Manis!" Gumam Fairel yang kembali memonyongkan bibirnya dan hendak melancarkan ciuman kedua. Namun tentu saja tangan Beth langsung sigap mencegah.


"Satu saja!" Ucap Beth galak.


"Ck! Candu!" Rengek Fairel yang kini sudah ganti mendekap tubuh Beth.


"Kok jam segini sudah pulang?" Tanya Beth kemudian.


"Kan ada acara," jawab Fairel cepat.


"Acara apa?" Beth langsung menatap serius pada Fairel.


"Bertemu Aunty Audrey, Beth!" Ujar Fairel sembari menangkup gemas kedua pipi Beth.


"Membahas pernikahan kita," lanjut Fairel lagi yang masih tetap menangkup wajah Beth.


"Kita akan menikah!"


"Menikah!" Fairel sudah memonyongkan bibirnya lagi.


"Iel!" Beth buru-buru menjauh dan menghindari ciuman Fairel lagi.


"Ck! Kenapa jual mahal, Beth? Kan kita akan menikah tak lama lagi!" Protes Fairel yang gagal mendapatkan ciuman dari Beth.


"Akan! Berarti masih belum pasti. Jadi--"


"Apanya yang belum pasti? Tentu saja sudah pasti! Kita pasti menikah! Titik!" Sergah Fairel berapi-api.


"Iya, iya!" Gumam Beth akhirnya seraya memutar bola mata. Beth kemudian segera menyingkirkan tangan Fairel dari wajahnya.


"Mau kemana?" Fairel sudah ganti merengkuh kedua pundak Beth dan menahan langkah gadis itu.


"Ke dapur."


"Kau disini saja jadi kasir!" Titah Beth pada Fairel yang hendak mengekorinya.


"Tidak mau!" Tolak Fairel cepat.


"Shanty kemana?" Tanya Fairel selanjutnya karena sejak tadi tak melihat Shanty.


"Dia tak masuk hari ini," jawab Beth sebelum kemudian gadis itu menghilang ke dalam dapur.


"Tutup saja tokonya kalau begitu! Lalu kita pulang ke rumah Mok," ujar Fairel mencetuskan sebuah ide. Fairel sendiri sudah mengekori Beth ke dapur sekarang.


"Tidak bisa! Aku masih menunggu customer yang akan mengambil cake pesanan," tukas Beth menolak ide dari Fairel. Lagipula, bukankah pertemuannya masih nanti menjelang sore? Lalu kenapa harus sekarang ke rumah Mom Yumi? Mama dan papa paling juga belum datang.


"Apa itu!" Seru Fairel tiba-tiba yang hampir membuat Beth terlonjak kaget.


"Apa?" Beth menatap bingung pada Fairel lebay.

__ADS_1


"Rollcake manis, semanis dirimu," ujar Fairel yang langsung membhat Beth menghela nafas dan mendadak ingin melemparkan loyang kue ke kepala Fairel.


Hanya rollcake dan tadi dia berteriak lebay sekali seolah baru melihat sesuatu yang heboh. Dasar!


"Aku boleh minta--"


"Ambil yang di depan, Iel!" Tegur Beth seraya menqmlik tangan Fairel yang hendak mentowel rollcake yang sudah siap kemas.


"Sakit! Kenapa memukulku?" Cebik Fairel sembari mengueap lebay punggung tangannya yang tadi dipukul oleh Beth. Tidak keras padahal, tapi ekspresi Fairel lebay sekali.


"Aku memukul tidak keras!" Tukas Beth cepat.


"Tapi tetap sakit!" Fairel mulai merengek seperti bayi dan pria itu sudah menyodorkan tangannya pada Beth minta diobati.


Lebay sekali!


"Baiklah, aku minta maaf, Calon suami!" Ucap Beth akhirnya sembari mengusap-usap punggung tangan Fairel yang sebenarnya juga tak kenapa-kenapa.


Fairel saja yang lebay tingkat kabupaten!


"Aku boleh minta rollcake sekarang?" Rengek Fairel selanjutnya.


"Ambil sendiri di depan--"


"Tidak mau!" Sergah Fairel galak dan cepat.


"Ambilkan!" Perintah Fairel kemudian dengan nada manja.


"Hhhh!" Beth langsung memutar bola matanya dan memilih untuk bergerak saja, sebelum ada drama lanjutan yang lebih lebay. Beth juga masih harus mdngemas rollcake tadi yang rencananya nanti akan Beth bawa ke rumah Mom Yumi sebagai oleh-oleh.


"Semua rasa, Beth!" Fairel memberikan aba-aba saat Beth masih mengambilkan rollcake untuk pria itu. Disaat bersamaan, ponsel Beth mendadak berdering.


"Halo, Ma!" Sambut Bety cepat.


"Masih di toko?"


"Iya, masih! Mama dimana?" Beth balij bertanya pada Mama Tere.


