Beth Ter-Sweet

Beth Ter-Sweet
NAMA TENGAH


__ADS_3

"Kita pulang ke rumah Mama, kan, Bang?" Tanya Beth setelah ia, abang Timmy, dan Yvone keluar dari pintu kedatangan bandara.


"Lalu Mama akan langsung mencecarku!" Jawab Abang Timmy seraya menunjukkan sisa-sisa lebam di wajahnya yang masih terlihat jelas.


Beth sontak meringis.


"Jadi Abang akan pulang ke kost?" Tanya Beth lagi memastikan.


"Ya!"


"Aku akan naik ojek dan kalian pulanglah naik tak--"


"Sebenarnya aku bawa mobil," ujar Yvone menyela.


"Kita bisa pulang bersama dan aku tak keberatan mengantar kau sampai ke kost-mu, Tim," ujar Yvone lagi.


"Tidak, tidak usah!" Tolak Timmy cepat.


"Aku akan naik ojek saja--"


"Bang!" Sergah Beth serata menatap tak senang pada sang Abang.


"Tidak baik menolak pertolongan orang!" Tukas Beth lagi yang langsung membuay abang Timmy bungkam.


"Jadi, kita pulang naik mobilku saja, ya!" Yvone menatap bergantian pada Beth yang langsung mengangguk dan Abang Timmy yang hanya mengangguk samar. Sepertinya masih setengah hati.


"Baiklah, ayo!" Ajak Yvone kemudian yang langsung mengayunkan langkah ke area parkir bandara. Beth segera menarik tangan Abang Timmy dan mengekori Yvone menuju ke mobilnya.


Abang Timmy dan Yvone terlihat cocok kalau dipikir-pikir. Beth akan menjodohkan mereka berdua saja!


****


Fairel tiba di rumah dan masih tak berhenti menggerutu serta merutuki kelakuan randomnya hari ini. Bisa-bisanya Fairel tadi datang ke bandara kota, lalu membeli tiket ke kota D hanya untuk....


Menyusul Beth?


Yang benar saja!


Gadis itu mungkin sekarang sedang cekikikan bersama temannya, dan Fairel malah merasa khawatir disini. Khawatir kalau-kalau Beth pergi diam-diam bersama Reandra, lalu diajak check in ke hotel!


Ck!


Beth benar-benar gadis polos dan bodoh. Dia juga dulu tergila-gila pada Reandra, lalu jika mendadak Reandra mengajaknya ke hotel, Beth pasti tak akan menolak dan gadis itu juga malah akan jadi girang!


Dasar!


"Abang!"


Reina tiba-tiba sudah memeluk Fairel dengan lebay, saat Fairel baru menjejakkan kakinya di teras rumah.


Ck! Adik Fairel ini perasaan jadi lebay berat setelah menikah dengan Angga!


"Lepas! Jangan peluk-peluk!" Sentak Fairel yang langsung melepaskan pelukan Reina.


"Ck! Kok gitu, sih!" Rengut Reina tak terima. Sementara Angga yang baru keluar dari rumah langsung terkekeh melohat perdebatan Reina dan Fairel.


"Lebay!" Cibir Fairel seraya berlalu dan masuk ke rumah. Fairel juga hanya menyapa Angga sekilas karena sepertinya Angga dan Reina sudah hendak pulanh ke kediaman Hadinata. Atau mungkin ke apartemen Angga.


Entahlah! Fairel tak peduli!


"Iya, namanya Fairel Reandra Halley."


"Itu putra sulung saya dan kemarin dia memang menggantikan saya yang kebetulan tak bisa hadir."


Fairel langsung menghentikan langkahnya saat mendengar suara Dad Liam yang tengah berbicara dengan seseorang di telepon. Lalu kenapa tadi Dad Liam menyebut-nyebut nama Reandra brengsek?


"Iya, benar! Fairel Reandra Halley," ulang Dad Liam lagi yang entah kenapa terus saja menyebutkan nama Fairel berulang-ulang.


"Fairel R Halley, Dad!" Dengkus Fairel yang merasa kesal saat ada yang menyebutkan nama lengkapnya.

