Beth Ter-Sweet

Beth Ter-Sweet
BUCIN AKUT


__ADS_3

"Sayang, ponselmu tertinggal di mobil!" Suara Uncle Kyle yang merupakan suami dari Aunty Audrey langsung membuat semua orang menoleh. Pun dengan Uncle Kyke yang langsung terlihat kaget saat melihat orang-orang yang kini duduk di ruang tengah kediaman Halley.


"Kyle! Kebetulan sekali." Aunty Audrey langsung menghampiri sang suami dengan cepat.


"Kau tidak akan percaya! Calon istri Fairel ternyata adalah putri dari Will dan Tere," ucap Aunty Audrey memberitahu Uncle Kyle yang tiba-tiba langsung merangkul pundak Aunty Audrey dengan begitu posesif.


"Benarkah?"


"Ya!"


"Itu Will." Aunty Audrey menunjuk ke arah Papa Will yang langsung tersenyum dan mengangguk ke arah Uncle Kyle.


"Itu Tere." Aunty Audrey ganti menunjuk ke arah Mama Tere.


"Dan itu Beth, putri mereka sekaligus calon istri Fairel," ujar Aunty Audrey lagi yang sudah ganti menunjuk ke arah Beth yang langsung tersenyum hangat.


"Siang, Uncle!" Sapa Beth hangat yang seketika langsung berhadiah teguran dari Fairel.


"Biasa saja menyapanya!" Ujar Fairel yang langsung mengatupkan bibir Beth agar berhenti tersenyum.


"Apa, sih! Ieeeel!!" Geram Beth seraya menampik tangan Fairel.


"Iel! Kau kenapa?" Mom Yumi ikut-ikutan menegur sang putra.


"Cemburu buta!" Bukan Fairel melainkan Dad Liam yang menjawab dengan sok tahu.


"Seperti Dad tak pernah saja!" Cibir Fairel kemudian.


"Tapi kan Dad tak se-lebay dirimu!" Sanggah Dad Liam cepat.


"Liam, sudah!" Mom Yumi langsung menegur sang suami yang selalu saja tak mau mengalah saat berdebat dengan Fairel.


"Ada calon besan! Malu!" Desis Mom Yumi lagi mengingatkan Dad Liam yang kini malah merengut tak jelas. Sudahlah!


"Ehem! Jadi kau akan menangani pernikahan putrinya Will dan Tere?" Uncle Kyle kembali buka suara dan bertanya pada Aunty Audrey.


"Iya!"


"Yang ditangani Audrey pernikahan Fairel, Kyle!" Sergah Papa Will cepat.


"Dengan putrimu! Kan calon istrinya Fairel putrimu," tukas Uncle Kyle memperjelas.


"Iya, benar!" Papa Will langsung mengangguk-angguk dan membenarkan kacamatanya lagi,


"Ayo semuanya duduk dulu!" Mom Yumi kemudian buka suara dan mencairkan ketegangan.


Semua orang akhirnya duduk, termasuk Uncle Kyle yang masih saja merangkul Aunty Audrey.


"Kau mau ikut rapat juga, Kyle?" Seloroh Dad Liam seraya terkekeh.


"Aku hanya sedang menjaga istriku," jawab Uncle Kyle beralasan.


"Menjaga dari apa maksudnya? Aku baik-baik saja dan tadi bukankah kau mau mengantar Riley berlatih basket?" Cecar Aunty Audrey bersamaan dengan suara seorang bocah laki-laki kisaran umur sepuluh tahun yang sudah ikut masuk ke daam kediaman Halley.


"Papa! Jadi antar Riley tidak?" Tanya bocah tersebut yang langsung membuat semua orang menoleh ke arahnya.


Kriik kriik!


Kriik kriik!


"Hey, Riley! Kau sudah tinggi sekali, hah?" Dad Liam akhirnya yang pertama bergerak untuk menyapa Riley.


"Sudah jadi pemain basket profesional juga sepertinya," Seloroh Fairel ikut-ikutan menimpali.


"Itu siapa? Cucunya Aunty Audrey?" Tanya Beth sedikit berbisik pada Fairel.


"Cucu?" Fairel langsung tertawa terbahak-bahak.

__ADS_1


Sedangkan Uncle Kyle langsung memanggil sang putra agar mendekat ke arahnya.


"Ini Riley Arthur. Putra bungsu di keluarga kami, usianya sepuluh tahun," ucap Uncle Kyle kemudian seolah sedang pamer.