"Sudah mau berangkat ke rumah Fairel. Nanti kami jemput--"


"Beth pergi bersama Iel, Ma! Ini Iel sudah di toko," sergah Beth cepat sembari menatap pada Fairel yang begitu lahap memakan rollcake Beth.


"Oh, sudah dijemput. Cepat berangkat!"


"Sekarang? Bukannya nanti sore?" Beth memastikan sekali lagi.


"Kata Bu Yumi dipercepat."


"Oh! Baiklah kalau begitu, Ma! Beth berangkat juga setelah ini." Tukas Beth bersamaan dengan customer yang sejak tadi ia tunggu yang akhirnya datang juga.


Huh! Pas sekali!


Telepon dari mama Tere sudah terputus, dan Beth lanjut mdlayani customer yang baru datang tadi sekalian menunggu Fairel selesai makan rollcake.


Pria itu memang tak boleh diganggu saat sedang makan rollcake atau nanti dia akan mencak-mencak tak jelas.


****

__ADS_1


Mama Tere, Papa Will, Mom Yumi serta Dad Liam sudah mengobrol santai, saat Beth dan Fairel tiba di kediaman Halley. Beth dan Fairel langsung menyapa kedua pasangan paruh baya tersebut lalu ikut duduk dan mengobrol.


Tak berselang lama, yang mereka tunggu-tunggu akhirnya datang juga.


"Selamat siang semua!" Sapa Aunty Audrey yang langsung membuat semuanya menoleh. Termasuk Mom Yumi yang langsung berdiri dan menyambut pemilik dari WO yang selalu menjadi langganan semua anggota keluarga Halley saat menikah.


"Audrey?" Gumam Mama Tere sedikit mengernyit ragu.


"Teresa!" Aunty Audrey langsung tertawa kecil dan menghampiri Mama Tere serta memeluknya.


"Lama tak bertemu!" Ucap Aunty Audrey lagi yang sepertinya sudah kenal dengan Mama Tere.


"Kalian sudah saling kenal?" Tanya Dad Liam kemudian merasa penasaran.


"Ya!" Jawab Mama Tere dan Aunty Audrey serempak.


"Hai, Will!" Aunty Audrey lalu menyapa Papa Will yang hanya mengangguk dan tampak canggung.


"Jadi, calon istri Fairel adalah...." Aunty Audrey lanjut menatap bergantian ke arah Mama Tere dan Pap Will.


"Putri bungsu kami," jawab Mama Tere dan Papa Will serempak.


"Oh! Yang mana?" Tanya Aunty Audrey selanjutnya seraya mencari-cari keberadaan Beth yang mendadak hilang.


"Beth! Kau kemana?" Panggil Fairel pada Beth yang akhirnya menampakkan diri. Aunty Audrey tampatampak j langsung terkejut saat tahu kalau ternyata....


"Beth putri kalian?" Tanya Aunty Audrey kemudian seraya menatap ke arah Mama Tere dan Papa Will yang kompak mengangguk.


"Siang, Aunty Audrey! Lama tak bertemu!" Sapa Beth sembari bercipika-cipiki dengan Aunty Audrey, seolah menandakan kalau keduanya lumayan akrab.


"Astaga!" Aunty Audrey langsung geleng-geleng kepala seolah tak percaya dengan semua surprize ini.


"Tapi perasaan dulu kalian punya seorang putra," ujar Aunty Audrey lagi yang tampak mengingat-ingat.


"Maksud Aunty Abang Timmy?" Tukas Beth cepat yang langsung membuat Aunty Audrey mengangguk.


"Iya, itu! Dia sehat, kan?" Tanya Aunty Audrey pada Beth.


"Dia sehat, Audrey! Dan baru minggu lalu dia menikah," ujar Mama Tere menjawab pertanyaan Aunty Audrey yang tampak bernafas lega.


"Sepertinya kalian sudah lama mengenal, ya?" Celetuk Dad Liam lagi sok tahu, yang hanya membuat Aunty Audrey dan Mama Tere mengulas senyum. Berbeda dengan Papa Will yang masih saja salah tingkah dan berulang kali membenarkan kacamatanya.


"Jadi, kau pemilik WO yang akan menangani pernikahan Fairel dan Beth, Audrey?" Tanya Mama Tere selanjutnya memecah kebisuan.


"Iya!" Jawab Aunty Audrey seraya tersenyum.


Disaat bersamaan, tiba-tiba terdengar suara dari seseorang yang baru datang.


"Sayang! Ponselmu tertinggal di mobil!" Uncle Kyle yang merupakan suami Aunty Audrey seketika langsung mematung saat melihat orang-orang yang kinj berada di kediaman Halley.


Ada apa lagi sekarang?


Para tetua sedang reuni dadakan?


.


.

__ADS_1


.


Terima kasih yang sudah mampir.


__ADS_2