__ADS_1


Kesal karena nama tengahnya yang ternyata sama persis dengan pria kadal cap buaya pacarnya Beth menyebalkan itu.


Kenapa harus Reandra?


Kenapa? Kenapa?


"Iel, kau sudah pulang lagi? Urusanmu sudah selesai?" Sapa Dad Liam yang sudah mengakhiri pembicaraannya di telepon.


"Ya!" Fairel langsung menghampiri sang Dad.


"Dad, Iel rasa kita perlu bicara empat mata mengenai nama panjang Iel," ucap Fairel kemudian seraya membuang nafas dengan kasar.


"Ada apa dengan nama panjangmu? Hanya tiga kata dan dulu kau tak pernah mempersoalkan," tukas Dad Liam yang terlihat bingung.


"Memang! Karena dulu Iel pikir nama Iel sudah yang paling keren!"


"Fairel R Hal--"


"Fairel Reandra Halley," potong Dad Liam mengoreksi.


"Fairel R Halley!" Tukas Fairel menatap tegas pada sang Dad.


"R-nya tak perlu disingkat! Namamu sudah keren!" Ujar Dad Liam tak mau kalah.


"Tak perlu disingkat tapi dihilangkan saja bagaimana, Dad?" Usul Fairel tiba-tiba.


"Apa maksudnya dihilangkan? Kau tak suka dengan nama pemberian Mom dan Dad?" Cecar Dad Liam yang nada bicaranya sudah meninggi.


"Tadinya Iel suka, Dad!"


"Tapi sejak ada pria playboy cap kadal dan buaya yang mempunyai nama Reandra, Iel mendadak jadi illfeel dengan nama itu," beber Fairel beralasan.


"Playboy kadal cap buaya?"


"Playboy buaya cap kadal, Dad!" Fairel mengoreksi dengan cepat.


"Kadal playboy-"


"Baiklah terserah kau menyebutnya bagaimana!" Dad Liam mulai frustasi sekarang.


"Iya terserah!" Timpal Fairel yang juga sudah ikut-ikutan kesal.


"Jadi, bagaimana dengan maksudmu tentang menghilangkan nama Reandra tadi?" Tanya Dad Liam kemudian yang masih bingung.


"Iya, dihilangkan saja. Atau diganti jadi...."


"Jadi apa?" Tanya Dad Liam menatap tajam pada sang putra.


"Jadi apa saja asal jangan bukan Reandra!"


"Rajendra bisa! Atau Reifan. Apa saja terserah!" Tukas Fairel panjang lebar.


"Lagipula, kenapa juga dulu Dad harus memberiku nama Reandra? Seperti tak ada nama lain saja!" Ujar Fairel lagi yang lanjut menggerutu.


"Karena memang itu nama yang bagus. Artinya bagus--"


"Tapi Iel tak suka dengan nama itu, Dad! Iel benci dengan nama itu--"


"Benci apa?" Tanya Mom Yumi yang tiba-tiba sudah ikut nimbrung.


"Benci pada nama Reandra, Mom!" Jawab Fairel cepat mengungkapkan uneg-unegnya.


"Itu kan nama tengahmu. Ada apa memang dengan nama Reandra?" Tanya Mom Yumi lagi merasa tak paham.


"Katanya sama dengan nama seorang pria kadal cap buaya playboy." Bukan Fairel melainkan Dad Liam yang menjawab pertanyaan Mom Yumi.


"Ck! Playboy buaya cap kadal, Dad!" Fairel mengoreksi sekali lagi.


"Playboy kadal siapa? Kalian sedang bicara apa sebenarnya?" Tanya Mom Yumi yang terlihat pusing.

__ADS_1


"Baiklah, lupakan saja! Besok Fairel akan mengganti sendiri nama panjang Fairel!" Tukas Fairel akhirnya seraya berlalu ke arah dapur.


"Berarti kau perlu mengganti akta lahir, ijazah, surat-surat..." Dad Liam memperingatkan sang putra.


"Baiklah! Iel akan menyingkat nama tengah Iel mulai sekarang dan jangan ada yang menyebut lagi nama tengah menyebalkan itu!"


