Beth Ter-Sweet

Beth Ter-Sweet
TUAN BAWEL


__ADS_3

"Kenapa tak bisa dihubungi?" Gerutu Fairel yang masih berada di depan toko kue Beth. Sejak tadi Fairel berusaha menelepon nomor Beth. Awalnya bisa dan bahkan Fairel juga sempat bicara pada Beth keras kepala.


Lalu kenapa sekarang Fairel tak bisa lagi menghubungi nomor Beth?


Apa gadis tukang kue itu memblokir nomor Fairel?


"Keterlaluan kamu, Beth!" Fairel memukul-mukul stir mobilnya demi meluapkan emosinya.


"Aku akan menyeretmu ke toko kalau begitu!" Geram Fairel kemudian seraya menyalakan mesin mobilnya dan memacu kuda besi tersebut ke arah rumah orang tua Beth.


****


Fairel sudah sampai di depan rumah orang tua Beth. Pria itu langsung bergegas turun dan membuka pagar depan.


"Benar-benar kamu, Beth!"


"Benar-benar membuatku gila!" Fairel terus saja menggerutu sembari pria otu menjejakkan kakinya ke teras rumah. Fairel kemudian mengetuk pintu depan dengan lumayan keras. Sepertinya rasa emosi yang membuncah, membuat Fairel tak bisa melihat bel di sebelah pintu masuk.


"Beth!" Panggil Fairel keras agar Beth bisa mendengar.


Dan benar saja, pintu sudah dibuka tak berselang lama.


"Beth--" Fairel tak jadi mengomel saat ia melihat wajah seseorang yang membuka pintu yang ternyata bukanlah Beth melainkan Mama Tere.


"Sial!" Cicit Fairel merutuki kebodohannya sendiri.


"Nak Fairel!" Sapa Mama Tere seraya tersenyum ramah.


"Pagi, Aunty!" Ucap Fairel membalas sapaan ramah Mama Tere.


"Ada apa kesini pagi-pagi? Mencari Beth?" Tanya Mama Tere kemudian bersamaan dengan terdengarnya suara seseorang yang sejak tadi membuat Fairel geregetan.


Huh! Akhirnya Fairel akan bisa menyeret tukang kue bercelana kodok itu ke toko sebentar lagi!


"Ma! Beth sudah siap," ucap Beth sebelum kemudoan gadis itu tampak terkejut dengan kehadiran Fairel di depan pintu. Ekspresi Beth pun cenderung lenay karena gadusxitu sampai teenganga dan membelalak seolah Fairel adalah hantu. Dasar!


"Kau sedang apa disini? Bukankah aku sudah bilang kalau toko buka setelah makan siang!" Cecar Beth yang kini sudah bersedekap berani pada Fairel.


"Aku mau membeli rollcake!" Jawab Fairel tegas.


"Rollcake-nya belum ready! Nanti sore kalau mau--"


"Stok rollcake di toko masih ada, Beth," rukas Mama Tere menengahi.


"Tapi itupun kalau Nak Fairel mau," imbuh Mama Tere lagi.


"Dia tak akan mau, Ma!" Sahut Beth cepat.


"Aku mau!" Sergah Fairel yang langsung bersungut pada Beth.


"Cepat buka tokonya! Aku mau rollcake yang ada di toko!" Perintah Fairel lagi.


"Aku dan Mama mau pergi. Nanti saja kembali setelah makan siang!" Tolak Beth beralasan.


"Hhhh! Buka dulu tokonya sebentar lalu kau bisa pergi!" Sergah Fairel tetap keras kepala.


"Tidak bisa! Kami sedang buru-buru!" Tukas Beth tak mau kalah.


"Beth! Jangan begitu!" Mama Tere akhirnya menengahi perdebatan Beth dan Fairel yang sepertinya sama-sama keras kepala.


"Tapi kita harus segera ke kost-an Abang Timmy, Ma!" Ujar Beth sembari melirik sinis pada Fairel.

__ADS_1


"Kau ke toko dulu sebentar dan ambilkan rollcake untuk Nak Fairel, lalu setelah itu kita bisa lanjut ke kost-an Timmy," ucap Mama Tere seraya menatap tegas pada sang putri.


"Lihat, Mama kamu punya solusi yang lebih bijak! Jadi sebagai anak yang berbakti, turuti perintah dari Mama kamu, Beth Bethany!" Tukas Fairel yang kinu sudah tersenyum dengan penuh kemenangan.


"Sana! Mama akan menunggu di rumah," Titah Mama Tere lagi.


"Ck!" Beth hanya berdecak, sebelum kemudian gadis berbalik dan hendak masuk ke rumah untuk mengambil kunci motor.


"Beth!" Panggil Fairel yang langsung membuat Beth menghentikan langkahnya.


"Apalagi?" Jawab Beth merasa geregetan pada Fairel.


"Ayo ke toko bersamaku saja! Sekalian nanti aku antar ke kost-an Abang kamu bersama Aunty Tere," ujar Fairel seraya mengulas senyum seolah sedang mencari perhatian pada Mama Tere.


Apa maksudnya, coba?


"Aunty tidak keberatan kalau saya antar ke kost-an Abangnya Beth, kan?" Fairel ganti meminta pendapat Mama Tere.


"Tidak usah, Fai--"


"Iel saja, Aunty! Itu nama panggilan saya!" Tukas Fairel cepat.


"Iya, tidak usah repot-repot, Iel! Nanti Aunty dan Beth akan naik taksi saja," ujar Mama Tere menolak tawaran Fairel.


