
"Kau cantik sekali malam ini, Beth!" Puji Mom Yumi pada Beth yang baru saja bergabung dengan para orang tua. Fairel segera menarik kursi untuk Beth duduk, lalu pria itu juga ikut duduk di samping Beth.
"Terima kasih, Tante--"
"Mom!" Bisik Fairel mengingatkan Beth.
"Kan belum sah," bisik Beth beralasan.
"Tidak apa-apa! Panggil Mom cepat!" Ujar Fairel memaksa dan Beth hanya menghela nafas.
"Mom Yumi juga cantik malam ini," ucap Beth akhirnya yang balik memuji Mom Yumi.
"Mom dan Dad sudah bicara dengan Mama dan Papa?" Gantian Fairel yang angkat bicara seraya menatap bergantian pada Mom Yumi dan Dad Liam.
"Mama dan Papa." Dad Liam langsung menahan tawa. Terang saja hal itu langsung membuag Mom Yumi memukul lengan sang suami.
"Kenapa, sih? Kan benar Iel memanggil Mama dan Papa ke calon mertua. Memang ada yang salah?" Fairel ganti menatap heran pada Dad Liam.
"Memang ada yang salah, Pa?" Fairel ganti bertanya pada Papa Will yang langsung menggeleng.
"Tidak! Tidak ada yang salah," tukas Papa Will kemudian.
"Iya, tidak salah!" Dad Liam akhirnya menghentikan tawanya, lalu berdehem ringan.
"Jadi bagaimana?" Tanya Fairel selanjutnya.
"Apanya yang bagaimana?" Dad Liam balik bertanya pada sang putra yang langsung berdecak.
"Pembahasan tentang pernikahan Iel dan Beth bagaimana, Dad?" Fairel memperjelas pertanyaannya.
"Kapan kami akan menikah?" Tanya Fairel lagi.
"Tanya pada Mom!" Jawab Dad Liam seraya menunjuk ke arah Mom Yumi.
__ADS_1
"Kapan, Mom?" Tanya Fairel tak sabar.
"Bulan depan," jawab Mom Yumi cepat.
"Bulan depan? Kenapa lama sekali, Mom?" Protes Fairel kemudian.
"Tidak lama! Karena masih banyak yang harus dipersiapkan juga. Katanya kau mau menggelar acara yang mewah dan meriah!" Terang Mom Yumi yang langsung membuat Fairel berdecak.
"Kenapa tidak minggu depan saja?" Usul Fairel yang benar-benar sudah tak sabar untuk segera menikah.
"Bulan depan itu sudah cepat, Iel!" Beth ikut-ikutan menasehati Fairel.
"Lama! Nanti kau keburu aku terjang--"
"Iel!!" Tegur Dad Liam seraya mendelik pada sang putra. Mom Yumi malah justru menahan tawa, lalu berbisik pada sang suami.
"Sebelas dua belas denganmu dulu."
"Kenapa harus bulan depan, Mom?" Fairel masih saja merasa keberatan.
"Karena seperti yang Mom bilang tadi, banyak hal yang harus disiapkan, Iel!"
"Mama Tere juga masih pusing mengurus pernikahan Abangnya Beth itu!" Jelas Mom Yumi sekali lagi sembari menunjuk ke arah Mama Tere yang hanya tertawa kecil.
"Kan tinggal menghubungi Alice dan serahkan semuanya pada Alice!" tukas Fairel enteng.
"Justru itu!"
"Tadi Mom sudah konfirmasi ke Alice, dan kata Alice bulan ini WO-nya sudah di booking penuh. Bulan depan baru ada slot," terang Mom Yumi lagi.
"Ck!" Fairel langsung bersedekap sekaligus merengut.
"Bulan depan tidak lama! Jangan kekanakan begitu!" Ujar Beth kemudian seraya mengusap lengan Fairel.
__ADS_1
"Iya! Siapa juga yang kekanakan!" Dengkus Fairel yang tetap merengut.
"Kau itu!" Gumam Beth sembari hendak menarik tangannya yang sejak tadi digenggam Fairel. Tapi masih gagal.
Sudahlah!
"Jadinya, kapan kita akan bertemu pemilik WO yang kau maksud tadi, Yum?" Tanya Mama Tere kemudian yang langsung membuat Mom Yumi memeriksa ponselnya.
"Hari Kamis kata Alice."
"Apa semuanya ada waktu? Atau perlu aku jadwalkan ulang--"
"Kami bisa," jawab Mama Tere dan Papa Will serempak.
"Iel?" Mom Yumi ganti menanyai sang putra.
"Bagaimana, Dad?" Iel malah ganti bertanya pada Dad Liam yang secara harfiah memang masih menjadi atasan Fairel di kantor.
"Nanti kau bisa izin pulang cepat," jawab dad Liam yang malah embjat Fairel berdecak.
"Pulang cepat? Kenapa tidak Dad suruh libur sekalian?" tawar Fairel dan Dad Liam ganti berdecak.
"Pekerjaan sedang banyak, Iel!!"
"Iya, Dad! Iya! Tak perlu nge-gas!" Gumam Fairel yang langsung membuat semuanya tertawa.
.
.
.
Terima kasih yang sudah mampir.
__ADS_1