
"Beth! Timmy mana?" Tanya Tante Sita yang langsung menyambut Beth yang memang baru datang. Suara sudah cukup ramai dan teman-teman Rossie sepertinya juga sudah banyak yang datang.
"Abang Timmy titip salam karena tidak bisa datang, Tante! Sedang ada pekerjaan," jawab Beth sembari meringis.
Semoga bukan pekerjaan pacaran bersama gadis di kamarnya tadi!
"Oh, begitu! Padahal Tante sudah lumayan lama tidak bertemu Timmy. Dia juga jarang di rumah, ya," tukas Tante Sita kemudian yang sedikit kecewa.
"Iya, Tante. Abang Timmy kan lebih banyak di kost-an karena dekat dari tempat kerjanya," tutur Beth berusaha memberikan pengertian pada Tante Sita.
Disaat bersamaan, Fairel rupanya juga sudah datang dan langsung menyapa Tante Sita. Beth akhirnya buru-buru pergi karena ia sedang malas berbasa-basi pada Fairel menyebalkan!
Masa iya, Fairel menyebut Reandra adalah playboy yang suka gonta-ganti cewek! Pasti mata Fairel sudah rabun dan dia salah lihat!
Beth langsung membaur bersama tamu lain, dan meninggalkan Tante Sita yang sudah ganti berbasa-basi pada Fairel.
****
"Iel, datang sendiri?" Sapa Aunty Sita pada Fairel yang sudah menghampirinya.
"Iya, Aunty," jawab Fairel sembari celingukan mencari keberadaan Beth. Tadinya, Fairel berharap kalau Rossie yang akan langsung menyambutnya, namun ternyata malah Aunty Sita.
"Reina mana?" Tanya Mama Sita selanjutnya. Namun Fairel tak langsung menjawab dan pria itu masih celingukan mencari-cari keberadaan Rossie.
Hhhh!
Rossie dimana, lagi!
Kenapa Fairel tak bisa menemukannya?
"Iel, Reina mana?" Aunty Sita mengulangi pertanyaannya karena Fairel yang tak kunjung menjawab.
"Eh, iya! Aunty!"
"Reina sedang tidak enak badan," jawab Fairel akhirnya yang langsung membuat Aunty Sita tampak terkejut. Mungkin khawatir juga karena Reina kan calon menantu kesayangan Aunty Sita. Tapi setelah ini, Fairel juga akan menjadi calon menantu kesayangan Aunty Sita.
Setelah Fairel melamar Rossie tentu saja.
"Tapi Reina titip salam untuk Rossie, Aunty dan Uncle. Sekaligus permintaan maaf karena ia tidak bisa datang," ujar Fairel yang kali ini ganti membuat Aunty Sita mengangguk. Meskipun raut kekhawatiran masih nampak jelas di wajah wanita paruh baya tersebut.
"Nanti Aunty akan menelepon Reina dan memastikan kondisinya. Angga juga tidak pulang malam ini dan hanya menelepon Rossie tadi," ujar Aunty Sita kemudian yang langsung membuat Fairel melontarkan pertanyaan.
"Lalu Rossie dimana, Aunty? Iel mau memberikan kado spesial," tanya Fairel sembari tetap celingukan mencari keberadaan Rossie.
Ke kanan tidak ada, ke kiri juga tidak ada, lalu di dekat kolam.....
__ADS_1
"Rossie-" Aunty Sita belum menyelesaikan jawabannya, saat Fairel sudah buru-buru pamit karena pria itu sudah menemukan Rossie yang sedang berada di tepi kolam dan sedang berbincang dengan seseorang yang hanya kelihatan punggungnya.
Tapi Fairel sangat tahu kalau yang sedang bicara pada Rossie itu adalah seorang pria. Semoga bukan Keano!
Awas saja kalau Keano lagi!
"Rossie!" Panggil Fairel cepat yang langsung membuat Rossie menoleh dan sedikit mencari keberadaan sang pemilik suara.
"Rossie, hai!"
"Aku disini!" Fairel melambaikan tangan ke arah Rossie sembari mempercepat langkahnya yang kini menyusuri tepi kolam renang. Pria yang tadi bicara pada Rossie ikut menoleh, dan benar saja! Itu adalah Keano.
Sial!
"Kau!" Fairel menuding pada Keano yang menatap tak mengerti pada Fairel seolah ingin mengatakan sesuatu. Namun Fairel tak menghiraukannya, hingga saat Fairel hampir sampai ke tempat Rossie berada, pria itu malah ditabrak oleh seseorang dari samping. Fairel yang tak siap langsung terhuyung ke samping atau lebih tepatnya ke arah kolam renang, dan....
