Beth Ter-Sweet

Beth Ter-Sweet
BERTEMU LAGI?


__ADS_3

"Ini rumah kamu?" Tanya Reandra setelah mobil pria itu sampai di depan rumah Beth.


Atau lebih tepatnya rumah kedua orang tua Beth!


"Ya! Tak sebesar rumah mewahmu," jawab Beth yang masih saja tersipu pada Reandra.


"Yang penting nyaman. Bukan begitu?" Ujar Reandra diplomatis yang langsung diiyakan oleh Beth. Gadis itu lalu membuka sabuk pengamannya dan hebdak turun.


"Eh, bagaimana membuka pintunya?" Tanya Beth sedikit bingung. Mungkin karena Beth juga baru pertama kali naik mobil sport mewah seperti ini.


Biasanya juga Beth hanya naik mobil taksi online atau mobil papa Will yang merupakan mobil tua, karena belinya juga sudah sejak Beth masih SMP.


"Tarik saja tuasnya," Reandra segera membantu Beth untuk membuka pintu mobil.


Ya ampun ya ampun!


Saat Reandra mencondongkan tubuhnya ke arah Beth, aroma maskulin dari pria itu langsung menguar ke indera penciuman Beth.


Membuat Beth merasa semakin jatuh cinta saja!


"Terbuka!" Sorak Beth lebay saat akhirnya pintu mobil berhasil terbuka. Sementara Reandra hanya tertawa kecil melihat tingkah Beth yang mungkin baginya sedikit absurd tersebut.


"Terima kasih sekali lagi karena sudah mengantarku, Rean!" Ucap Beth sekali lagi sebelum gadis itu turun.


"Sama-sama!" Jawab Reandra yang kembali mengulas senyum.


Duh!


Senyuman Reandra benar-benar membuag Beth mabuk mepayang dan ingin memandanginya sepanjang hari. Atau sepanjang malam!


"Aku masuk dulu, ya!" Pamit Beth lagi yang masih terus berbasa-basi.


Ya ya ya!


Bersama cowok setampan Reandra ya maunya basa-basi terus!


"Ya!" Jawab Reandra lagi hanya singkat.


"Nanti kamu pulangnya hati-hati, ya! Tidak usah ngebut!" Pesan Beth lagi.


"Iya!" Jawab Reandra lagi.

__ADS_1


"Aku masuk dulu!" Ujar Beth sekali lagi dan Reandra tak lagi menanggapi.


"Bye!" Pamit Beth sekali lagi kali ini sembari melambaikan tangan pada Reandra.


"Bye, Beth!" Balas Reandra.


Reandra lalu menyalakan mesin mobilnya, saat tiba-tiba Beth sudah kembali menghampirinya lagi.


"Ada yang ketinggalan?" Tanya Reandra sembari mengedarkan pandangannya ke dalam mobil, khawatir kalau memang ada barang Beth yang mungkin saja tertinggal.


"Mmmm, aku boleh minta nomor ponselmu yang baru?" Tanya Beth seraya meringis.


"Nomor kamu yang aku simpan kan yang lama dan sudah mati kata kamu tadi," lanjut Beth lagi beralasan.


"Ya!" Reandra akhirnya mengangguk dan Beth langsung serta merta menyodorkan ponselnya pada Reandra.


Reandra menipiskan bibirnya dan segera mengetikkan deretan nomor ke ponsel Beth.


"Sudah!" Lapor Reandra seraya mengembalikan ponsel Beth.


"Terima kasih!"


"Yang belakangnya 001, itu nomorku," ujar Beth sekali lagi begitu antusias.


"Ya!" Jawab Reandra singkat seraya mengangguk samar.


"Aku langsung pulang. Bye!" Pamit Reandra akhirnya sembari mengemudikan mobilnya dan meninggalkan rumah Beth.


"Bye, Reandra! Sampai jumpa lagi!" Balas Beth seraya melambai girang pada mobil Reandra yang sudah melaju pergi.


"Ya ampun! Mimpi apa semalam, sampai bisa pulang diantar Reandra!" Gumam Beth yang masih setengah percaya. Gadis itu lalu berjalan riang dan masuk ke rumah masih dengan senyum yang merekah.


****


"Ck! Pesta pernikahan!" Decak Fairel sedikit kesal saat ia masuk ke sebuah gedung untuk menghadiri resepsi pernikahan putra dari rekan bisnis Dad Liam.


Sebenarnya Fairel paling malas menghadiri acara pernikahan seperti ini, namun perintah Dad Liam selalu saja tak boleh dibantah atau Fairel akan kena omel panjang kali lebar. Fairel memang menggantikan Dad Liam malam ini karena Dad kandung Fairel itu mendadak sakit pinggang dan lutut dan tidak bisa pergi.


Fairel sedikit curiga, kenapa Dad Liam bisa sakit lutut dan pinggang. Apa Dad Liam itu tak ingat usia saat melakukannya bersama Mom Yumi?


"Semua sudah beres, Nyonya! Saya langsung pamit."

__ADS_1


Lamunan Fairel langsung buyar, saat pria itu mendengar suara seorang gadis yang tak asing.


Sebentar....


"Brengsek! Kenapa dia selalu ada dimana-mana?" Geram Fairel yang buru-buru memalingkan wajahnya serta membelokkan langkahnya karena melihat Beth yang entah mengapa selalu berada di tempat yang sama dengan tempat Fairel berada.


Apa gadis itu nembuntuti Fairel?


Fairel mempercepat langkahnya dan sesikit membaur dengan tamu undangan, agar dirinya tak perlu berpapasan dengan Beth menyebalkan. Fairel tudak mau sial malam ini gara-gara disapa oleh Beth Beth itu!


"Fairel langsung berbelok ke stand minuman karena kebetulan ia juga sedang haus. Fairel mengambil satu gelas minuman dan segera meneguknya, sebelum kemudian ia mengedarkan pandangannya ke setiap sudut ruangan.


Sekali lagi, tatapan Fairel harus tertuju pada Beth yang ternyata masih belum pergi dan sekarang malah terlihat mengobrol akrab bersama seorang wanita.


Entahlah! Fairel tidak mau tahu dan pria itu berusaha untuk mengedarkan pandangannya ke sisi lain. Kemana saja pokoknya asal bukan ke arah Beth menyebalkan!


"Reandra!"


Fairel baru meneguk lagi minumannya, namun pria itu sudah nyaris tersedak gara-gara mendengar Beth yang mendadak memanggil namanya.


Eh, tapi benarkah Beth sedang memanggil Fairel?


Reandra kan nama tengah Fairel dan jarang ada yang tahu karena sejak sekolah Fairel memang kerap menyingkat nama tengahnya tersebut. Lalu bagaimana Beth bisa tahu?


"Hai! Kau datang juga?" Sapaan Beth yang mendadak sudah berdiri tak jauh dari Fairel, langsung membuat Fairel tersadar dari lamunannya.


Fairel hanpir menjawab dan mengomeli Beth, sebelum akhirnya Fairel menyadari kalau Beth tadi tidaklah menyapa atau memanggil namanya. Berh ternyata memanggil seorang pria tinggi gagah berpenampilan maskulin yang sedikit tak asing bagi Fairel.


Fairel pernah melihat pria itu di satu acara perusahaan yang kebetulan Fairel hadiri.


Dan Beth tadi memanggilnya Reandra!


Jadi, apa itu artinya nama pria itu adalah Reandra?


.


.


.


Terima kasih yang sudah mampir.

__ADS_1


__ADS_2