"Wow! Jadi kalian punya dua anak--"


"Tiga lebih tepatnya!" Sela Uncle Kyle cepat memotong tebakan Papa Will.


"Tiga?" Papa Will langsung mengernyit.


"Dua perempuan dan satu laki-laki." Uncle Kyle memperjelas. Dan Papa Will serta Mama Tere langsung kompak membulatkan bibir.


"Kau sejak tadi seperti memamerkan keluargamu pada Will dan Tere, Kyle!"


"Ada masalah apa sebenarnya?" Tanya Dad Liam sedikit bingung sekaligus heran


"Bukan masalah apa-apa, Liam!" Sahut Aunty Audrey cepat.


"Jadinya, Papa jadi mengantar Riley tidak?" Tanya Riley menyela pembicara para orang tua.


"Tidak! Papa sibuk. Kau bolos latihan saja--"


"Kyle!!" Aunty Audrey langsung menggeram pada sang suami.


"Aku harus menjagamu disini!" Uncle Kyle berbisik-bisik pada Aunty Audrey.


"Tidak usah lebay! Itu semua hanya masa lalu---"


"Masa lalu? Apa Will mantanmu, Audrey? Makanya Kyle mendadak kebakaran jenggot begitu?" Celetuk Dad Liam tiba-tiba, yang tadi sedikit menguping perdebatan bisik-bisik dari Aunty Audrey dan Uncle Kyle.


Uncle Kyle tak langsung menjawab pertanyaan Dad Liam sedangkan Papa Will malah langsung batuk-batuk seperti tersedak sesuatu.


"Itu semua hanya masa lalu dan tak usah lagi kita perdebatkan!" Ujar Aunty Audrey yang akhirnya angkat bicara.


"Bukankah tujuan kita semua duduk disini untuk membahas tentang pernikahan Fairel dan Beth?" Sambung Aunty Audrey lagi.


"Cemburunya tak usah lebay, Uncle! Kan hanya mantan dan masa lalu!" Seloroh Fairel kemudian berkata pada Uncle Kyle yang masih tetap tak melepaskan rangkulannya pada Aunty Audrey.


"Seperti kau tidak posesif dan cemburuan saja," bisik Beth mencibir Fairel yang kini juga masih menggenggam tangannyadengan erat.


"Ck! Aku posesif padamu, karena mantanmu itu pria brengsek dan baj*ngan!" Sergah Fairel mencari alasan dan pembenaran.


"Hmmmm! Tapi kan aku sudah lama move on. Kau saja yang masih suka cemburu buta tak jelas," gumam Beth lagi.


"Jika pria suka cemburu buta, itu artinya dia benar-benar mencintaimu, Beth!" Tukas Uncle Kyle yang turut mendengar perdebatan Fairel dan Beth.


"Dengarkan itu! Aku sungguh-sungguh mencintaimu! Makanya aku posesif dan cemburu buta pada pria mana saja yang mendekatimu!" Timpal Fairel cepat.


"Termasuk tadi saat aku menyapa Uncle Kyle? Jangan-jangan kalau setelah ini aku ngobrol bersama Riley, kau juga aan cemburu dan mencak-mencak," Seloroh Beth kemudian yang langsung membuat semuanya tertawa. Sedangkan Fairel hanya berdecak dan langsung menatap awas ke arah Riley.


"Kenapa menatap Riley begitu, Bang? Riley nggak gangguin pacar abang!" Celetuk Riley cepat yang rupanya peka dengan tatapan galak Fairel.


"Jangan lebay!" Beth langsung menyikut Fairel.


"Kau tertarik pada bocah sepuluh tahun itu?" Tanya Fairel memicing curiga.


"Mana ada! Rasa cemburumu itu sudah overdosis!" Jawab Beth dengan nada geram yang sontak membuat semuanya kembali tertawa.


"Sepertinya karena terlalu banyak makan rollcake-nya Beth," seloroh Dad Liam turut menimpali dan semuanya kembali tergelak.


"Riley akan pergi saja dari sini! Abang Fairel sepertinya sedikit gila, Ma!" Ujar Riley kemudian melapor pada Aunty Audrey yang langsung tertawa kecil.


"Iya, pergi sana! Dasar bocil!" Usir Fairel pada Riley yang langsung mencibir.


"Ayo, Pa!" Riley ganti menarik tangan Uncle Kyle yang masih setia merangkul Aunty Audrey.


"Papa masih sibuk!"

