
"Maaf, apa kita saling mengenal?"
Beth seketika langsung mematung dengan pertanyaan Rrandra. Sejuta rasa kecewa juga langsung memenuhi relung hati gadis tersebut, namun Beth tetap mencoba untuk tersenyum dan sedikit maklum.
Mungkin saja wajah Beth memang berubah selama dua tahun ini hingga Reandra taj lagi mengenalinya.
"Aku Beth."
"Kau tidak ingat padaku?"ujar Beth akhirnya sekaligus bertanya dan memastikan.
"Beth siapa?" Reandra balik bertanya dan pria itu tampak mengernyit.
"Temannya Yvone!" Jawab Beth akhirnya.
"Temannya Yvone?" Reandra masih mengernyit.
"Yang punya toko kue. Kau dulu pernah membeli kue di tokoku, lalu kita juga beberapa kali bertukar pesan." Beth buru-buru mengeluarkan ponselnya, lalu menunjukkan riwayat chat-nya dulu bersama Reandra. Meskipun sudah dua tahun berlalu tapi Beth masih menyimpan semuanya dengan rapi di arsip. Beth seeing membacanya saat merasa kangen pada Reandra.
"Itu chat kita?" Tanya Reandra yang terlihat ragu.
"Iya! Apa kau benar-benar tak ingat? Atau jangan-jangan lau mengalami amnesia saat di USA?" Cecar Beth menerka-nerka.
"Sama sekali tidak!" Jawab Reandra cepat.
"Oh! Lalu kenapa kau bisa lupa?" Beth tertawa sumbang seolah gadis itu sedang menertawakan dirinya sendiri.
Ternyata Beth sama sekali tidak istimewa bagi Reandra. Pria itu bahkan sudah tak ingat sama sekali pada Beth padahal mereka baru dua tahun berpisah.
"Baiklah kalau begitu. Sebaiknya aku pergi!" Pamit Beth akhirnya setelah gadis itu menelan ganjalan pahit di tenggorokannya. Beth lalu melangkah dan hendak meninggalkan teras, saat tiba-tiba Reandra sudah memanggilnya kembali.
"Beth!"
"Iya! Kau sudah ingat?" Jawab Beth yang langsung antusias. Kedua mata gadis itu seketika langsung berbinar.
"Sedikit!"
"Bisa aku lihat lagi riwayat pesan kita di ponselmu tadi?" Tanya Reandra yang tentu saja langsung membuat Beth kembali menghampiri pria itu, lalu menunjukkan sekua riwayat pesannya bersama Reandra dua tahun lalu.
Reandra terlihat membaca semuanya dengan seksama.
"Nomormu yang ini tak bisa lagi aku hubungi sejak kau pergi ke USA," ujar Beth menerangkan di sela-sela Reandra masih membaca pesan.
"Yang belakangnya 803?" Tanya Reandra memastikan.
"Ya!" Jawab Beth cepat.
"Yang itu memang sudah tak aku pakai dan sudah mati," ujar Reandra akhirnya seraya mengembalikan ponsel Beth.
"Oh!"
"Jadi kau ganti nomor?" Tanya Beth seraya menatap pada Reandra.
"Ya!"
"Dan aku sudah ingat padamu," ujar Reandra lagi yang langsung membuat kedua mata Beth semakin berbinar.
"Benarkah?"
"Ya!" Reandra mengangguk yakin.
"Akhirnya!" Beth refleks memeluk Reandra saking girangnya.
Reandra langsung tergelak dan Beth yang akhirnya menyadari gerakan refleksnya yang berlebihan tersebut, buru-buru melepaskan pelukannya pada Reandra. Beth lalu sedikit salah tingkah dan wajah gadis itu juga sudah bersemu merah.
__ADS_1
"Maaf, tadi benar-benar sebuah gerakan refleks," ucap Beth yang masih salah tingkah.
"Tidak apa-apa, Beth!"
"Kita bisa berpelukan lagi!" Ujar Reandra yang langsung memeluk Beth. Tentu saja Beth tak menyia-nyiakan kesempatan ini dan langsung membalas pelukan Reandra yang wangi dan tampan.
Ya ampun! Mimpi apa Beth semalam hingga bisa pelukan bersama Reandra sore ini.
Memang kalau jodoh ada saja jalannya!
"Oh, ya! Ngomong-ngomong kau tadi datang kesini karena dapat undangan?" Tanya Reandra selanjutnya pada Beth setelah pria itu melepaskan pelukannya.
"Undangan?" Beth mengernyit dan mendadak bingung. Beth tadi datang ke rumah mewah ini tujuannya apa, ya?
Oh, iya! Mengantar kue!
"Acara anniversary Mami dan papi," ujar Reandra yang langsung membuat kedua bola mata Beth membulat. Gadis itu kemudian menggeleng.
"Aku hanya mengantar cake untuk acara," jawab Beth akhirnya.
"Jadi, ini rumah kamu dan yang merayakan anniversary hari ini kedua orangtuamu?" Cecar Beth selanjutnya yang langsung membuat Reandra mengangguk.
"Ya!"
"Makanya aku pulang hari ini karena ini adalah acara penting Mami dan Papi. Anniversary ke-"
"Dua puluh lima tahun!" Sergah Beth yang memang sudah tahu. Kemarin saat Mami Reandra memesan memang mengatakan kalau ini adalah anniversary ke dua pulih lima tahun.
Eh, tapi apa benar kemarin itu maminya Reandra yang memesan?
Entahlah!
