
"Selesai!" Ucap Beth setelah gadis itu selesai mendekor cake pesanan Pak Fairel ketus.
"Cantik!" Puji Beth kemudian.
"Aku foto dulu untuk portofolio," gumam Beth seraya meraih ponselnya di atas meja. Beth baru membuka ponselnya, saat ternyata sudah ada pesan masuk dari Yvone satu jam yang lalu.
[Beth, jangan pergi bersama Reandra malam ini dan jangan menyimpan perasaan apapun pada Reandra!] -Yvone-
"Ck!" Beth langsung berdecak kesal setelah membaca pesan Yvone. Gadis itu lalu segera menghapus pesan Yvone tanpa membalasnya.
Beth kemudian ganti mencari kontak Reandra dan berusaha menelepon pria itu untuk memastikan apa malam ini Reandra jadi mengajak Beth pergi.
Ah, tapi pasti jadi! Beth yakin sekali!
Telepon tak kunjung diangkat oleh Reandra. Apa pria itu masih sibuk?
Baiklah! Nanti saja Beth telepon Reandra lagi.
Beth ganti melihat ke jam yang sudah menunjukkan pukul empat lebih tiga puluh menit. Sebentar lagi kue Pak Fairel akan di ambil. Sebaiknya Beth memasukkannya ke showcase dulu agar lebih set.
Beth baru keluar dari dapur toko, saat ternyata Fairel sudah datang dan sedang bicara pada Shanty.
"Itu Kak Beth, Pak!" Ucap Shanty cepat yang langsung membuat Beth berdecak.
"Sudah jadi kan?" Tanya Fairel saat melihat kue yang dibawa oleh Beth. Kedua mata pria itu terlihat berbinar senang.
"Cantik sekali kuenya!"
"Ugh! Rossie akan langsung menyukainya!" Gumam Fairel kemudian yang tak terlalu digubris oleh Beth.
Beth langsung memasukkan kue pesanan Fairel ke dalam showcase dan sedikit mengabaikan keberadaan Fairel.
"Loh! Kenapa malah kamu masukkan ke dalam showcase, Beth? Aku sudah membayarnya lunas!" Protes Fairel merasa tak terima.
"Buttercream-nya belum terlalu set karena baru selesai aku hias. Jika langsung kamu bawa pulang dan terkena hawa panas, nanti bakal rusak hiasan mawarnya!" Ujar Beth beralasan.
"Lagipula, aku menyuruhmu untuk mengambil kuenya jam lima dan sekarang masih jam setengah lima. Jadi setengah jam lagi kau baru bisa mengambil kuemu," sambung Beth lagi yang langsung membuat Fairel berdecak.
"Mobilku ada AC-nya dan kuenya tak akan kepanasan!"
"Aku juga akan langsung menyimpannya di kulkas di rumah Mom nanti setelah sampai di rumah!"
"Cepat bungkus kueku!" Perintah Fairel galak yang sekali lagi hanya membuat Beth berdecak. Sekarang gadis itu malah sibuk menata kue-kue di showcase satunya.
"Beth! Kau mendengarku, tidak?" Fairel menggebrak bagian atas showcase karena emosi.
"Iya aku dengar!" Beth mendelik pada Fairel sebelum kemudian ponsel gadis itu terdengar berdering.
"Aku angkat telepon dulu, lalu aku akan membungkus kuemu nanti."
"Kau bisa duduk sembari menunggu," tukas Beth seraya mengendikkan dagunya ke deretan bangku yang terdapat di dalam toko.
"Memangnya karyawanmu tak bisa membungkus kueku?" Seru Fairel yang masih enggan untuk menuruti perintah Beth untuk duduk. Pria itu lalu mengedarkan pandangannya ke seluruh toko untuk mencari karyawan Beth tadi.
Tapi sudah tidak ada!
Kemana perginya? Disembunyikan oleh Beth di dalam celana kodoknya?
__ADS_1
"Shanty sudah pulang," ujar Beth cepat sebelum gadis itu mulai bicara di telepon.
"Halo, Reandra! Maaf lama!" Sambut Beth yang langsung membuat Fairel mendengus. Fairel lalu mendaratkan bokongnya dengan kasar ke salah satu bangku yang berada di dalam toko, sembari menggumam kesal.
"Reandra! Itu kan namaku!" Gumam Fairel menggerutu sendiri.
"Iya, aku ingat!" Ujar Beth lagi sebelum kemudian gadis itu masuk ke dalam dapur toko dan meninggalkan Fairel seorang diri. Mungkin Beth takut kalau Fairel akan menguping pembicaraannya dengan Reandra.
Cih!
Siapa juga yang tertarik!
Fairel kembali memeriksa arlojinya yang masih menunjukkan pukul empat lebih empat puluh lima menit.
Kenapa jam limanya lama sekali?
Hhhh! Fairel akan memfosil di toko ini jika terlalu lama menunggu!
Fairel akhirnya bangkit dari kursi dan menghampirinya showcase berisi aneka kue. Pria itu juga sesekali melemparkan pandangannya ke arah pintu dimana Beth tadi menghilang. Entah mengapa gadis itu tak kunjung keluar dan lama sekali menelepon. Memangnya sedang membahas apa? RAPBN negara?
Ceklek!
Fairel nyaris terlonjak kaget saat pintu yang sejak tadi Fairel pandangi tiba-tiba dibuka dari dalam dan Beth keluar dengan wajah yang berseri.