Byuuur!!!
"Bang Iel!" Seru Keano dan Rossie berbarengan.
Dua orang itu buru-buru menghampiri Fairel yang sudah basah kuyup di dalam kolam. Terang saja, saat ini Fairel malah menjadi tontonan semua tamu undangan yang hadir.
"Brengsek!!" Umpat Fairel sembari menyemburkan air kolam yang memenuhi mulutnya. Sudah mirip ikan paus saja!
"Siapa yang tadi menabrakku-" Tatapan tajam Fairel langsung tertuju pada seorang gadis yang kini meringis tanpa dosa di tepi kolam bersama para tamu yang lain.
Dia lagi! Dia lagi!
Bisa tidak Fairel tidak usah bertemu gadis tukang kue itu satu hari saja?
"Maaf, Pak Ibel! Aku tidak sengaja!" Cicit Beth kemudian seraya mengulurkan tangannya ke arah kolam atau lebih tepatnya ke arah Fairel.
"Kau yang tadi menabrak Bang Iel, Beth?" Tanya Rossie yang sudah menghampiri Beth yang masih mengulurkan tangannya pada Fairel yang terlihat murka
"Aku tidak sengaja!" Cicit Beth sekali lagi.
"Dan aku akan bertanggung jawab!" Ucap Beth lagi.
"Ayo naik, Bang!" Ucap Keano yang sudah ikut-ikutan mengulurkan tangannya pada Fairel. Namun sepertinya Fairel sama sekali tak ada niat untuk menyambut tangan Keano maupun Beth. Pria itu malah berenang ke samping dan naik dari sisi kolam yang terdapat tangga.
"Bang Iel!" Keano buru-buru menghampiri Fairel, pun dengan Rossie dan Beth.
"Bang Iel bisa ganti baju dulu di atas dan memakai baju Abang Angga," ucap Rossie cepat yang langsung membuat Fairel meraih tangan gadis itu.
"Jangan dekat-dekat pada Keano!" Ucap Fairel seraya menatap tegas pada Rossie yang langsung menunjukkan raut wajah bingung.
__ADS_1
"Dan kau!" Fairel ganti menuding pada Keano.
"Sudah cukup kau main curang semalam dengan menculik Rossie-"
"Keano tidak menculik Rossie, Bang!" Sanggah Keano cepat.
"Tidak usah bohong! Kau sudah curang dalam persaingan kita dan aku tak akan membiarkannya!"
"Mulai malam ini, Rossie hanya boleh dekat-dekat denganku dan sebaiknya kau menjauh!"
"Sana! Jauh-jauh dari Rossie!" Usir Fairel seraya mendorong pundak Keano dengan kasar.
"Bang, sepertinya Rossie harus meluruskan satu hal," ucap Rossie akhirnya seraya melepaskan pegangan tangan Fairel di tangannya.
"Meluruskan apa, Rossie? Aku baru saja ingin mengatakan satu hal penting-"
"Fairel, sebaiknya kau ganti baju sebelum masuk angin!" Ucap Aunty Sita yang tiba-tiba sudah menyela kalimat Fairel yang baru saja akan melamar Rossie.
Ck! Padahal sedikit lagi!
"Sebentar, Aunty! Iel mau mengatakan sesuatu pada Rossie-"
"Sebaiknya Abang Iel ganti baju dulu," ucap Rossie yang gantian memberikan saran pada Fairel. Seketika hati Fairel langsung berbunga karena Rossie begitu perhatian kepadanya.
"Kau perhatian sekali, Rossie!"
"Baiklah, aku akan ganti baju sebentar sebelum lanjut mengatakan hal penting tadi padamu!"
"Tunggu aku, oke!" Tukas Fairel akhirnya seraya tersenyum manis pada Rossie.
"Awas jangan dekat-dekat pada Rossie!" Fairel ganti menggertak Keano yang baru saja akan mendekat ke arah Rossie.
Cari kesempatan sekali!
"Abang Iel akan kembali sebentar lagi, Rossie!" Ucap Fairel sekali lagi seraya memberikan kecupan jauh untuk Rossie, sebelum kemudian pria itu berlari masuk ke dalam rumah.
Beth yang sejak tadi hanya diam akhirnya memutuskan untuk menyusul masuk ke dalam rumah, mengekori Tante Sita yang sepertinya akan mengambilkan baju untuk Fairel.
Beth akan sekalian minta maaf!
.
.
.
__ADS_1
Terima kasih yang sudah mampir.