"Nama Iel sekarang adalah Fairel R Halley! Titik!" Ucap Fairel tegas seraya pria itu membuka pintu kulkas.


Fairel mencari-cari rollcake Beth yang masih....


Tidak ada!


"Mom--"


"Toko kue Beth masih tutup! Bukankah sore tadi Mom sudah memberitahumu?" Jawab Mom Yumi cepat sekalian mengomeli Fairel yang hanya berdecak.


"Masih banyak bakery yang menjual rollcake!" Tukas Dad Liam memberitahu.


"Tapi tak ada yang seenak buatan Beth, Dad!" Sergah Fairel yang sudah keluar lagi dari dapur. Fairel langsung naik tangga dan menuju ke kamarnya di lantai dua. Tak lupa Fairel juga berusaha untuk menghubungi nomor Beth lagi.


Fairel masih belum jadi mengomeli gadis keras kepala itu sejak tadi!


****


"Ini oleh-oleh untuk Mama dan papa kamu," ujar Yvone setelah mobilnya berhenti di depan rumah kedua orang tua Beth.


"Semuanya? Untukmu?" Tanya Beth bingung karena Yvone yang memberikan semua oleh-oleh di totebag pada Beth.


"Aku pulang ke apartemen dan tak ada orang disana! Jadi siapa yang harus aku bawakan oleh-oleh?" Jawab Yvone seraya tersenyum.


Namun Beth bisa menangkap dengan jelas makna dari senyuman Yvone tersebut. Yvone yang kesepian!


"Kau bisa menginap disini, Yv!" Tawar Beth merasa iba pada Yvone yang mungkin selama ini selalu merasa kesepian.


"Terima kasih untuk tawaranmu, Beth! Tapi lain kalo saja aku menginap karena masih ada pekerjaan yang harus aku selesaikan," tolak Yvone yang sudah kembali mengulas senyum.


"Baiklah kalau begitu!" Beth mengusap punggung tangan Yvone dan berterima kasih sekali lagi atas semua bantuan Yvone selama di kota D. Beth lalu turun dari mobil Yvone, dan melambaikan tangan oada sahabatnya tersebut, sebelum kenyang mobil Yvone melaju pergi.


"Kalau Yvone menikah dengan Abang Timmy, Yvone tak akan merasa kesepian lagi karena Yvone juga akan meatsakan lasoh sayang Mama dan Papa," Beth bergumam sendiri, sembari gadis itu membuka pagar depan.


"Berarti aku harus bisa membuat Yvone dan Abang Timmy dekat, lalu berpacaran dan menikah," tekad Beth kemudian seraya manggut-manggut. Beth lalu segera menuju ke teras dan melepas sepatunya.


Tepat saat Beth hebdak membuka pintu depan, pintu malah sudah dibuka dari dalam oleh....


Papa Will!


"Beth! Sudah pulang?" Sambut Papa Will seraya mengernyit bingung.


"Papa!" Beth langsung menghambur ke pelukan ayah kandungnya tersebut. Tak berselang lama, Mama Tere juga sudah keluar dari kamar. Wanita paruh baya itu sama terkejutnya dengan Papa Will.


"Katanya lusa baru pulang?" Tanya Mama Tere bingung.


"Pekerjaan Yvone selesai lebih cepat, Ma! Jadi kami pulang cepat," jelas Beth seraya meringis.


"Oh, ya! Yvone juga titip oleh-oleh untuk Mama dan Papa," tukas Beth lagi seraya memberikan totebag dari Yvone tadi pada sang Mama.


"Banyak sekali oleh-olehnya," gumam Mama Tere setelah memeriksa isi dari totebag tadi.


"Calon mantu idaman nggak tuh, Ma!" Celetuk Beth sebelum kemudian gadis itu berlari masuk ke kamarnya seraya senyum-senyum sendiri.


"Calon matu idaman? Memang Yvone dan Timmy pacaran?" Tanya Papa Will pada Mama Tere yang langsung mengendikkan kedua bahunya.


"Entahlah! Mama juga tidak tahu, Pa!"


.


.


.

__ADS_1


Terima kasih yang sudah mampir.


__ADS_2