"Aku akan membungkus kuemu, tapi nanti sampai di rumah langsung simpan di lemari pendingin, ya!" Ujar Beth yang sepertinya terlihat bahagia sekali.
Mencurigakan! Habis membahas apa memangnya bersama Reandra?
"Iel, kau mendengarku?" Tegur Beth karena Fairel yang malah terlihat melamun.
"Iya, aku dengar!" Jawab Fairel ketus.
"Sudah?" Tanya Fairel tak sabar.
"Lilin--" Beth belum selesai berucap saat Fairel sudah menyambar box kue tadi dan membawanya keluar.
Baiklah, terserah saja!
Beth hanya mengendikkan kedua bahunya dan memilih untuk tak memanggil Fairel lagi. Setelah Fairel pergi, Beth juga langsung membereskan toko dan menutupnya. Beth akan siap-siap pergi ke acara bersama Reandra.
****
"Baik-baik di dalam sampai tengah malam nanti! Kita akan memberikan kejutan luar biasa untuk Rossie!" Ucap Fairel setelah pria itu meletakkan kue untuk Rossie di salah satu rak kulkas yang ada di rumah Mom dan Dad.
"Aku mandi dulu dan mungkin akan tidur juga sebentar," tukas Fairel lagi sebelum kemudian pria itu menutup pintu kulkas. Fairel sudah tidak sabar untuk memberikan kejutan untuk Rossie nanti.
"Ah, iya! Aku kan mau sekalian melamar Rossie! Berarti aku harus beli cincin!" Gumam Fairel lagi sembari berpikir beberapa saat.
"Baiklah, aku akan mandi dulu sebelum pergi ke toko perhiasan!" Putus Fairel akhirnya seraya berlari ke kamarnya di lantai dua.
****
"Beth!" Panggil Abang Timmy saat Beth masih di kamar dan sibuk merias wajahnya.
"Iya, Bang!" Jawab Beth sambil bergegas membuka pintu kamar.
"Tumben pulang, Bang?" Tanya Beth yang langsung memindai penampilan Abang Timmy dari ujung rambut hingga ujung kaki.
__ADS_1
"Aku membawakanmu makanan."
"Tumben jam segini toko sudah tutup?" Abang Timmy gantian memindai Beth yang masih mengenakan bathrobe, namun wajah dan rambut Beth sudah rapi.
"Kau mau kemana?" Tanya Abang Timmy lagi penuh selidik.
"Ada acara," jawab Beth sembari mengulas senyum.
"Bersama Yvone lagi?" Tebak Abang Timmy yang langsung membuat Beth menggeleng.
"Tidak usah membahas Yvone! Dia menyebalkan!" Curhat Beth yang kini sudah duduk lagi di depan meja rias.
"Abang kenapa tak bercukur dan gondrong begitu?" Komentar Beth selanjutnya mengalihkan pembicaraan.
"Kenapa memang? Kan jadi lebih macho," jawab Timmy seraya mengacak rambut gondrongnya.
"Kata Kath aku juga lebih tampan dengan rambut gondrong," ujar Abang Timmy lagi yang langsung membuat Beth mengernyit.
"Kath siapa, Bang? Pacarnya Abang Timmy? Pantas saja jarang pulang," cecar Beth yang langsung membuat Timmy tergelak. Namun kemudian wajah abang Beth itu terlihat sendu.
"Kami hanya teman," tukas Timmy kemudian.
"Tapi sorot mata Abang mengatakan lain!" Beth menuding penuh selidik pada sang abang.
"Sok tahu!" Timmy hendak menoyor Beth, namun meleset. Adik Timmy itu sudah menghindar dengan cepat.
"Jadi, Mama dan Pala pulang kapan?" Tanya Timmy selanjutnya.
"Belum tahu!" Jawab Beth yang langsung mengendikkan bahu.
Disaat bersamaan, ponsel Timmy sudah berdering.
"Halo!" Sambut Timmy seraya keluar dari kamar Beth.
"Iya, aku baru mau berangkat!" Samar-samar Beth masih bisa mendengar Abang Timmy yang sepertinya sedang bicara pada rekan kerjanya di kelab malam.
"Beth!" Panggil Abang Timmy yang sudah berdiri di ambang pintu kamar Beth.
"Ya!" Jawab Beth yang masih memoleskan maskara ke matanya.
"Kau pergi bersama siapa dan nanti pulang jam berapa?" Cecar Abang Timmy.
"Bersama Reandra dan mungkin pulang jam sepuluh. Nanti Beth telepon kalau sudah sampai rumah!" Janji Beth pada sang abang.
"Reandra itu pacarmu?" Tanya Abang Timmy penuh selidik.
"I---ya!" Jawab Beth penuh percaya diri.
Ah, tapi bukankah ucapan adalah doa. Semoga dengan mengatakan iya, Reandra akan benar-benar menjadi pacar Beth malam ini.
"Baiklah, hati-hati dan nanti Abang akan meneleponmu jam sepuluh untuk memastikan," pungkas Abang Timmy, sebelum kemudian pria itu pamit pergi.
"Reandra pacar Beth? Ya! Kenapa tidak?" Beth bermonolog sendiri pada bayangannya di cermin. Hati gadis itu kini sedang berbunga-bunga.
.
.
__ADS_1
.
Terima kasih yang sudah mampir.