"Tepat sekali!"
"Kau malah tahu, ya?" Reandra sontak terkekeh dan Beth ikut tertawa kecil.
"Ah, iya!" Reandra lalu mengangguk-angguk.
"Jadi, kau mau masuk?" Tawar Reandra selanjutnya.
"Mmmmmm!" Beth menimbang sejenak sembari memindai penampilannya sendiri.
"Sepertinya aku akan salah kostum nanti," tukas Beth kemudian sembari memainkan kedua jarinya.
"Aku akan langsung pulang saja," ujar Beth lagi.
"Sayang sekali," Reandra sedikit mendes*h kecewa.
"Kau pulang naik apa ngomong-ngomong?" Tanya Reandra lagi.
"Naik taksi!" Jawab Beth cepat.
"Mau aku antar?" Tawar Reandra kemudian.
"Aku tidak mau merepotkan!" Tukas Beth cepat meskipun dalam.hati ia sangat berharap Reandra akan memaksa untuk mengantarnya.
Ayolah, Reandra!
Paksa!
"Sama sekali tidak!"
"Ayo!" Ajak Reandra yang langsung membukakan pintu mobil untuk Beth.
__ADS_1
Ya ampun!!
Beth benar-benar ingin bersorak bahagia sekarang!
Setelah tadi Beth hampir kecewa karena Reandra nyaris membuatnya patah hati, sekarang hati Beth justru merasa berbunga-bunga.
Cinta Beth pada Reandra akhirnya bersambut!
****
"Berhentilah mengejar Rossie, Iel!" Ucapan Mom Yumi langsung membuat Fairel tergelak.
Fairel baru tiba di rumah setelah dua hari kemarin Fairel memenuhi tugas dari Dad Liam untuk mengurus proyek di luar kota. Namun secara tak terduga, Fairel juga bertemu dengan Rossie dua hari lalu saat di airport, setelah dua tahun lamanya Rossie kuliah di luar negeri dan Fairel tak tahu Rossie berada di negara mana.
Tapi dua hari lalu Fairel akhirnya tahu kalau ternyata selama dua tahun terakhir Rossie melanjutkan program S2-nya di London.
Huh! Kalau tahu begitu, Fairel pasti akan langsung menyusul Rossie ke London dan memindahkan Halley Development ke London juga kalau perlu agar Fairel bisa menemani Rossie setiap hari!
"Iel, Mom serius!" Ucap Mom Yumi sekali kagi dengan nada tegas.
"Rossie akan menjadi milik Iel tak lama lagi, Mom! Jadi Iel juga akan berhenti mengejarnya nanti karena Rossie sudah menjadi milik Fairel."
"Kenapa Iel harus mengejar Rossie, jika gadis pujaan hati Iel itu sudah jadi milik Iel!" Jawab Fairel penuh percaya diri yang langsung membuat Mom Yumi berdecak.
"Bukan begitu, Dad?" Lanjut Fairel lagi yang ganti meminta pendapat pada Dad Liam yang hanya mendengus.
"Dad tidak mau ikut campur!" Tukas Dad Liam seraya berlalu pergi.
Aneh!
"Rossie akan menjadi menantu Mom tak lama lagi," ujar Fairel lagi yang kini sudah ganti merangkul pundak Mom Yumi.
"Terserah kau saja!" Gumam Mom Yumi yang sepertinya sudah lelah menasehati Fairel yang keras kepala.
Tapi Fairel keras kepala juga tanpa alasan. Fairel sudah yakin kalau jalannya untuk bisa jadian dengan Rossie lalu menikahi gadis itu sudah sangat terbuka lebar. Toh Keano yang dulu selalu menjadi saingan Fairel juga sudah punya seorang kekasih sekarang bernama Mawar. Jadi, apa lagi yang perlu Fairel khawatirkan? Fairel sudah tak punya saingan sekarang!
"Ngomong-ngomong, Mom lupa mengatakan padamu kalau Reina dan Angga akan segera bertunangan," ujar Mom Yumi kemudian mengganti topik pembicaraan.
"Benarkah?"
"Baiklah, tidak masalah! Toh Iel juga sudah sukses pedekate pada Rossie," kekeh Fairel penuh percaya diri.
"Kapan Angga dan Reina bertunangan, Mom?" Tanya Fairel selanjutnya Mom Yumi yang tampak melamun. Entah sedang melamun apa Mo kandung Fairel tersebut.
Mungkin sedang memikirkan untuk menggelar acara pertunangan Reina dan Angga serta Fairel dan Rossie bersama-sama.
Ah, ide bagus!
"Belum ditentukan tanggalnya," jawab Mom Yumi yang langsung membuat Fairel mengangguk.
"Iel tak keberatan misalnya tunangan Angga dan Reina nanti berbarengan dengan tunangan Iel dan Rossie," tukas Fairel to the poiny yang langsung membuat Mom Yumi melempar tatapan aneh pada Fairel.
"Kenapa, Mom?"
"Pekan depan saat Rossie ulang tahun, Iel akan melamarnya," ujar Fairel yang langsung memberitahukan rencananya pada Mom Yumi.
Mom kandung Fairel itu tak menjawab sepatah katapun dan hanya menghela nafas, sebelum kemudian ia berlalu pergi dan meninggalkan Fairel.
"Pada kenapa, sih? Seperti tak ada yang mendukung niatan baikku!" Gumam Fairel kemudian merasa tak paham dengan sikap orang-orang.
.
.
__ADS_1
.
Terima kasih yang sudah mampir.