__ADS_1


"Kau pergi bersama...." Uncle Kyle mengedarkan pandangannya sejenak ke semua orang yang duduk di ruangan, sebelum kemudian tatapannya berhenti di Dad Liam.


"Bersama supirnya Uncle Liam," ujar Uncle Kyle kemudian melanjutkan kalimatnya tadi.


"Ck! Kenapa tidak kau antar saja? Tadi katanya juga mau ada meeting di kantor?" Protes Aunty Audrey yang malah membuat Uncle Kyle menggeleng.


"Yonas dan Via bisa menghandle-nya!" Jawab Uncle Kyle santai. Sedangkan Riley akhirnya tetap pergi bersama supir Dad Liam, meskipun bocah itu sedikit merengut.


"Ehem! Jadi kita mulai pembahasan tentang konsep pernikahan Fairel dan Beth, ya!" Aunty Audrey akhirnya kembali buka suara dan kali ini langsung fojus membahas tentang konsep acara pernikahan Fairel dan Beth yang akan digelar satu bulan lagi. Semuanya fokus mendengarkan penjelasan Audrey sambil sesekali melontarkan pertanyaan atau memberikan ide dan masukan.


Dan setelah berdiskusi panjang, akhirnya diambil keputusan, kalau acara pernikahan Fairel dan Beth akan digelar di salah satu gedung saja dan bukan di rumah. Acaranya juga akan berkonsep ala-ala kerajaan, dimana Beth akan menjadi seorang tuan putri dan Fairel pangerannya.


"Kami langsung pamit, Liam!" ucap Papa Will setelah rapat dan diskusi selesai. Hari juga sudah beranjak gelap sekarang.


"Ya! Semuanya akan beres di tangan mantanmu," Seloroh Dad Liam yang langsung berhadiah deheman serta delikan dari Uncle Kyle.


"Hanya bercanda, Kyle!" Dad Liam langsung mengibarkan bendera perdamaian.


"Nanti Alice yang akan turun tangan mengurus semuanya dan Audrey cukup mengawasi!" Ujar Uncle Kyle saat Papa Will dan Mama Tere berpamitan kepadanya.


"Alice putri kalian?" Tanya Papa Will sedikit berbasa-basi.


"Ya! Dan dia sudah menikah!" Jawab Uncle Kyle blak-blakan.


"Hahahaha! Kalau belum menikah rencananya mau dijidohkan dengan abangnya Beth, ya? Agar dari mantan bisa jadi besan!" Celetuk Dad Liam seraya tergelak.


"Abangnya Beth juga baru saja menikah kemarin, Liam!" Desis Mom Yumi mengingatkan sang suami yang tertawanya sudah tak terkendali.


"Iya, kan hanya seandainya!" Ujar Dad Liam yang kini ganti batuk-batuk karena tertawa terlalu keras. Kena batunya!


"Ayo, Beth!" Panggil Mama Tere kemudian pada Beth yang masih betah duduk di samping Fairel.


"Ini, Ma!" Adu Beth sembari menunjuk ke arah tangannya yang masih digenggam oleh Fairel.


"Tinggal dilepas!" Decak Fairel pura-pura tak tahu.


"Kau menggenggamnya erat sekali! Bagaimana mau dilepas!" Protes Beth seraya merengut.


"Nanti pulang aku antar saja!" ujar Fairel yang langsung ganti merangkul Beth.


"Sepertinya sudah bucin akut," komentar Uncle Kyle.


"Sama seperti kau dan Audrey, hah?" Timpal Dad Liam seraya terkekeh.


"Kau dan Yumi juga sama saja!" Uncle Kyle langsung membalikkan kalimat Dad Liam yang langsung berdecak.


"Nanti Iel yang akan mengantar Beth pulang, Ma!" Ujar Fairel akhirnya.


"Nikahkan saja sekarang, Will!" Saran Uncle Kyle kemudian.


"Menikah duluan resepsi belakangan. Seperti aku dan Yumi dulu," timpal Dad Liam turut memberikan saran. Sedangkan Papa Will masih tampak berpikir.


"Bagaimana?" Papa Will kemudian meminta saran dari sang istri yang sejak tadi lebih banyak diam.


"Tanyakan langsung pada Beth dan Iel." Mama Tere mengendikkan dagunya me arah Fairel dan Beth yang masih berpegangan tangan.


"Kalian mau menikah sekarang?" Tanya Papa Will akhirnya to the point.


"Tidak!"


"Ya!"


.


.


.

__ADS_1


Terima kasih yang sudah mampir.


__ADS_2