"Oh, tidak repot sama sekali, Aunty! Kebetulan kost-an Abangnya Beth searah dengan kantor saya," tukas Fairel lagi.


"Loh! Iel sudah tahu kost-an Timmy, Beth?" Mama Tere ganti bertanya pada sang putri yang langsung mengendikkan kedua bahunya.


"Mama tanya sendiri saja pada orangnya," jawab Beth malas menjelaskan.


"Kebetulan waktu itu saya pernah me....."


"Mengantar Beth kesana, Aunty!" Ujar Fairel sedikit berdusta. Tak mungkin kan Fairel mengatakan kalau membuntuti Beth ke kost-an waktu itu hanya demi memastikan kalau Beth tidak check in bersama Reandra!


"Kapan kau mengantarku ke kost-an Abang Timmy?" Bisik Beth menatap tak percaya pada Fairel yang malah memberikan kode pada Beth agar diam dan tak banyak protes.


"Aneh!" gumam Beth kemudian menatap aneh pada Fairel.


"Jadi, mau ya, Aunty!" Ucap Fairel sekali lagi sedikit memaksa Mama Tere.


"Bagaimana, Beth?" Mama Tere ganti meminta pendapat Beth.


"Terserah mama saja," jawab Beth bersamaan dengan ponsel gadis itu yang berdering. Ada pesan masuk dari Yvone.


[Bisa sedikit mengulur waktu? Jalanan macet] -Yvone-


"Hah?" Beth sedikit terkejut setelah membaca pesan Yvone karena tadi Beth pikir gadis itu sudah sampai di kost-an Abang Timmy.


"Ada apa, Beth?"


"Tidak ada, Ma!"


"Ayo ke toko dan mengambilkan rollcake untuk tuan bawel ini!" Ajak Beth kemudian seraya menutup pintu depan dan menguncinya. Beth lalu langsung menarik Mama Tere ke arah mobil Fairel, meninggalkan sang empunya mobil yang masih mematung di teras.


"Tuan bawel? Maksudnya aku?" Tanya Fairel pada dirinya sendiri.


"Iel!" Panggil Beth kemudian yang langsung membuat Fairel menoleh.


"Kenapa kau sudah mendahuluiku? Mau mengemudikan mobilku sekalian?" Cecar Fairel seraya menghampiri Beth dan Mama Tere yang sudah berdiri dibdekat mobilnya.


"Tadi katanya mau cepat-cepat makan rollcake," jawab Beth seraya memutar bola mata. Fairel ikut memutar bola mata, sebelum kemudian pria itu membuka pintu mobil dan mempersilahkan Mama Tere masuk.

__ADS_1


Kalau Beth?


Ya biar masuk sendiri!


****


"Jangan lupa untuk membuatkan semua varian rollcake untukku hari ini!"


"Nanti sore aku ambil!" Ucap Fairel setelah mobil pria itu tiba di depan kost-an Abang Timmy.


"Bayar DP dulu!" Beth menengadahkan tangannya ke arah Fairel.


"Aku transfer!" Ucap Fairel seraya mengeluarkan ponselnya, lalu melakukan transfer tunai ke rekening Beth.


"Lunas!" Ucap Fairel kemudian seraya menunjukkan bukti transfer di ponselnya pada Beth.


"Iya! Nanti sore ambil sendiri di toko!" Decak Beth seraya membuka sabuk pengaman. Mama Tere sudah turun duluan ternyata.


"Sebentar!" Fairel tiba-tiba menahan tangan Beth saat gadis itu hendak keluar.


"Apalagi?" Geram Beth pada pria menyebalkan di sebelahnya tersebut.


"Ponselmu mana?" Fairel mendelik tajam pada Beth.


"Mau apa memang? Membajak ponselku?" Tuduh Beth cepat.


"Mau membuka blokiranmu ke kontakku di ponselmu!"


"Cepat berikan!" Perintah Fairel galak.


"Diih! Memang siapa yang memblokir nomor kamu!" Kilah Beth cepat.


"Kau!" Jawab Fairel cepat.


"Aku tidak memblokirnya!" Kilah Beth lagi.


"Coba aku lihat kalau begitu!" Tantang Fairel yang masih menatap tajam pada Beth. Terang saja hal itu langsung membuat Beth berdecak.


"Perlihatkan kalau kau tak memblokir nomorku!" Tantang Fairel sekali lagi.


"Ck! Iya!" Beth akhirnya mengeluarkan ponselnya dari tas, lalu membuka blokirannya pada nomor Fairel.


"Itu kamu blokir! Tadi tidak mau mengaku!" Cibir Fairel yang rupanya tutur mengintip saat Beth membuka blokiran pria itu.


"Kau menyebalkan! Telepon orang tak lihat waktu!" Beth mengungkapkan uneg-unegnya.


"Kalau dari awal kau membuka toko tepat waktu aku juga tak akan menerormu!" Sergah Fairel mencari pembenaran.


"Aku juga punya kepentingan dan kehidupan!" Balas Beth bersungut. Gadis itu lalu membuka pintu mobil Fairel dan segera turun menyusul Mama Tere.


Namun baru saja Beth sampai di halaman kost, gadis itu sudah melihat dari kejauhan, Mama Tere yang sepertinya sedang menyapa Yvone.


Gawat!


Tadi Yvone sudah selesai menyamarkan lebam di wajah Abang Timmy belum, ya?


.


.


.

__ADS_1


Terima kasih yang sudah mampir.


__ADS_2